Menghitung hari sebelum menginjak usia ke dua puluh lima tahun. Ada banyak hal yang menjadi mimpiku, yang dulu sekali sudah ku susun. Begitu idealisnya aku menginginkan banyak hal di usia seperempat abad itu.
Ingin sukses dengan karirku, ingin menjadi mandiri dan lepas dari tanggung jawab orang tua, ingin menjadi psikolog, ingin menikah dan hidup berumah tangga. Semua mimpi itu sudah ku ciptakan sejak aku berusia empat belas tahun.
Tapi ternyata, sampai hari ini, belum ada satupun yang berhasil ku capai. Semua mimpi dan harapanku untuk usia ke dua puluh lima tahun harus bergeser lagi. 'Ntah kapan hal itu akan terwujud, tapi dalam diamku, semoga semua harapan itu pelan-pelan akan terkabul.
Sampai hari ini, aku bahkan nggak tahu, hidupku akan berjalan kemana. Aku hanya mencoba sebaik dan semampu ku. Aku nggak tahu, kapan waktu akan benar-benar mengabulkan setiap harapanku. Atau justru semua yang terjadi saat ini adalah hal terbaik yang memang dituliskan untukku?
Tapi semoga, apapun jalannya, apapun ujiannya, aku akan sanggup menyelesaikannya hingga tuntas. Semoga, setiap langkah yang sudah ku ambil sejauh ini, adalah bentuk dari ikhtiarku untuk mencapai itu semua.
Semoga, nanti, ketika masanya telah tiba, bahagia akan menjadi jawaban atas segala doa dan harap yang telah dipupuk sejak lama. Semoga, bahagia akan menjadi jawaban atas segala ketakutan yang tak pernah tersalurkan. Pada akhirnya, hidup ini milik-Nya dan pada-Nya lah aku akan kembali.
















