Cerita Untuk Senja
Prologue
Bersama dengan senja petang itu, langit Venezia memerah. Sang Surya tampak terkantuk-kantuk menenggelamkan diri ke dalam pelukan cakrawala. Dan bersamaan dengan semakin tipisnya jarak antara kopiku dan ampasnya di dalam cangkir, kusampaikan sepatah salam perpisahan kepadanya.
Seraya menyambut kedatangan Rembulan nan penuh romansa.
* * * * *
Sore itu, jam tanganku masih menunjukkan pukul delapan tepat, di tengah hiruk pikuknya Stazione aku mencoba menangkap keindahan yang ditawarkan Santa Lucia kepada kedua buah bola mataku. Pemandangan menakjubkan dari Grande Canale hanya terpisah dari luasnya Piazza Le Roma dengan tempatku berdiri saat ini. Jutaan turis dari berbagai penjuru dunia berbaur bersama kesibukan para Veneziano - sebutan bagi orang-orang asli Venezia.
"Tapi aku bukan mereka.", bisikku pada kota ini.
Ya, aku telah menyeberangi luasnya dua samudera dan besarnya dua benua dari tempatku berasal untuk mencari kehidupan yang baru. Disini, di tempat ini. Kecintaanku pada dunia seni membawa langkah kaki ini untuk menapakkan telapaknya di tanah yang sering disebut orang sebagai tempat paling romantis di atas daratan Italia.
Romansa.
Ironisnya, cinta juga yang membuatku seakan terusir dari tanah kelahiran yang juga begitu aku cintai. Namun begitu, apa siapa dan mengapa, kini tak lagi penting.
"Aku sudah melangkah."
Cerita untuk Senja is the newest serial that Sobekan is offering to you all. So wait for the next chapters!









