" Modal nikah yang paling utama bukan ilmu, uang, dan lainnya tapi : Sabar, sabar, dan sabar. "
Banyak hal dalam pernikahan yang tak akan terduga yang hanya bisa diselesaikan dengan sabar, dan sabar.
taylor price
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
DEAR READER

⁂
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

JVL
will byers stan first human second
occasionally subtle

if i look back, i am lost

Andulka

★
Cosmic Funnies
Xuebing Du



❣ Chile in a Photography ❣

Love Begins

Kiana Khansmith
seen from Austria

seen from Australia
seen from Kazakhstan
seen from Moldova

seen from Moldova
seen from Moldova

seen from Moldova
seen from Bangladesh

seen from China

seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Iraq
seen from United States
seen from United States
@menulislahkamu
" Modal nikah yang paling utama bukan ilmu, uang, dan lainnya tapi : Sabar, sabar, dan sabar. "
Banyak hal dalam pernikahan yang tak akan terduga yang hanya bisa diselesaikan dengan sabar, dan sabar.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ini gak lebih membingungkan dibandingkan pengalamanku ikut kajian tentang menstruasi yg feminis adakan sih. Mereka bilang gini, "Yang menstruasi itu gak cuma perempuan looooh~~". Aku langsung face palm dan bergumam, "apa sih maksudnya ini? Hadeh banget" "Iyaa, menstruasi itu terjadi di banyak gender. Temen-temen kita yang transmale (trans dari female to male) itu juga mens loh..." HYAAAAH... Terseraaah, ku kira judul pembahasan sudah ilmiah isinya bakalan ilmiah juga. LOL #thisisgender #catatankofi
Tubuhmu, bukan milikmu sayang. Melainkan milik Allah. Penjagaan dan perawatan yang kamu lakukan kepada tubuhmu itu juga gak bisa sesuai kehendak hatimu, harus dengan ketentuan Allah. :)
Al Qur’an bukan produk budaya ya, Gaes. :)
#thisisgender #catatankofi
Sesuatu yang lebih jelek dari sering lupa hafalan Al-Quran adalah putus asa menghafal Al-Quran dan tidak pernah mengulangnya sama sekali
~ Quotes are not mine
Tuh, jangan menyerah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Out of Control
Apa sih yang benar-benar bisa kita kendalikan ?
Mukjizat adalah apa yang di luar kendali manusia. Berarti semua semesta ini mukjizat kalau seperti itu definisinya. Mari kita lihat satu per satu.
Apakah matahari terbit dan tenggelam dikendalikan manusia ? Apakah lempeng bumi yang tertahan gunung-gunung tak bergerak secara liar dikendalikan manusia ? Apakah biji-biji pohon yang membelah tanah dan tumbuh benar-benar dikendalikan manusia 24 jam dalam sehari ? Apakah hujan, air laut dikendalikan manusia ? Apakah udara, oksigen, angin, dikendalikan manusia ? Apakah ikan-ikan berenang ke sana ke mari menjadi rezeki manusia dikendalikan manusia ?
Itu terlalu jauh. Apakah kedipan matamu benar-benar kau kendalikan ? Apakah detak jantungmu di bawah kendalimu atau dia yang mengendalikanmu ? Apakah kau bisa menahan uban agar tak tumbuh ? Kulit agar tak mengkerut ?
Beberapa hal manusia terlibat dalam rekayasa alam tetapi itu ilmu yang sedikit sekali. Manusia menangkap ikan di laut tapi tak pernah merawatnya. Manusia menyirami dan memupuk tanaman tapi tak menumbuhkannya, manusia bisa merekayasa hujan sesekali, tapi tak benar-benar bisa mengaturnya setiap hari. Bahkan, manusia tak bisa menahan rasa kantuknya.
Jadi, mana kehidupan ini yang bukan karunia dan mukjizat ?
Kontradiksi Fiqh LGBT
Memaksakan LGBT diterima secara fiqh oleh para pegiat HAM menimbulkan kontradiksi hukum.
Ambil contoh, seseorang yang mengoperasi kelaminnya dari laki-laki ke perempuan. Apa status fikihnya. Apa dia shalat di barisan laki-laki atau perempuan ? Apakah operasi kelamin otomatis dia jadi perempuan ? Apakah dia haidh yang boleh tak puasa ? Apakah dia punya rahim dan bisa nifas ? Apakah dia memiliki air susu ? Apakah kumisnya tak bisa tumbuh lagi sehingga disunnahkan dicukur tiap jum'at ? Apakah lantas secara hormonal berubah setelah operasi dst.
Hakikatnya, operasi kelamin tak merubah status apa pun karena semua sistem tubuhnya laki-laki. Kelaminnya pun bukanlah benar-benar - maaf- kelamin perempuan yang kena hukum bersuci saat keputihan, haidh, dst. Tetap kelamin laki-laki hanya dibuat mirip perempuan.
Jadi memang sulit manusia itu benar-benar melawan fitrahnya, manipulasi bisa tapi jadinya palsu. Saran saya, dah taubat ajalah. Mumpung masih dikasih nafas.
Dialog Ketuhanan
Ada beberapa dialog menarik tentang ketuhanan di dalam Al-Qur'an, bagaimana Allah s.w.t membantah ketuhanan selain-Nya dengan bahasa sederhana, tetapi telak sekali.
Ibrahim a.s. dan Namrud, ketika ditanya siapa tuhanmu Ibrahim ? Ibrahim menjawab, "Tuhanku yang menghidupkan dan mematikan." Namrud berkata, "aku bisa membiarkan orang hidup dan mematikannya." Melihat logikan Namrud yang sepertinya tidak paham makna "menghidupkan dan mematikan" yang dia maksud, maka beliau mengatakan, "Tuhanku yang menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat...", Namrud pun tercekat.
Musa dan Fir'aun, saat Fir'aun minta dijelaskan siapa tuhan Musa a.s, Musa a.s. menjawab, "Tuhanku adalah tuhan langit dan bumi.. " Dalam pengalaman Fir'aun tuhan di bumi sejauh dia tahu (di Mesir) saja adalah dia. Maka dia memerintahkan Haman agar membangun tangga agar dia bisa siapa tuhan Musa a.s. Melihat Fir'aun sepertinya tak memahami logika Musa a.s maka Musa a.s. merubah redaksi, "Tuhanku adalah tuhanmu dan tuhan leluhurmu..." Dalil Musa a.s ini menyentak, banyak keluarga Fir'aun yang masuk Islam. Bagaimana tidak ? Kalau Fir'aun adalah Tuhan, lalu bagaimana dengan Ayah dan kakek2 Fir'aun ? Berarti mereka belum memiliki tuhan sebab tuhannya datang terlambat.
Begitulah Al-Quran, singkat, sederhana, tapi sangat bernas. Saat membantah ketuhanan Isa a.s, Al-Quran hanya menyebut: Dia (Isa a.s) dan ibunya itu memakan makanan. Kita tak bisa membayangkan tuhan yang lapar dan ikut membeli makan di warung ya ?
10 karakter #muslim #TANGGUH
@ayolebihbaik
Pandangan mata selalu menipu, Sabit dan Purnama sejatinya sama: cahayanya, bundarnya. Bila kita memandang cerita dunia dengan pandangan mata maka kita akan katakan, bahwa purnama lebih sempurna cahayanya. Tapi bila kita memandangnya dengan ilmu, maka kita akan katakan itu hanyalah seberapa besar tabir yang menutupinya, Sabit dan Purnama tak pernah berbeda. Karena itulah Khidir a.s katakan pada Musa a.s "Bagaimana engkau bisa sabar atas apa yang kau tak miliki ilmu tentangnya ?"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Untuk kalian yang menganggap PILPRES segalanya
Dalam kalamNya, Allah mengkisahkan kepada kita semua bahwa dulu pernah ada negeri Saba’, negeri yang sangat kaya, gemah ripah loh jinawi, pada masanya penduduk negeri Saba' tidak pernah merasa kesulitan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, juga untuk sekedar makan.
Allah mengkisahkan negeri Saba' terdapat dua kebun di kanan dan kirinya, ahli tafsir menjelaskan maksud dari ayat ini adalah negeri Saba' itu sangat kaya dengan hasil pertanian yang melimpah. Lumayan mirip dengan kekayaan pertanian dan perkebunan di Indonesia.
Pada masa itu, teknologi tercanggih adalah pertanian dan perkebunan, maka definisi kaya suatu negeri adalah sangat mudah penduduk negeri untuk mendapatkan makanan dan kemudahan dalam berpergian.
Penduduk Saba' jika ingin mengadakan perjalanan ke tempat yang jauh, tidak merasakan kesulitan. Semua akan terlaksana dengan mudah dengan kekayaan yang dimiliki oleh penduduk dan negerinya.
Tapi, sebagaimana negeri-negeri lain yang pernah berjaya, pernah kaya, pernah berkuasa... Sunnatullaah kehancuran itu pasti terjadi kalau penduduk dalam negeri menzalimi diri sendiri.
Allah mengkisahkan bahwa negeri Saba' hancur karena mereka berpaling, dan Allah kirimkan banjir bandang yang besar. Namun kehancuran negeri Saba’ tak hanya sampai disitu.
Allah menerangkan bahwa Allah hancurkan negeri Saba' sehancur-negeri hingga negeri Saba' hanya menjadi bahan pembicaraan atau bahan cerita saja.
Negeri Saba' adalah negeri yang kaya, makmur, penduduknya sejahtera, bahkan dalam kekuasaan negeri Saba' selama ratusan tahun itu, mungkin penduduk negeri Saba' saat itu tidak akan pernah menyangka bahwa negeri Saba' akan hilang.
Namun, bukan kalamullaah kalau tidak memberikan kita peringatan, bukan?
Bahwa jika dalam satu masyarakat sudah banyak yang berpaling dari kebenaran, hingga sulit untuk sepakat membedakan yang benar dan yang salah sunnatullaah pasti terjadi.
Rasa-rasanya mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini.
Akankah Indonesia juga menjadi sebuah negeri yang hanya tgl cerita? Bahwa dulu pernah ada sebuah negeri yang kaya sumber daya alamnya, kaya komoditas pangannya, sumber daya mineral nya, juga beragam suku dan ras penduduknya.
Akankah Indonesia hilang?
Mungkin dengan segala problematika dalam negeri, nasib umat muslim di dunia global, perang yang tak kunjung usai, kemiskinan yang sepertinya mewarisi tiap insan yang akan mewarisi negeri ini, mungkin kita pernah merasa gelisah, namun juga kewalahan, tak tau harus berbuat apa.
"Saya yang cuma karyawan bisa apa?"
"Saya yang cuma mahasiswa bisa apa?"
"Saya yang Ibu Rumah Tangga bisa apa?”
Bisa apa kita untuk negeri ini, untuk umat ini, untuk kebangkitan Islam?
Sedangkan diluar sana banyak banget orang yang tidak peduli dengan kemaslahatan orang banyak dan mengambil jatah untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Terlalu banyak masalah yang kita lihat, terlalu besar.
Ketidakadilan yang dipertontonkan, kemiskinan yang merajalela, ketidakmampuan bangsa untuk menjaga kedaulatan, dan yang paling segar adalah masalah PILPRES 2019.
Ketahuilah, PILPRES HANYA AKAN MENJADI AKHIR DARI SEGALANYA, KALAU UMAT TIDAK MEMILIKI AGENDA.
Maka bersabarlah, bersyukurlah.
Bersabarlah dalam menghadapi kondisi krisis.
Kemenangan bukanlah berarti telah tercapai segala apa yang kita inginkan. Namun, kekalahan pasti dikarenakan ada asbab yg sebenarnya dalam jangkauan kita tapi belum kita optimalkan.
Bersyukurlah dalam menghadapi kondisi krisis.
Bersyukur adalah bagaimana kita tetap mampu menemukan nikmat dalam krisis dan nikmat dalam mengatasi krisis. Memanifestasikan seluruh nikmat Allah dengan syukur, nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat masa muda.
Bersabar dan bersyukur bukanlah hal yang mudah, maka kita harus terus mengEVALUASI sabar dan syukur kita setiap harinya.
ENDGAME untuk kita bukanlah PILPRES. Karena ENDGAME (untuk) kita adalah KIAMAT.
Sedangkan perjalanan sebuah peradaban itu teramat panjang, kalau bukan dengan sabar dan syukur kita takkan bertahan.
Muslim harus memiliki agenda dengan tujuan agar keturunan kita di masa depan TIDAK MEWARISI permasalahan yang sama. Kita lah yang menentukan apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka makan, apa yang mereka baca.
Jangan menjadi umat yang inferior, karena yang sekarang sedang berkuasa itu baru mau 200 tahun berkuasa dan sepertinya akan hancur sebelum 200 tahun.
Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman. (HR. Muslim no. 49)
Maksimalkan kapasitas kita sesuai peran, masalah umat terlalu besar, terlalu banyak, tangan kita kecil tapi jangan sampai tidak mengambil peran.
Fokus dengan peran masing-masing. :)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tadabbur QS Saba’ ayat 15-19.
Jakarta, Ramadhan 1440 H Semoga kita mendapatkan lailatul Qadr. Jangan lupa mendoakan negeri ini, mendoakan umat Islam. Semoga semua amal kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah. Mohon maaf lahir dan bathin.
Duhai, alangkah anehnya perbuatan menyia-nyiakan setiap detik waktu di dunia. Padahal, setiap satu tasbih akan ditanam untuknya satu pohon kurma yang bisa dimakan sepanjang masa di dalam surga.
Lihat: Ibnul Jauzi, Shaid al-Khatir, 1/110, al-Maktabah al-Syamilah (via nakindonesia)
“If you have an ounce of Imaan you will not let this message pass you by”
Donate Now at (x) to help send financial aid inside Ghouta.
Darimana Kita Memulai Untuk Mentadabburi Sejarah Islam?
@edgarhamas
Beberapa waktu lalu, saya membuat Instagram Story tentang “3 Hal yang Menjadikan Sejarah Islam Inspirasi Hidupmu”, dan banyak teman-teman yang kemudian menanyakan, bukan bermaksud apa-apa, namun mereka merasa nyaman dengan sajian tadabbur sejarah yang sering kami tulis. Alhamdulillah.
Saya ingin sampaikan kepada teman-teman, mentadabburi sejarah itu seperti nonton film atau membaca novel. Bedanya, yang ini kenyataan, dan lebih menginspirasi. Permasalahannya adalah, masih sedikit sejarawan muslim yang menyajikan konten-konten sejarah dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Pun, banyak sekali sejarawan ini yang berfokus tentang hal yang bertele-tele, seperti tanggal dan tahun yang begitu banyak, tokoh yang begitu rumit dikenali, dan pemilihan bahasan yang terlalu berat, seperti konflik kerajaan, politik, silsilah, dan banyak lagi; walaupun sebenarnya itu penting, namun takutnya, kita malah kehilangan hikmahnya.
Maka dari itu, izinkan dalam tulisan ini, saya ingin mengusulkan poin-poin, yang saya menikmatinya, tentang bagaimana dan darimana kita akan asyik mentadabburi sejarah.
Pertama, Mulailah dari Rasulullah ﷺ
Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ itu, cool banget. Sangat menginspirasi. Hanya dalam waktu 22 tahun, seorang lelaki di kota tengah padang pasir Arabia, menjadi tokoh yang dikagumi oleh bangsa-bangsa di penjuru bumi.
Bacalah karakter Rasulullah ﷺ, kehebatannya, sifat-sifat beliau ﷺ yang diabadikan dalam Al Qur'an dan hadits. Penting: bacalah dengan sudut pandang kamu ingin mengenal seseorang yang kamu sangat menggemarinya. Buku-buku karya Ust Salim A Fillah akan menemanimu mengenal Rasulullah ﷺ dengan lebih bersahabat.
Kedua, kenali 10 Shahabat yang Dijamin Masuk Surga
Generasi Shahabat itu ada 100 ribu. Semuanya hebat-hebat, semuanya keren-keren, semuanya menggugah. Namun, ringkasannya bisa kamu dapatkan pada 10 sahabat yang dijamin masuk Surga. Mereka bukan nabi, bukan juga rasul, namun karakter dan perjalanan hidupnya akan mengilhami siapapun yang membacanya.
Seorang bisnisman akan nge-fans dengan Utsman bin Affan atau Abdurrahman bin Auf. Seorang aktivis pasti suka dengan gaya Umar yang jenius dan Abu Bakar yang prestatif. Seorang ilmuwan pasti akan jatuh cinta pada kehebatan Ali menganalisa dan menghasilkan fatwa. Dan masih banyak lagi.
Saya jatuh cinta pada 10 Shahabat ini ketika buku “10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga” yang ditulis oleh Muhammad Ahmad Isa. Tidak tebal, tapi bagus sekali penyampaiannya.
Ketiga, generasi sahabat pada umumnya.
Selain 10 sahabat yang dijamin masuk surga, masih sangat banyak sahabat-sahabat Rasulullah yang membuat saya pribadi tergugah untuk selalu menjadi pribadi yang hebat. Salman Al Farisi misalnya, sang pencari kebenaran. Bilal misalnya, seorang yang kokoh dalam keyakinan. Khalid bin Walid, The Warrior. Amr bin Ash, sang diplomat ulung.
Untuk membacanya, selalu, buku yang saya usulkan ke teman-teman adalah Biografi 60 Shahabat Rasulullah ﷺ karya Khalid Muhammad Khalid.
Keempat, tentang Pahlawan-pahlawan Islam sepeninggal Rasulullah.
Ini dia, yang masih harus banyak digarap oleh para sejarawan muslim. Generasi emas umat Islam tidak hanya menjadi gelar sahabat saja. Nyatanya, para pahlawan yang hidup di zaman keemasan Islam adalah tokoh-tokoh yang sangat enerjik dan mengagumkan. Seperti Imam Syafi'i, Nizamul Mulk, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, dan banyak lagi.
Ada banyak buku-buku yang membahas tentang pahlawan Islam ini, saya tidak bisa memilihkan salah satunya, sebab saya masih jatuh cinta pada buku “Miah Udzama Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Tarikh” (100 Tokoh Umat Islam yang Mengubah Sejarah) karya Jihad Turbani.
Entah, sampai sekarang belum ada yang menerjemahkan, atau apa saya yang tidak tahu. Sebenarnya ada penerbit yang sudah menerjemahkan, namun belakangan diketahui belum minta izin ke Jihad Turbani. Ah, sayang sekali.
Teman-teman tapi masih bisa melihat terjemahan video-video Jihad Turbani dalam channel YouTube beliau, (جهاد الترباني) insyallah ada yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia walaupun belum semuanya.
Kelima, tentang Peradaban Islam
Teman-teman, kamu mungkin belum sepenuhnya percaya, dulu itu orang-orang Eropa disebut gaul kalo mereka pake bahasa Arab. Dulu itu, mata uang Islam jadi mata uang internasional, kapal-kapal kita ada di pelabuhan Italia, Inggris dan Perancis. Amerika Serikat pernah membayar pajak pada negeri Islam 70 tahun lamanya.
Darimana kita mengetahui itu? Dari bacaan-bacaan kita tentang peradaban Islam. Sejauh ini, pembahasan ini sangatlah sedikit dan masih perlu dikembangkan. Saya bertekad bisa mewujudkannya. Doakan yaa.
Namun, sebagai pembuka, teman-teman bisa membaca buku “Lost Islamic History” karya Firas Al Khateeb yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Banyak juha channel-channel YouTube yang membahas tentang peradaban Islam yang hebat ini. Search saja dengan keyword yang tepat.
Masih sangat banyak, fakta-fakta hebat Sejarah Islam yang jika kita mentadabburinya, akan membuat kita benar-benar bangga menjadi muslim, membuat kita bangun dari amnesia 500 tahun ini, dan kembali merebut takdir kemenangan kita.
3 Kunci
Setidaknya, ada tiga hal terpenting dalam proses menghafal Al-Quran;
1. Meninggalkan Maksiat
Al-Quran itu isinya baik, diturunkan oleh yang Mahabaik melalui perantara malaikat yang terbaik kepada manusia yang perfek. Sedangkan maksiat itu buruk, lantas apakah (+ x - = +) ?
Tentu tidak! Kesimpulan sederhananya, yang baik tidak akan bersatu dengan yang buruk.
Mungkin ada yang terbersit di benaknya, “perasaan, saya walaupun maksiat juga tetap bisa menghafal, bahkan terkadang bisa jadi lebih cepat.” Suatu kali guru kami pernah menasihati, “nikmat itu didapat oleh dua orang; orang yang dekat dengan Allah, dan orang yang kufur. Nikmat yang diberikan kepada orang pertama sebagai bentuk penghargaan dan kasih sayang, dan nikmat kepada orang kedua sebagai bentuk istidraj (nikmat yang disegerakan).”
Dan tentu bisa menghafal Al-Quran merupakan nikmat yang teramat besar. Maka bagaimana kau ingin menjemputnya?
“Sungguh aku melihat bahwasanya Allah telah menganugerahi cahaya kepada hatimu” ucap Imam Malik kepada Imam Syafi'i, “maka jangan kau padamkan dengan maksiat” lanjutnya.
2. Shalat Malam
Selain merupakan amalan Sunnah yang paling dicintai, shalat malam menjadi parameter kesungguhan seorang hamba, bagaimana tidak? Ketika orang lain terlelap dalam tidurnya, orang ini bangun berwudhu dan melaksanakan shalat, dan ada pula keikhlasan yang nyata walau tak seorang pun yang melihatnya.
“Kesehatanku telah pergi, tulangku sudah melemah, tetapi sesungguhnya jikalau diriku bangun untuk sholat malam, tidaklah aku membaca melainkan surat Al-Baqarah dan Ali-Imran”, ucap seorang alim.
Terkadang malu terhadap mereka yang sudah terlihat lemah, tapi nyatanya mereka lah yang lemah yang tak mampu untuk melaksanakan shalat malam.
3. Doa
Secerdas apapun dirimu, jangan lupa untuk selalu sertakan Allah dalam segala urusanmu, terkhusus dalam urusan menghafal Al-Quran, karena begitu banyak tantangan pada prosesnya, dan tidak akan ada kemudahan melainkan dari pada-Nya.
“Mintalah kemudahan pada setiap urusan, bahkan ketika hanya ingin memakai sendal jepit” pesan Aisyah Radhiyallahu ‘Anha “karena hal itu tidak akan menjadi mudah jika Allah tak memudahkannya.”
Berdoalah karena ada keberkahan pada setiap yang dipinta, ada ketenangan pada setiap kata yang diucap, dan tak ada kerugian selama mengharap kepada-Nya. Dan pada proses menghafal ini mintalah agar Allah memudahkan dirimu dalam mengafal, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dan menjadikanmu diantara hamba- hamba-Nya yang istiqomah.
@ismailshodiq

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
كم من مجهول في الأرض
Betapa banyak manusia tak dikenal di antara manusia
مشهور في السماء
Tapi ia adalah artisnya alam langit
وكم من مشهور في الأرض
Dan, betapa banyak orang populer di alam dunia
مجهول في السماء
Tapi, ia, bukan siapa-siapa di alam langit
المعيار التقوى وليس الأقوى!
Sebab parameternya adalah takwa, bukan siapa yang paling perkasa!
أعظم ما قيل | translated by @edgarhamas
Ketika Al Quran Menyentuh Hatimu
@edgarhamas
(disampaikan dalam Kajian Online One Day One Lembar -ODOL- yang dirintis oleh Alumni Alfa Centauri, Sabtu 17 Februari 2018)
Mendiskusikan tentang Al Quran itu, mudah. Namun mengubah sudut pandang kita lebih jernih terhadap Al Quran, itu adalah sebuah pekerjaan yang besar. Sama-sama Al Quran, namun cara pandang pembacanya lah yang menentukan apakah ia dihargai, atau dijadikan properti penghias rumah saja.
Itulah yang saya katakan kepada Mas Farras ketika diminta mengisi Kajian Online ini. Jujur, saya bukan orang yang bisa menjelaskan keutamaan-keutamaan para pembaca Al Quran dengan sederet dalil naqli dan hadits shahih. Sebab sudah banyak buku yang membahasnya.
Saya ingin menjernikan sudut pandang kita, melemaskan sedikit sendi-sendi cara berpikir kita untuk melihat lebih nyata; Al Quran itu bukan sekadar bait-bait tulisan arab yang diterjemahkan. Ia, ada semesta di dalamnya. Ada peradaban di dalamnya. Ada manusia, bumi, dan waktu di dalamnya.
Kota Pertama; Ternyata Inilah Resep Rahasia Kita
Setiap orang, negeri, dan peradaban yang besar, selalu punya resep rahasia yang membuatnya agung. Bukan sekedar keberuntungan semata, bukan juga karena mereka tertakdirkan sejak awal untuk menjadi besar. Semua kehebatan mereka, selalu ada resep khususnya.
Peradaban Barat, baru terbit sekitar 500-an tahun yang lalu. Belum lama. Mereka menjadi semaju yang kita lihat karena etos kerja mereka dan kreativitas yang tinggi. Banyak penemuan-penemuan dihasilkan, karena mereka punya semangat ingin lahir kembali sebagai peradaban unggul sebagaimana nenek moyangnya, Romawi berkiprah dalam sejarah manusia. Itulah resep rahasia mereka.
Jepang, umur kejayaannya tidak jauh berbeda dari Barat, 500-an tahun, dengan resep rahasia berupa kedisiplinan tingkat tinggi dan kecepatan mereka, selalu membuat orang-orang terpana. Ketika tahun 1900-an, Amerika membuat kapal selam dalam waktu 24 bulan, Jepang bisa membuat yang lebih bagus dalam waktu 8 bulan. Hingga kini bahkan, isunya, Jepang sudah membuat teknologi yang siap diluncurkan tahun 2025. Cepat dan cekatan.
Dan pada mereka semua, kita silau terpana. Seakan-akan merekalah peradaban termaju sepanjang sejarah. Efeknya kemudian; kita menirunya mati-matian, mengagungkannya bahkan kadang dengan berlebihan.
Padahal, mereka ini iri dengan kita, mereka juga mengambil dari kita. kejayaan mereka hari ini, mereka mengambilnya dari resep rahasia kita, tak semuanya, namun tiba-tiba, mereka tampil jadi raja.
Resep Rahasia itu adalah Al Quran,
yang sejak dulu Allah sudah mewanti-wanti kita untuk waspada, “Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS Fushhilat 26)
Nyata. Mereka ingin kita tak memahami resep rahasia kita sendiri. Kenapa? Mereka ingin kita tetap tunduk malu, padahal kita umat agung. Mereka ingin kita terbaring lemas, padahal kita adalah kesatria.
Dan karena merea trauma; ketika resep rahasia ini kita pahami, kita memimpin dunia 1200 tahun lamanya, menguasai 2/3 dunia dengan keadilan, memimpin bangsa-bangsa di seluruh dunia. MasyaAllah
Adakah kau lupa
Kita pernah berjaya
Adakah kau lupa
Kita pernah berkuasa
Memayungi dua pertiga dunia
Merentas benua melayar samudera
Keimanan juga ketaqwaan
Rahasia mereka capai kejayaan
Kota Kedua; Selama Ini Kita Salah Menakar Kehebatannya
Ada 3 hal yang membuat kita membeningkan sudut pandang kita terhadap Al Quran.
Pertama, jika alam semesta ini adalah stage pertunjukan, tentu ia membutuhkan naskah skenario terbaik bagi siapapun yang ingin jadi pemeran utama. Kebanyakan pemeran tidak menemukan skenario itu, akhirnya mereka mencoba membuat sendiri, dan hasilnya; gagal. Ternyata, naskah pemeran utama itu ada di tanganmu. You know what? Al Quran. (Lihat As Syuraa’ ayat 52)
Kedua, kok Amerika Serikat keren banget ya? Jangan salah, mereka habiskan 300 tahun supaya bisa sehebat itu. Kok Eropa bisa semegah itu ya? Wajar, mereka habiskan 500 tahun sampai menjadi negeri penguasa.
Tetapi… Ada, dalam sejarah manusia, peradaban yang muncul tiba-tiba, dan 30 tahun saja bisa langsung menjadi penguasa 1/3 dunia. You know who? Ya. Peradaban Islam.
Kamu tahu rahasianya apa? Al Quran.
“Sesungguhnya Allah mengagungkan sebuah kaum dengan Al Qur’an, dan menghinakan sebagian kaum karena Al Qur’an”, sabda Rasulullah sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Maksudnya, siapapun bangsa berpegang pada Al Quran, pasti berjaya. Dan siapa yang meninggalkan Al Quran, pasti terhina.
Ketiga, izinkan saya bertanya, apakah kamu paham tulisan orang Indonesia 200 tahun sebelum 2018? Tentu susah, sebab banyak sekali perubahan yang terjadi. Kemarin saya tanya orang Rusia, apakah ada tulisan orang Rusia 100 tahun lalu yang ia pahami? Dia menjawab, “tidak, selalu ada perkembangan kosakata dan perubahan berkali-kali.” Lalu, bagaimana kamu bisa tidak takjub dengan Al Quran, bertahan dengan keasliannya selama 1439 tahun lamanya! Ini sangat menunjukkan ada “invisible hand” kekuatan Mahadahsyat yang menjamin keaslian Al Quran sampai kelak mentari terbit dari barat.
Dan ternyata, ketiika kamu memahami kehebatannya, kamu akan benar-benar bangga bisa memiliki dan memeluknya erat. Ya, kamu dapat kesempatan emas untuk menjadi sesuatu yang spesial, dan istimewa.
***
Sama-sama membaca Al Quran, namun tentu akan berbeda antara kita yang masih awam, dan mereka yang telah memahami makna dan tafsirnya.
Mereka yang memahami Al Quran, memaknainya sebagai hadiah terindah dari Dzat yang Mahapenyayang, bukan sekadar lembar tebal yang bertulis aksara arab.
Apa yang membedakan kita dan mereka? Cara pandang. Bagaimana membeningkan cara pandang kita dalam memaknai itu semua? Jawabnya; ilmu pengetahuan dan perenungan.
***
Kota Ketiga; 5 Model Manusia Muslim Membersamai Al Quran
“Ada 5 tingkatan seseorang ketika ia berinteraksi dengan Al-Qur'an”, nasihat seorang Guru.
Pertama, Talaffudz, sekadar membaca tanpa mesti mengetahui arti ayat. Ini dia yang menjadikan Al-Quran istimewa. Ia, dibaca dengan lisan mendatangkan pahala, paham atau tak paham. Suatu zaman Imam Ahmad bermimpi bertemu Allah kemudian menanyakan, “Apa amalan terbaik yang bisa mendekatkan hamba pada-Mu?” “Membaca Al-Qur'an, faham ataupun tidak”, itu jawab-Nya. Terukir indah di buku Siyar A'lam An-Nubala’.
Kedua, Tafahum, ketika kita memahami apa yang diutarakan mutiara keajaiban Al-Quran. Memahaminya butuh perangkat, mulai dari mengilmui bahasa Arab, Ilmu Tafsirnya, Nasikh Mansukh, hingga ke akarnya.
Ketiga, Tadabbur, ketika apa yang kita baca begitu meresap dalam jiwa. Dibaca ayat surga begitu rindu menujunya, dibaca ayat siksa begitu gemetar memaknainya. Bila sampai pada tingkat ini, jiwa benar-benar mendapat gizinya, mata air segar di tengah badai pasir kehidupan.
Keempat, Tafakkur, inilah ketika kita sahabati Al-Quran, kemudian melahirkan ilmu-ilmu megah nan menginspirasi. Al-Quran ini menjadi mata air ide dan ilham. Bagi para Ekonom ia dapatkan kaidah sistem ekonomi madani. Bagi Saintis akan menemukan kaidah permulaan semesta. Tafakkur inilah yang kini memudar dari jatidiri ummat kita.
Kelima, Tanfidz. Melaksanakan. Apapun yang ada dalam Al-Quran, akan menjadi gempita indah jika tangan dan kaki kita melakukan apa yang Quran bimbingkan. Itulah tingkat para Sahabat Rasul, memastikan setiap ayat yang turun mesti mereka laksanakan tanpa basa-basi.
Dan lihat, para penghuni gurun itu akhirnya menjadi penguasa Persia dan Romawi. Memimpin dunia dengan keadilan madani, abadi sebagai kebenaran sejati.
Kota Keempat; Dan Bagaimana Ia Menyentuh Hatimu?
Pertama, Al Qira’ah Li Ajlil Ma’na, Membaca untuk mencari makna.
Ketika kamu mau membaca Al Quran, datangkan juga satu keinginan untuk memahaminya. Itulah mengapa Al Quran terjemahan sangat penting bagi kita yang belum mengerti Bahasa Arab. Memang benar, membacanya tanpa tahu maknanya tetap saja berpahala. Namun, bukankah Al Quran dihadiahkan kepadamu untuk kamu pahami maknanya? Maka, sediakan alat tulis; notebook dan pena, untuk mencatat inspirasi yang kamu dapatkan setelah membaca Al Quran. Dijamin pasti menyenangkan.
Unik memang, kamu membaca satu ayat yang sama, namun inspirasinya bisa berkembang dan terus ada, tak pernah habis. Ayatnya ya tidak berubah, dari dulu sampai sekarang tetap sama, namun ide-ide yang muncul darinya tidak pernah surut. Selalu saja segar.
Padahal ia sudah dikaji miliaran manusia sejak 1400 tahun lalu.
Kedua, An taj’al a’dzam waqtak lil Quran. Berikan waktumu yang terbaik untuk Al Quran, Jangan berikan padanya waktu ecek-ecekmu. Al Quran hanya akan memberikan rahasianya pada mereka yang mengagungkannya.
"Bagaimana mungkin kamu memberi waktu sisa pada Al Quran, padahal Allah bilang tentang Al Quran; Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al Qur'an yang serupa -mutu ayat-ayatnya- lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya”, nasihat Syaikh Ahmad Al Mashry.
Ketiga, At Ta’addub bil Qur’an. Menjaga Adab pada Al Quran. Ini akan sangat nyambung dengan hatimu. Ketika kamu mencintai seseorang, kamu pasti akan menyayanginya dengan tulus. Ketika seseorang suatu hari menyelamatkan nyawa kamu dalam suatu kecelakaan, kamu pasti akan sangat menaruh hormat padanya.
Tentu akan lebih agung caramu mencintai Al Quran, ketika kamu tahu, dia akan datang sebagai sahabatmu di kala mentari sedekat hasta, tak ada pelindung, hanya ada padang luas berisi manusia-manusia yang setiapnya berpikir tentang dirinya sendiri. Ya, mahsyar manusia.
Maka, jagalah adabmu pada ‘penyelamat’ mu di hari tersulit itu. Buat ia bahagia, maka ia akan membahagiakanmu di hari penghakiman kelak.
Dan Kita Sampai di Ujung Dermaga
“Kamu tahu apa yang membuat generasi sahabat Rasulullah menjadi satu-satunya generasi terunik sepanjang peradaban manusia?”, tanya seorang Guru suatu hari.
“Yang saya tahu”, selidik salah satu kawan, “mereka langsung melaksanakan apa kata Al Quran tanpa banyak basa-basi”.
“Baik, itu salah satu jawabannya. Sekarang, apakah kau yakin generasi seperti itu akan terulang di masa depan?”, tanya beliau.
“Saya… saya, ah, nampaknya tidak yakin”, jawabku sembari bingung sendiri.
“Jawaban itu pesimis. Al Quran itu datang dan dicipta untuk umat manusia, dari zaman dulu hingga masa depan tanpa terkecuali. Jika kamu tidak yakin generasi semodel sahabat tidak akan terulang, berarti kamu nampak ragu pada keagungan Al Quran.”
Kami diam, termenung. Lalu tersadar; kami punya kesempatan untuk jadi generasi terbaik. Kami punya.
Wallahu alam.