Dita Karang, Visi Hidup dan Diri Kita
Mari kita mulai...
Tulisan ini adalah buah endapan hampir 5 hari sejak hari raya. Semua bermula ketika oppa fuadh naim upload video dadakan tentang fakta Dita Karang, idol K-Pop pertama dari Indonesia!
-Disclaimer- Saya bukan seseorang yang suka atau nge-fans sama K-Pop ataupun K-Drama ya. Lanjut!
Masa lalu saya mungkin lebih cenderung ke J-Wave tapi gak sampai jadi otaku atau wibu (selamat dikit gitu deh). Anime-anime jepang pernah nonton-lah. Manga-manga jepang pernah-lah baca komiknya beberapa kayak detektif conan, naruto, one piece, samurai X (ada komiknya gak ya? lupa), dan lain-lain yang ternyata itu adalah masa-masa akhir dari J-waves itu sendiri di masa itu (karena K-waves mulai naik daun pada waktu bersamaan).
Terpaparnya lumayan agak dalem-lah sama J-waves ini. Sampe koleksi seri komiknya, gabung sama temen2 yang sama2 suka manga, nunggu-nunggu movie spesialnya, sampe akun facebook ditambahin nama Ran Mouri segala hahaha. Hayo siapa juga yang kayak saya? XD (Ya Allah, terima kasih sudah menyelamatkan saya XD)
Nonton bareng movienya, tuker2an stuff anime ini itu, gantungan kunci, sticker, download-dengerin lagu2 dari semua soundtrack movienya (haha) dan lain-lainnya banyak deh sampe udah lupa. Puncaknya waktu kelulusan SD tahun 2008, ketika banyak waktu senggang, saya sama temen sekelas bawa komik detektif conan setumpuk buat dipinjem-pinjemin dan baca komik berjamaah. Ini terjadi sekitar pertengahan tahun 2008.
Terus, balik lagi ke judul...
Sejak Dita Karang muncul di sosial media sebagai K-Pop Idol dari Indonesia, akhirnya saya notice dong perihal K-Pop! Dan dari tausiyahnya Oppa Fuadh ini, ternyata saya pun termasuk orang yang cukup terpapar sama Halyyu. Tepatnya waktu SMP dimana saat itu alhamdulillahnya, kecintaan saya terhadap anime dan manga jepang ini mulai terkikis oleh erosi kesibukan sekolah boarding yang padat. Dan juga tentunya karena gak boleh bawa hp atau alat elektronik juga ke boarding XD.
Tapi ya namanya juga anak lulus SD baru masuk SMP, pastinya tetep ada-lah ya nakal-nakalnya dikit. Jadi, pas sekolah dan asrama lagi libur atau hari jum’at gitu (hari liburnya boarding), temen-temen di asrama suka nonton bareng2 pakai laptop, muterin lagu2 korea sambil joged2 atau nonton drama korea sampai nangis2.
Serius di masa ini beruntungnya saya (alhamdulillah ya Allah) karena saya lagi study oriented banget dan proses move on dari manga-anime jepang. jadi saya gak ikut2an ya gais :’D.
Waktu oppa fuadh jelasin tentang bedah bukunya #pernahtenggelam, dan beliau sebutin nama-nama boygrup atau girlgrup korea, plus cuplikan lagunya masing2, rasa2nya alam bawah sadar saya kayak udah gak asing gitu XD
(Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=6Pv_G3LMD4A)
Ternyata oh ternyata, selama saya boarding di SMP pun saya sudah terpapar koreanisme eh maksudnya K-Pop XD! Aslinya udah pernah denger hampir semua lagu-lagu boyband ataupun girlband yang populer di tahun 2008-2010, asli!
Pernah denger doang lho ya (saya bukan K-Popers ataupun K-dreamers lho, catet!) dan di 2020 ini kayak kepanggil lagi gitu memorinya XD
Oke! Balik lagi ke judul....
Disitu saya sangat2 belajar banyak sekali hikmah dari Dita tentang kelurusan visi hidupnya. Kenapa nggak? Dita dan Hasyya adalah gadis yang lahir di tahun yang sama, 1996! Seusia gais XD
Tapi bisa dilihat dari kuatnya tekad beliau untuk meraih cita-citanya menjadi Idol K-Pop. Perjalanan hidupnya pun semuanya selaras dan menunjang cita-citanya untuk sampai pada hari ini. Info lebih lengkap silakan cek ceramahnya Oppa Fuadh Naim aja hehe.
(Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=GJqUZRpoEAE)
Ogitu ya, kalau Hasyya memang gimana?
Nah, maka dari itu saya membuat tulisan ini. Syukur alhamdulillah, rasanya semesta ini membawa saya untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dan kebimbangan saya.
Ceile, cuarter life crisis ya Hasy? XD Bisa jadi. Meskipun sebenarnya, selama ini saya sudah menancapkan cita-cita saya, hanya saja kadang di pertengahan suka lupa ingatan dan kayak bertanya-tanya. Aku mau jadi apa sih? Aku mau kemana sih? Dan lain sebagainya.
Tidak! Sungguh tidak!
Sejak lama saya sudah menancapkan cita-cita saya, cita-cita tertinggi saya, yaitu menjadi generasi Rabbani, yang mulia hidupnya dan syahid di akhir hayatnya.
Hanya saja memang, selama ini terkadang banyak hal menggiurkan yang membuat kita (maksudnya saya) serasa pengen berbelok gitu untuk ngikut sama godaan tersebut.
Ya, sebagai seorang muslimah dan da’iyah, tentunya kita punya cita-cita tertinggi. Dan sudah saya jalani hampir 1 dekade lamanya sejak pertama kalinya saya hijrah dari fanatisme manga, anime dan kawan-kawannya (Tepatnya tahun 2012 saya kenal tarbiyah).
Saat ini, tinggal ekseskusi dan lanjutkan saja sarana yang dapat mewadahi misi-misi kita itu 😊
Lalu mau jadi apa nih, Hasy?
Mau jadi guru, tetep bisa nasrul fikroh. Mau jadi peneliti, juga tetep bisa kasih solusi dan manfaat, mau jadi apa lagi? Teknisi mesin, sastrawan, saintis, dan lain-lain. Semuanya bisa mengantarkan diri kita menuju cita-cita tertinggi kita. Tinggal, sejauh mana nih kekuatan tekad kita? sedalam apa sih kita belajar untuk menunjang cita-cita kita?
Dita karang, bisa seluwes dan selentur itu menari bahkan jadi main dancer di grup girlbandnya, bukan karena latihan dance yang sistem kebut semalam, kan? Pastinya sudah banyak waktu yang ia investasikan, tenaga yang telah ia korbankan, biaya yang telah ia keluarkan, untuk menunjang semua impian hidupnya.
Ini waktunya untuk kita...
Saatnya menyelam ke dalam diri, sejauh apa kita yang memegang teguh islam sebagai pedoman hidup untuk nantinya menuju cita-cita tertinggi?
Saatnya bertanya kepada diri, bacaan Qur’an kita sudah sampai mana diperbaiki? :’)
Saatnya bertanya kepada diri, hadist-hadist yang menunjang pedoman hidup kita, sudah berapa banyak yang dihafal dan diamalkan? :’)
Wah banyak jadinya pertanyaan buat diri ini...
Yuk mari kita jawab masing-masing dan muhasabahi diri :’)
Tasikmalaya, 29 Maret 2020
23.58
Hasyyati Marini, S.Pd. > hafidzhoh and teacher wanna be, aamiiiin...