Untuk kalian yang menganggap PILPRES segalanya
Dalam kalamNya, Allah mengkisahkan kepada kita semua bahwa dulu pernah ada negeri Saba’, negeri yang sangat kaya, gemah ripah loh jinawi, pada masanya penduduk negeri Saba' tidak pernah merasa kesulitan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, juga untuk sekedar makan.
Allah mengkisahkan negeri Saba' terdapat dua kebun di kanan dan kirinya, ahli tafsir menjelaskan maksud dari ayat ini adalah negeri Saba' itu sangat kaya dengan hasil pertanian yang melimpah. Lumayan mirip dengan kekayaan pertanian dan perkebunan di Indonesia.
Pada masa itu, teknologi tercanggih adalah pertanian dan perkebunan, maka definisi kaya suatu negeri adalah sangat mudah penduduk negeri untuk mendapatkan makanan dan kemudahan dalam berpergian.
Penduduk Saba' jika ingin mengadakan perjalanan ke tempat yang jauh, tidak merasakan kesulitan. Semua akan terlaksana dengan mudah dengan kekayaan yang dimiliki oleh penduduk dan negerinya.
Tapi, sebagaimana negeri-negeri lain yang pernah berjaya, pernah kaya, pernah berkuasa... Sunnatullaah kehancuran itu pasti terjadi kalau penduduk dalam negeri menzalimi diri sendiri.
Allah mengkisahkan bahwa negeri Saba' hancur karena mereka berpaling, dan Allah kirimkan banjir bandang yang besar. Namun kehancuran negeri Saba’ tak hanya sampai disitu.
Allah menerangkan bahwa Allah hancurkan negeri Saba' sehancur-negeri hingga negeri Saba' hanya menjadi bahan pembicaraan atau bahan cerita saja.
Negeri Saba' adalah negeri yang kaya, makmur, penduduknya sejahtera, bahkan dalam kekuasaan negeri Saba' selama ratusan tahun itu, mungkin penduduk negeri Saba' saat itu tidak akan pernah menyangka bahwa negeri Saba' akan hilang.
Namun, bukan kalamullaah kalau tidak memberikan kita peringatan, bukan?
Bahwa jika dalam satu masyarakat sudah banyak yang berpaling dari kebenaran, hingga sulit untuk sepakat membedakan yang benar dan yang salah sunnatullaah pasti terjadi.
Rasa-rasanya mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini.
Akankah Indonesia juga menjadi sebuah negeri yang hanya tgl cerita? Bahwa dulu pernah ada sebuah negeri yang kaya sumber daya alamnya, kaya komoditas pangannya, sumber daya mineral nya, juga beragam suku dan ras penduduknya.
Akankah Indonesia hilang?
Mungkin dengan segala problematika dalam negeri, nasib umat muslim di dunia global, perang yang tak kunjung usai, kemiskinan yang sepertinya mewarisi tiap insan yang akan mewarisi negeri ini, mungkin kita pernah merasa gelisah, namun juga kewalahan, tak tau harus berbuat apa.
"Saya yang cuma karyawan bisa apa?"
"Saya yang cuma mahasiswa bisa apa?"
"Saya yang Ibu Rumah Tangga bisa apa?”
Bisa apa kita untuk negeri ini, untuk umat ini, untuk kebangkitan Islam?
Sedangkan diluar sana banyak banget orang yang tidak peduli dengan kemaslahatan orang banyak dan mengambil jatah untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Terlalu banyak masalah yang kita lihat, terlalu besar.
Ketidakadilan yang dipertontonkan, kemiskinan yang merajalela, ketidakmampuan bangsa untuk menjaga kedaulatan, dan yang paling segar adalah masalah PILPRES 2019.
Ketahuilah, PILPRES HANYA AKAN MENJADI AKHIR DARI SEGALANYA, KALAU UMAT TIDAK MEMILIKI AGENDA.
Maka bersabarlah, bersyukurlah.
Bersabarlah dalam menghadapi kondisi krisis.
Kemenangan bukanlah berarti telah tercapai segala apa yang kita inginkan. Namun, kekalahan pasti dikarenakan ada asbab yg sebenarnya dalam jangkauan kita tapi belum kita optimalkan.
Bersyukurlah dalam menghadapi kondisi krisis.
Bersyukur adalah bagaimana kita tetap mampu menemukan nikmat dalam krisis dan nikmat dalam mengatasi krisis. Memanifestasikan seluruh nikmat Allah dengan syukur, nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat masa muda.
Bersabar dan bersyukur bukanlah hal yang mudah, maka kita harus terus mengEVALUASI sabar dan syukur kita setiap harinya.
ENDGAME untuk kita bukanlah PILPRES. Karena ENDGAME (untuk) kita adalah KIAMAT.
Sedangkan perjalanan sebuah peradaban itu teramat panjang, kalau bukan dengan sabar dan syukur kita takkan bertahan.
Muslim harus memiliki agenda dengan tujuan agar keturunan kita di masa depan TIDAK MEWARISI permasalahan yang sama. Kita lah yang menentukan apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka makan, apa yang mereka baca.
Jangan menjadi umat yang inferior, karena yang sekarang sedang berkuasa itu baru mau 200 tahun berkuasa dan sepertinya akan hancur sebelum 200 tahun.
Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman. (HR. Muslim no. 49)
Maksimalkan kapasitas kita sesuai peran, masalah umat terlalu besar, terlalu banyak, tangan kita kecil tapi jangan sampai tidak mengambil peran.
Fokus dengan peran masing-masing. :)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tadabbur QS Saba’ ayat 15-19.
Jakarta, Ramadhan 1440 H Semoga kita mendapatkan lailatul Qadr. Jangan lupa mendoakan negeri ini, mendoakan umat Islam. Semoga semua amal kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah. Mohon maaf lahir dan bathin.
















