panas dan dingin
serangkai kata menyapu luka terdapat tatap merasuk jiwa warna biru bisa menjadi fana memancar cahaya merah merona kata cuplikan film favoritku kita tak akan tau kita masih memiliki hati sampai kita merasakan sakitnya sakit saat hati itu terluka hati yang dingin membuat bias seakan tak ada hati yang hangat membuat rasa akan pentingnya dia ku bertanya, apakah harus menunggu sang luka? apakah tidak bisa menumbuh sang rasa? rasa hati ini dipehuni sajak tak beraturan rasa hati ini dipenuhi hangat tak karuan sang dingin tidak akan ada tanpa sang panas matahari memang sudah kodratnya menghangatkan dunia bukan? pemikiran si bodoh yang berharap bisa menggenggam api mungkin saja tercapai, mungkin saja tidak tergantung bagaimana "genggaman" itu dibentuk










