Berniat ngehapus ini dr tab tapi gak tega riris nya lucuuuu.... disimpen disini aja jadinya
sheepfilms
I'd rather be in outer space 🛸

★
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her

Discoholic 🪩
dirt enthusiast
AnasAbdin

shark vs the universe

❣ Chile in a Photography ❣

DEAR READER

Andulka
will byers stan first human second
styofa doing anything
Jules of Nature
Alisa U Zemlji Chuda
d e v o n

seen from Argentina
seen from Ireland

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Canada

seen from Israel
seen from Australia
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Italy
seen from Australia

seen from Uzbekistan
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Türkiye
@ydouble
Berniat ngehapus ini dr tab tapi gak tega riris nya lucuuuu.... disimpen disini aja jadinya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Alergi
Y: bu anaknya ada alergi?
I: ada dok, alergi sulfametagozoles
Y: (tertunduk, pura-pura ngisi status, padahal nahan ketawa)
Itu nama obat apa nama pemain bola?
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK
Di tulisan kali ini, saya ingin berbagi salah satu pengalaman saya, melakukan sosial eksperimen.
Di iedul adha kali ini, kantor kami, mavens studio kembali bekerja sama dengan @kitabisa untuk membuat sebuah Eksperimen Sosial. Tujuan eksperimen sosial kali ini, kami ingin mengajak orang-orang semua agar tergerak hatinya untuk mau berbagi dengan cara melaksanakan qurban (bagi yang mampu), akhirnya, tercetus ide untuk mengajak orang yang kurang mampu untuk makan steak agar kita bisa melihat bagaimana ekspresinya.
—
PENGALAMAN BARU
Pada eksperimen kali ini, saya diminta langsung sama CEO Kitabisa.com, alfatih timur, untuk menjadi talent dalam video ini. Jujur saja. Hingga umur saya 24 tahun, belum pernah sekalipun saya mengajak ngobrol seorang pemulung. Apalagi, ini sampai saya harus mengajak makan. Apa jadinya, anda tiba-tiba diajak makan oleh seseorang yang tidak anda kenal? “Ini pasti mau menculik.”, “Ini pasti dari dinsos.” “Ini pasti mau penipuan.” dan lain lain. Akhirnya, saya beranikan diri untuk mengajak pemulung yang saya temui dengan berbagai ketakutan yang ada. Bismillah
TIDAK MUDAH
“Selamat siang pak. Perkenalkan, saya choqi. Kebetulan saya lagi mau makan. Bapak berkenan kalau menemani saya makan? nanti saya yang bayar. Saya butuh temen ngobrol pak.” kurang lebih, begitulah saya mengajak para pemulung untuk makan.
Bagi kita, siapa sih yang tidak mau makan steak? pertama, itu enak. Kedua, dibayarin. Kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Namun ternyata, ternyata, kenyataan tidak seindah harapan.
Berkali-kali saya ditolak oleh pemulung. Mulai dari pemulung bernama thomas asal tasik, pak sapri asal kiaracondong, pak tole dari pangalengan, dan berbagai pemulung lainnya yang ternyata tidak berasal dari daerah tersebut. “Maaf pak, saya malu, mau mandi dulu” atau “Maaf pak, saya udah makan, kenyang”, adalah alasan yang selalu keluar secara halus untuk menolak saya.
Dan pada akhirnya, saya menemukan sesosok pemulung dengan muka yang nampaknya masih muda, namun terlihat agak lesu dan kelelahan. Dan syukurnya, dia mau saya ajak untuk makan bersama. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang mau.
—
NAMANYA ADALAH PAK SLAMET. PEMULUNG BARU DARI WONOSOBO.
Ya, pak slamet begitu malu-malu ketika saya ajak beliau makan. Dia minta izin terlebih dahulu untuk menyimpan karung berisi barang rongsokannya di depan pintu masuk. “Malu mas saya bawa beginian” itu katanya.
Saya mengajak pak slamet ke restoran steak yang kualitasnya oke punya, berkat kebaikan chef afit, dia mempersilahkan kita menggunakan restorannya, holycow by steakhouse di daerah kebon jeruk.
“Silahkan pak, pesan apa saja” saya persilahkan pak slamet untuk memesan apapun. Nampak dia kebingungan dengan nama-nama menu itu. RIb eye, sirloin, wagyu, mungkin itu hal baru baginya. Akhirnya, setelah beberapa saat, dia memilih menu “Wagyu Sirloin Rib Eye 9+” yang saya yakin pak slamet ini asal saja milih karena memang bingung. Harga menu tersebut kisaran 400 ribu rupiah. wow, bahkan saya sendiri aja selama ke restoran ini gak pernah pesan daging semahal itu.
Sembari menunggu makanan, kami sempat mengobrol beberapa hal. Sambil mengobrol, saya beberapa kali menerima message WA dari team videografer kita yang juga berada di lokasi. “Cok, itu pindahin saosnya, ngalangin muka”, “cok, geseran”, dll. bahkan beberapa kali , kalau saya keasyikan ngobrol dan ga buka HP, tim kita pura-pura nelepon sambil teriak “Iah, gimana sih, kamu baca WA dong, gue udah kirim pesan. WA ya, WA”. hahaha, itu pengalaman yang cukup lucu sih.
—
MENGOBROL BERSAMA PAK SLAMET
Pak slamet memang agak malu-malu. Bahkan dia jarang berbicara. lebih banyak diam jika tak saya tanya. Namun ketika saya tanya lebih dalam, saya mendapatkan banyak cerita yang baru saya dengan selama hidup saya.
Sambil menyantap makan, dia bercerita tentang perjuangan hidupnya. beilau baru 2 bulan pindah ke jakarta dan bekerja sebagai pemulung. Sebelumnya, beliau adalah buruh tani di kampungnya di wonosobo. Namun, ternyata gaji seorang petani tidaklah cukup besar. Saya sangat kaget ketika mengetahui bahwa dia hanya mendapatkan sekitar 500 ribu dalam 7 bulan (sekali panen).
Salah satu alasan terbesarnya pindah ke jakarta, adalah ketika akhirnya ibunya mengalami sakit keras. Dan pak slamet akhirna meminjam uang sebesar 10 juta kepada rekannya untuk mengobati ibunya. Sayang, tuhan berkehendak lain. Setelah menghabiskan uang untuk pengobatan, ibunya harus meninggal dunia. Dan kini, pak slamet harus mencari tambahan guna mengganti uang pinjaman tersebut.
Berawal dari kebutuhan tersebut, pak slamet memutuskan untuk bekerja di jakarta karena ada ajakan sebagai kuli bangunan. Dia akhirnya pergi dengan anaknya mencari peruntungan di ibukota. Namun sayang, setibanya di jakarta, ternyata proyek pembangunan itu tidak jadi dilakukan. Akhirnya, pak slamet memutuskan untuk menjadi seorang pemulung, pekerjaan yang sudah pasti bisa dilakukan siapapun.
“Mas slamet, dari semua pekerjaan, kenapa milih menjadi pemulung? maaf ya mas, apakah engga malu jadi pemulung?” Tanya saya yang juga benar-benar penasaran.
“Sejujurnya mas, saya juga malu jadi pemulung. Pinginnya sih jadi yang lain. Cuman, saya lebih malu lagi kalau gak bisa ngasih makan anak dan istri saya, ya saya akhirnya kerja. Yang penting halal mas, ga nyuri atau nipu orang” begitulah jawabannya
saya sungguh kagum dengan jawaban Pak Slamet. Sekali lagi, saya belajar dari seseorang tidak terduga, seseorang yang bahkan kadang kita anggap remeh kehadirannya. Sungguh lebih mulia daripada mereka-mereka yang menghalalkan segala cara demi meraup kekayaan.
Syukurnya, pendapatan menjadi seorang pemulung jauh lebih baik dibandingkan menjadi petani. Dia bisa mendapatkan uang sebesar 450 ribu/bulan. Dapat mencukupi hidup selama di jakarta dan juga menabung.
—–
PENGALAMAN PERTAMA MAKAN DAGING
selama beliau menjadi seorang petani, dengan gaji sebesar 500 ribu/7 bulan, dia gunakan untuk memberi makan ibu, istri, beserta 2 anaknya. Sehari-hari, mereka gunakan untuk membeli cabe, sehingga mereka sering makan nasi dengan sambal. Dan terkadang, kalau sedang ada rezeki, mereka beli ikan asin. Ikan asin merupakan makanan yang cukup mewah bagi mereka.
Dan ketika saya tanyakan apakah pernah memakan daging sapi/kambing, dia bilang dia tidak pernah sama sekali makan daging tersebut.
“Gak pernah ada yang bagi-bagi daging disana mas? Mungkin waktu idul adha gituh? pernah dapat kiriman engga mas?” tanya saya
“Gak pernah mas, di kampung saya itu, enggak ada orang yang motong sapi/kambing kalau idul adha. Yang ngirim juga belum pernah ada” jawabnya
“Berarti, selama hidup, bapak baru pertama kali makan daging?” tanya saya sembari melihat bapak yang makan begitu lahap
“Ia mas, ini baru pertama. hehehe. Rezeki saya.” sambil senyum senyum.
“Enak ya mas ternyata rasanya daging sapi”
Dan kalimat itu membuat saya terdiam sejenak dan terharu, bisa melihat seseorang menikmati hal yang baru dia rasakan pertama kali. Pengalaman yang mungkin takkan semua orang dapatkan
Dan setelah selesai makan, akhirnya saya berinisiatif untuk membungkuskan 1 porsi steak, untuk disantap di rumahnya bersama anaknya. Dan saya meminta izin untuk dapat foto bersama beliau sebelum dia meninggalkan lokasi.
—
RASA MIRIS
Ya, percaya atau tidak, ternyata masih ada orang-orang yang belum pernah merasakan apa yang biasa kita rasakan.
Guys, itu adalah daging, daging biasa yang kita makan sehari-hari, daging biasa yang kita makan di warung padang, daging biasa yang ada di nikahan orang. Tapi ternyata, masih ada orang yang belum pernah merasakannya.
Sedang di sisi lain, kadang ketika iedul adha, di komplek atau perumahan, 1 rumah yang terdri dari keluarga yang notabene menengah ke atas, bisa dapat hingga 3-4 kantong daging untuk disantap. Dan kondisi inilah, yang ingin kita angkat dengan melakukan sosial eksperimen ini. Dan jujur saja, bertemu pak slamet, mungkin adalah jalan tuhan untuk menunjukkan, bahwa masih ada orang di sekitar kita yang belum pernah merasakan makanan tersebut.
Dan dengan ada tulisan ini, saya pun bermaksud untuk mengajak teman-teman semua, teman muslim, untuk berbagi daging, tidak hanya kepada masyarakat di sekitar, tapi dengan masyarakat yang jauh yang mungkin takkan terjangkau jika kita datang sendiri. Mumpung momen ini tepat dengan momen iedul adha
Sekarang kan sudah banyak sekali lembaga pembagian daging iedul adha. Salah satu platform yang bisa mengirimkan daging qurban kita dari pelosok adalah platform milik kitabisa.com, yakni di qurban.kitabisa.com , gampang dan juga bisa menjangkau daerah-daerah jauh.
Besar doa dari saya, agar kita semua diberikan kecukupan, untuk bisa melaksanakan iedul adha, untuk bisa berbagi, dengan orang-orang seperti pak slamet, dengan orang-orang yang mungkin tak pernah makan daging sama sekali.
—
Oia, bagi yang ingin melihat videonya, temen-temen bisa liat di halaman facebooknya kitabisa di sini
Terima kasih @kitabisa atas kesempatannya untuk bekerjasama. Dan juga terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu, mulai dari Steakhouse Holycownya chef afit, dan Iga Bakar Paris van javanya mas Edwin Khadafi, semoga kita bisa terus menebarkan kebaikan bagi orang lain.
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK Bandung, 28 Agustus 2016
Maa syaa Allaah aku terharu :’)
Nasihat utk seluruh murid yg saya cintai: 1.Menjadi Penjaga Kalamulloh berarti mulai belajar menjaga nafsu, egoisme dan seluruh penyakit hati, 2. Menjaga hafalan bermakna menjaga akhlak, rasa malu dan ketundukan hanya kepada Alloh, 3. Hafalan yg kuat hanya dicapai dengan hati yang bersih, lisan yg penuh dzikir dan mata yg terjaga dari seluruh kemaksiatan, 4. Jangan bermimpi menjadi Penjaga Al Quran, jika mata kalah oleh kantuk, hati kalah oleh nafsu dan sibuk dengan segala yang fana.
Nasihat dari guru tahfizh di Bandung, dikutip dari blog Pusfa
Nyatanya yang dirasa sekarang adalah sedih, karena aku tak bisa memberi tanda ceklis pada satu poin pun.
Astaghfirullah.
Tapi tetap ingin bermimpi menjadi Penjaga Al Qur’an. Tetap ingin.
(via spektrumcahaya)
Anak-anak, enggrang, dan rel kereta api
Suatu sore di sudut kota Padang, langit sudah mulai menunjukkan keanggunan warnanya. Semburat merah, oranye, biru, putih membaur menunjukkan warna masing-masing. Lalu lintas sibuk, hari ini sabtu sore, sebagian dari mereka bergegas mengemasi diri bersiap untuk akhir pekan yang tertunda, sebagian lagi memang sedang menikmati akhir pekan disini, entah karena mereka memang penduduk daerah ini atau hanyalah menggunakan jalan yang sama seperti saya. Bus yang saya naiki bergerak pelan. Manusia sibuk lalu lalang, isi kepala mereka seperti penuh dengan pikirannya masing-masing. Diantara kesibukan sore itu 5 orang anak berjalan beriringan menyusuri rel. Setiap mereka memegang tali dengan batok kelapa diujung nya. Enggrang. Ya mereka membawa enggrang sederhana buatan sendiri. Sudah lama saya tidak melihat alat seperti itu setelah pemandangan anak dan remaja duduk diam menatap gadget sudah menjadi pemandangan biasa yang membosankan, siluet 5 orang anak ini begitu menarik. Lima orang anak yang berjalan beriringan, postur mereka menunjukkan bahwa mereka sedang asik berbincang. Bagaimana rel kereta disore hari membuat mereka seakan-akan berada di tengah frame, yang dibingkai oleh warna warni langit yang menawan. Berharap dapat membekukan momen ini dalam bentuk digital, bus sudah terlanjur melaju.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perpisahan sejati dengan orang yang Anda cintai itu bukanlah karena kematian, akan tetapi perpisahan karena perbedaan tempat keabadian di surga dan neraka. (Syekh ‘Aidh Al-Qarni) How could I find a kind and gentle man on earth like you, Bapak? Haha. I love you, Bapak :D
30 Juli 2015. Setahun yang lalu.
30 Juli 2016. Dan aku, akan tetap selalu menjadi putri kecilmu, Bapak.
Garis pantai pesisir selatan dari dulu memang sudah diakui keindahannya. Sejak pergeseran budaya fotografi yang makin mudah disebarluaskan melalui sosial media tempat-tempat ngehits instgramable banyak bermunculan. Termasuk kawasan mande ini. Tempat ngehits pertama adalah 1. Puncak mande Berada di ketinggian bukit di wilayah tarusan pessel, dan langsung berhadapan dengan gugusan pulau di kawasan mande membuat lokasi ini instgramable bingits. 2. Pulau Setan Menggunakan kapal boat yang disewakan warga setempat, kita dapat mengunjungi pulau setan. Pulau ini merupakan pulau yang dikelola menjadi tempat wisata air, ada banana boat, donut boat, speedboat (itu aja sih). Jadi, yaah awalnya saya biasa aja dengan destinasi ini karena wisata air yang seperti itu masih bisa ditemukan ditempat lain. Untuk makan siang, sholat sebaiknya dilakukan disini. 3. Pulau Cubadak Pulau ini sebenernya sudah terkenal sejak lama, beberapa destinasi wisata internasional menyebutkan bahwa pulau ini termasuk pulau dengan pantai terbersih. Gaul gak sih seharusnya, namun sayangnya hal itu terjadi karena pulau ini menjadi serapih dan sebersih itu karena dikelola oleh warga asing. Disana disewakan beberapa cottage yaah memang sepertinya dikhususkan untuk warga asing yang ingin santai berjemur sambil menikmati iklim tropis. Sayangnya disini perairan yang tenang, jadi mereka gak bisa surfing. Pupus deh harapan liat bule-bule surfing #ehh Di perairan disekitar pulau ini terumbu karang masih terjaga jadi ikannya masih lumayan banyaaak. Jadi bisa snorkeling seru disana. Sayangnya lagi, tur nya gak plus foto underwater, bawa gopro sendiri kita gak bisa nyemplung sendiri hahaha 4. Hutan manggrove Puas snorkeling, kita melewati kawasan bakau. Kapal melewati sungai gemuruh yang tidak bergemuruh…. dan hal yang paling saya sukai dari trip ini adalah, diujung sungai setelah melewati hutan bakau terdapat air terjun yang luar biaasssaaah. Thats what I called hidden paradise. Puas banget main di air terjun setelah asin-asin berendam air laut. Bagi saya, si melankolis, air terjun yang berisik itu damai banget. Sehingga muncul niatan, kapan2 kalau lagi kepengen belajar silat mau ah bersemedi disana. Hahaha 5. Pulau sirojang kecil sirojang besar Destinasi terakhir dari trip diatas perahu, highlight dari pulau ini adalah terjun bebas dari puncak batu di pulau itu ke laut sedalam 13 meter. Aaaaak, I wish I could swim better so I would try that kind of adrenaline rush. Gak berani nekad loncat, takutnya gak muncul lagi ke permukaan setelahnya. Nah itu trip yang kemaren saya lalui, selain itu memang masih banyak lokasi wisata lain yang patut dikunjungi di pessel. Selain pantai carocok, ada jembatan akar, lankisau, tugu selamat datang, daaaan masih banyak lagi
Dokter bintang berapa?
"A character that should be owned by a doctor is not just having to the ability of communication. It also needs standardization as a general reference for each doctor. The standardization is summarized as a standard competency for the physician, known as seven-star doctor. Seven-star doctor competence are care providers, decision-maker, communicator, community leader, manager, researcher, and faith and piety; which was originally formed to develop health systems based on 4 aspect relevance, quality, cost-effectiveness and equity. The standardization is not solely derived from academic activities. It needs a “school of life” that will teach doctors about humanistic values as a preparation to face the community. In campus, the school of life miniature is called student activity" -Almahira Az Zahra dalam "Character Development for Medical Students through Student Activities in a Pursue of Living with Society"
a great wedding speech (song)! :D
*going through old posts just to find this video*
(still) The most favorite wedding speech!
Gilak sihhhhh bagus parrraaaaaaaaah haha.
Spacious light home in Silver Lake, LA via Homepolish - photography by Tessa Neustadt
Follow Gravity Home: Blog - Instagram - Pinterest - Facebook

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ilmu plus komedi
Ujian Kesabaran
Sebenernya udah lama ingin nulis ini, tapi baru menyempatkan diri menuangkannya sekarang.
Oke. This is all about what I got from a moment when Daehan was in the hospital a couple of days ago. Mungkin tulisannya agak berbau curhat, tapi semoga ada hikmah yang dapat diserap. Karena sejujurnya, masa-masa ‘tak menyenangkan’ selama 10 hari di rumah sakit kemarin cukup memberikan banyak perenungan buat keluarga kami, khususnya buat saya pribadi.
Sebelumnya, izinkan saya sedikit memberikan prolog.
Di hari itu, hari dimana pertama kali Daehan harus dilarikan dan mendekam di rumah sakit, sungguh menjadi hari yang sangat-sangat unforgettable buat kami. Serius. Buat saya pribadi, saya masih merekam jelas momen-momen yang terjadi di pagi itu. Panik, khawatir, sedih, campur jadi satu. Padahal, pada mulanya, pagi itu buat kami adalah pagi yang sama ‘seperti biasanya’. Bangun tidur, aktivitas pasca shubuh, beberes, persiapan orinijib Daehan, bebersih diri, sarapan, dan…. yap tak ada yang spesial. Semua mengalir seperti rutinitas biasanya.
Satu hal yang mungkin jadi remark, pagi itu Daehan bangun lebih awal. Gak jarang sih memang dia bangun lebih awal. Tapi biasanya dia bangun sekitar jam 8 pagi. Dia sempet main beberapa saat setelah bangun sampe menjelang berangkat ke orinijib. Karena kebiasaan Daehan kalo ia bangun lebih awal ia bakal ngantuk lagi di waktu-waktu menjelang berangkat, ya di hari itu pun ia merepetisi kebiasaannya. Setelah diseka, diganti bajunya, Daehan pun kelihatan mengantuk. Saya coba gendong, eh dia pun tidur.
Dan di sini semua kepanikan bermula.
Bisa dibayangkan, di tengah lelapnya ia tidur dalam dekapan saya, tiba-tiba matanya kebuka lebar. Suaranya menggeram. Tangannya lalu bersilang ke depan dadanya, kaku, keras, dan bertenaga. Saya coba panggil dia,
Dehan? Dehan kenapa Dehan?
Tak ada respon sedikitpun. Matanya masih fokus ke satu titik. Geramannya sedikit mengeras. Wallahi, saya bener-bener panik. Saya coba deketin istri yang lagi siap-siap mau berangkat.
Ay, ini Dehan kenapa ay?! Dehan ini Appa nak..
Dehan.. Dehan.. Dehan kenapa sayang? Ini Eomma.. Daehan mau sama Eomma?
Istri yang tadinya biasa pun keliatan panik. Ia langsung ambil Daehan. Ia coba terus panggil Daehan. Tapi Daehan, matanya masih aja terpaku ke satu titik. Ia gak seresponsif biasa. Air mata istri mulai menetes. Sambil mendekap Daehan, istri masih terus coba mengajak interaksi Daehan. Tapi, nihil. Daehan masih gak merespon. Malah dari mulutnya tiba-tiba keluar busa. Sontak kami kaget. Tangisan istri semakin menjadi.
Allahu akbar! Daehan kenapa Daehan?!
Jujur, di saat itu, pikiran saya melayang kemana-mana. Lihat Daehan kayak gitu, jadi ingat detik-detik terakhir Ayah. Waktu itu, beneran saya bergulat dengan pikiran sendiri, mencurahkan semua tenaga buat terus ber-husnuzhan. Berharapㅡnaudzubillah, jangan dulu ya Allahㅡhari itu bukan hari terakhir Daehan.
Astaghfirullah.. Hamba mohon Ya Allah, jangan dulu ambil Daehan sekarang
Entah kenapa, pikiran saya terus berputar-putar di situ. Dan yang muncul di dalam pikiran waktu itu cuman itu. Mungkin momen-momen terakhir Ayah yang masih terekam, seketika berubah jadi trauma yang benar-benarㅡpersonally from the deep of my heartㅡ gak mau terulang lagi. Pasalnya, saya melihat kondisi Daehan, yang di mata saya, seperti antara hidup dan mati. Walau nanti finally revealed kalo itu ‘hanyalah’ kejang akibat panas yang tinggi. Tapi karena kami belum pernah berpengalaman dengan itu sebelumnya, pun di keluarga besar kami juga, kejadian seperti itu cukup menyeramkan buat kami.
Sedikit melanjutkan.
Tanpa pikir panjang, saya coba telepon taksi, kami langsung bergegas menuju rumah sakit. Berharap, kami masih bisa melakukan ikhtiar terbaik kami. Selama di taksi, Daehan sudah terlihat agak tenang. Walau dia masih sedikit kelihatan menggeram, kondisinya sudah terlihat stabil. Wajahnya nampak kelelahan. Bersandar lemas dalam pangkuan istri yang sedari rumah gak berhenti menangis.
Di rumah sakit, sebakda chit-chat sama dokternya, kami direkomendasikan untuk rawat inap di rumah sakit, mengingat kondisi Daehan yang ternyata selain bronkiolitis-nya sedikit memburuk, dia juga terserang demam yang saat itu belum diketahui penyebabnya. Karena kita khawatir kejadian di rumah terulang kembali, kami mengiyakan tawaran dokter. Di mulai dari hari itu, Daehan diinapkan di rumah sakit hingga nanti dokter membolehkannya pulang.
Selama di rumah sakit ini, kami merasa bahwa hari-hari yang kami lewati penuh dengan ujian kesabaran buat kami. Sebagai orang tua, juga tentu sebagai hambaNya. Dimana kami benar-benar diuji hingga limit atas kesabaran kami. Kami dihadapkan pada keraguan, kekhawatiran, dan kegelisahan yang masing-masing mungkin sudah berada di limit menuju titik ledak. However, masa-masa di rumah sakit itu, buat saya pribadi, adalah masa-masa terdekat saya denganNya. Mungkin tipikal manusia ya. Saat diuji, kedekatan denganNya semakin tak berjarak. Tapi itu lebih baik dari tidak sama sekali kan? Selintas dari sana saya berpikir, mungkin ini bentuk ‘tamparan’ Allah buat saya. Mungkin atas segala ‘kerenggangan’ saya selama ini.
Setelah kejadian yang cukup membuat sesak di rumah waktu itu, ternyata bersambung dengan ujian-ujian lain di rumah sakit.
Saat Daehan harus diinfus, pembuluh darah yang kecil dan tak tampak milik Daehan membuat dia harus merasakan tusukan jarum beberapa kali. Di lengan kiri gak dapet, pindah ke lengan kanan. Di lengan kanan ga dapat, pindah ke kaki kanan. Di kaki kanan ga dapet juga, pindah ke kaki kiri. Dapet di lengan, ternyata swelling. Pindah lagi ke tempat lain. Terus, sampe saya lihat tangan dan kakinya berwarna biru keungunan. Dan bukan cuman di satu tempat, tapi di banyak tempat! Bayi seusia 8 bulan yang masih belum bisa berteriak “sakit!” atau “tolong Daehan Appa!” hanya bisa mengekspresikan semuanya dengan menangis. Menangis meronta hingga suaranya dan air matanya gak ada lagi. Coba minta istirahat sama susternya, katanya harus sesegera mungkin diinfus buat mencegah kejangnya terulang lagi. Minta tolong biar dokternya aja yang ambil darah, dokternya lagi ga di tempat. All you can do just pretending to be strong and keep praying while you are seeing your baby is endlessly crying. Can you imagine that?
Saat itu kesabaran bener-bener di ujung tanduk. Serasa ingin berganti posisi jadi saya aja yang diambil darah. Serasa ingin nendang pintu terus bilang “mana sih ini dokternya?!“. Serasa ingin protes sama Allah “ya Allah kenapa Daehan harus punya pembuluh darah kecil?“. Serasa ingin segera keluar dari situasi itu pokoknya, no matter what. Sakit, bener-bener sakit lihat Daehan kayak gitu waktu itu. Bahkan saking sakit dan ga teganya, istri lebih memilih di luar ruangan.
Dalam kesempatan lain, kami dihadapkan pada situasi dimana kami harus tega melihat Daehan dibius. Melihat dia yang awalnya menangis, lalu lambat laut mulai tak bersuara, kemudian pandangannya menjadi kosong tak berdaya itu beneran gimana gitu. Hari demi hari harus menyaksikan Daehan yang bahkan untuk menopang kepalanya buat tegak aja sulit. Harus meminumkan sesuatu yang ia gak suka tiga kali sehari. Harus terus terjaga di malam hari untuk terus memantau kondisi Daehan karena kadang sewaktu-waktu panasnya bisa tiba-tiba naik. Kalo tidak ditangani segera, kejangnya bisa kembali.
Buat yang sudah punya anak, pasti merasakan sakit yang gak bisa didefinisikan sewaktu melihat anak terbaring lemas. Gak ada sakit yang lebih sakit selain melihat anak sakit, menurut saya. Ikatan batin yang mungkin tanpa disadari terjalin sangat kuat antara orang tua dan anak menjadikan rasa kebermilikan orang tua terhadap anak bisa menjadi sangat sangat besar. Persis seperti Ali Imran 14, bahwa anak adalah salah satu yang dijadikan ‘indah’ di mata manusia. Apalagi di mata orang tua. Mungkin rasa kebermilikan ini yang terkadang mendominasi akal dan keyakinan para orang tua, menjadikan seolah anak adalah ‘kepemilikan penuh’ orang tuanya. Padahal sejatinya anak tak lebih dari titipan yang hanya Ia yang punya hak penuh terhadapnya.
Tapi terkadang, di situasi ‘tak menyenangkan’ kayak di atas, pemahaman ‘anak adalah titipan‘ yang mungkin dalam kondisi normal diyakini dengan baik, seolah tiba-tiba unconsciously blurred. Semua digantikan oleh ‘kenapa sih begini, kenapa harus begitu‘. Protes-protes yang didasari oleh keyakinan semu bertajuk ‘keakuan‘ pun muncul beriringan. Tapi setelah dicoba direnungkan sejenak, di sini lah memang justru letak ujiannya. Di titik di mana orang tua dihadapkan pada kekhawatiran dan kesabaran yang memuncak, mereka harus tetap berjuang menekan egonya, menahan luapan emosinya, dan mengedepankan keyakinan padaNya. Karena di titik ini, mungkin yang ingin Allah lihat hanya satu: kerberserahan diri dan kebergantungan para orang tua hanya padaNya. Bagaimana di situasi sesulit, sesesak, dan setakmenyenangkan itu, orang tua bisa sejenak memejamkan mata, menarik nafas, mencoba berserah diri, dan meminta pertolongan hanya kepadaNya. Karenaㅡberdasar apa yang saya alamiㅡmelawan semua lintasan suuzhan dan luapan emosi lalu kemudian bersungguh-sungguh meminta, membangun ulang keyakinan, dan berserah sepenuhnya dalam situasi seperti itu sangatlah sulit.
Pengalaman selama di rumah sakit juga mengantarkan saya pada sebuah perenungan, bahwa bisa jadi suliltnya seseorang dalam meng-overcome kondisi hati dan pikirannya dalam situasi-situasi ‘tak menyenangkan’ itu disebabkan ia dalam kesehariannya terlalu sering membiarkan hatinya kosong. Kosong akan nilai-nilai spiritual. Membiarkan kebiasaan-kebiasaan berbau laghwu (tak mendatangkan manfaat) terus membiasa, hingga akhirnya tanpa disadari gerhana hati pun terjadi. Dimana ‘cahaya’ dalam hati yang sejatinya berfungsi sebagai balancer dalam situasi-situasi ‘tak menyenangkan’ tadi tertutup oleh noda-noda laghwu yang sadar tidak sadar telah lama tertumpuk. Sehingga saat bertemu situasi ‘tak menyenangkan’, kondisi awal dia sedang dalam kondisi tidak siap karena di dalam hatinya, cahaya bahkan tidak mengimbangi nodanya. *Duh maap kalo rada retoris. Semoga nangkep.
Akhirnya saya berkesimpulan, waktu terbaik mendekat kepadaNya, bukan pada saat ujian itu sudah datang. Tapi bukan berarti juga saat ujian datang, sudah takada kesempatan lagi buat mendekat kepadaNya. Karena hakikatnya,ujian hadir buat melihat seberapa ingat manusia dengan Rabbnya. Baru mendekat padaNya saat ujian datang juga tidak berarti buruk. Karena menurut saya, itu sudah jauh lebih baik daripada melupakanNya sama sekali.
Tapi memang, memupuk kedekatan denganNya di kala lapang itu udah paling baik. Karena dengan memupuk kedekatan di kala lapang, in syaa Allah akan melapangkan kita di kala sempit. Memupuk kedekatan di kala lapang juga sedikit demi sedikit akan menjadikan cahaya lebih mendominasi hati dari noda-noda yang mungkin sudah lebih awal menempel di sana. Sehingga akhirnya, setiap kali bertemu situasi ‘tak menyenangkan’ dimanapun dan kapanpun, kondisi awal kita sudah lebih ‘siap‘. Dan lintasan suuzhan, luapan emosi, serta protes-protes berlebihan yang sebenarnya tidak perlu juga tidak akan memaksa hadir.
Satu kalimat nasihat yang saya ingat dari Ibn Qayim Al-Jauziyah:
When a person spends his entire day with no concern but Allah alone, Allah will take care of all his needs and take care of all that is worrying him
So, ujian kesabaran memang akan selalu hadir. Seseorang akan selalu diuji dengan hal yang sedang ia geluti atau ia senang di dalamnya. Seorang ayah dan ibu akan diuji dengan anaknya, seorang pemimpin akan diuji dengan posisinya, seorang karyawan akan diuji dengan pekerjaannya, dan seorang hamba akan diuji dengan sesuatu yang membuatnya jauh dari kehambaannya.
Tak ada hal lain yang bisa dilakukan selain memupuk kedekatan denganNya sedari sekarang. Agar saat ujian kesabaran datang, initial condition kita dalam keadaan baik. Dan dengan kemurahan hatiNya, insyaa Allah, Allah pun akan menutup setiap kekhawatiran yang muncul dan luapan emosi yang mungkin akan banyak mendominasi. Berharap, Allah akan memberikan kemudahan dalam melewati setiap ujian kesabaran.
Karena pada akhirnya, kita hanyalah makhluk lemah tak berdaya, tanpa pertolonganNya. Jika tidak menggantungkan diri padaNya, pada siapa lagi kita akan meminta pertolongan?
Zaky Amirullah | 10 Maret 2016
Hatur nuhun tulisannya. Serasa air sejuk yang diguyur ke kepala saat panas menyengat. Merasa bersalah belum belajar banyak dari ente selama 2 tahun bareng.
Mental dan Sikap Anak-Anak TK Jepang
何度も涙を拭きながら、園児の挑戦 感動の10段跳び
Ini adalah anak-anak TK di Jepang dalam sebuah festival. Kegigihan serta dukungan dari orang banyak yang membuat seorang anak tetap berdiri kokoh. Saya terharu bagaimana dukungan ini diberikan dari mulai kawan-kawannya, gurunya, sampai orang-orang di sekitar sana. Meski ia harus mengusap air mata berkali-kali, mencoba beberapa kali. Namun kegagalan bukan jawaban. Nilai-nilai positif yang seperti ini yang mampu membangun karakter.
Sumber: klik.
Terharu liat ini :’)
Simple tapi merindingable :’
Cousins, belasan tahun lalu mereka hanyalah balita2 imut-imut yang aku bawa kabur dari emaknya untuk diajak main
Lebih deg deg kan mana?
Abis shubuh, sebelum hari 'hunger games' versi pusat perencanaan dan pendayagunaan SDM kesehatan, alias rebutan wahan internsip dimulai, tiba-tiba mulai deg-degan
Y : Mi, udah mulai deg-degan, nanti wahana dapat dimana
U : deg - degan mana, kalau mikirin nanti masuk surga atau neraka
Y : (jleb moment, hening)....
Ummi emang paling bisa bikin spechless 😅

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kebanggaan
Seorang ibu, tidak bisa menggunakan suara untuk komunikasi, bisu kalau kita menyebutnya. Menemani anaknya yang diperiksa tonsilitis. Bapak si anak yang sibuk jadi juru bicara, sibuk menceritakan kronologis penyakit anaknya dan kemudian mataku menangkap kode dari ibu sembari menunjuk halaman sebuah buku. "....Anaknya bageur, pinter kemaren juara 1" hasil terjemahan kode dari bapak. Dan aku melihat kebanggan itu, di mata si ibu.
13 Funny Winners Of The 2015 Comedy Wildlife Photography Awards