Tuhan, ajarkan aku mencinta tanpa memandang rupa
seen from United States
seen from Switzerland
seen from Argentina

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Romania
seen from Saudi Arabia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Colombia
Tuhan, ajarkan aku mencinta tanpa memandang rupa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kutanyakan sekali lagi kepadanya; segaduh apa, apa segaduh anak anak rindu bermain air disebalik kelopak matanya(?)
SecangkiRindu
Senja selalu memberiku nuansa kesenangan tersendiri
Mengajakmu muncul di sela-sela pergantian petang menuju malam
Keindahan Maha Karya sang Pemilik Semesta patut dinikmati dan diresapi maknanya
Tidak akan habis kata-kata mengubahmu dari segala sudut pandang manapun untuk kutafsirkan dengan kata "wah"
Jika ada yang lebih, itulah dirimu adanya.
- WZ ⚘
"Bernafas di antara kedua ujung jarak yang terbentang antara kau dan aku sungguh tak pernah mudah. Terlebih ketika saat ini aku sadar aku terjaga pagi-pagi dengan perasaan yang jauh berbeda dari hari-hari kemarin. Dengan rindu yang memudar dan tak lagi mekar."
- WZ

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku pernah menjatuhkan hujan Sehingga ciptakan dua sungai di lembah pipi yang tak bermuara dan bahkan petir menikam tepat di tengah dada Ada luka, namun tak ku temui ada darah di sana Ya, sisa hujan semalam belum benar benar nyata keringnya
secangkiRindu
Rindu itu bukan lagi punyanya Aku harus menggambil apa yang menjadi punya ku Kenang itu sudah ku kubur jauh Tak ada lagi hujan Tak ada lagi kaki yang terpasungkan Dia harus tau perkembangan ku Kini aku sedang belajar melangkah Tidak lagi tertatah tatah Merangkak lelah setiap kali hujan tumpah Kini aku sedang belajar melukis senyum Barangkali nanti saja ku tunjukkan kepadanya Ketika aku sudah mampu membuat tawa lebar Seperti dulu, sebelum dia datang lalu pergi meninggalkan Untuk kamu yang meninggalkan Pecayalah bagi ku kau sudah meninggal dalam ingatan tenang saja Rindu untuk hujan tak lagi datang Hujan sisa semalam tak lagi berkumandang Mereka alpa Sisanya telah aku kafankan Sudah ku kubur dalam kenangan Gagak tua itu yang mengajarkan
secangkiRindu
Dulu, aku pernah meniduri masa lalu. Mimpi indah, melukis harap dan menjadikan kami sebagai masing masing rumah. Tempat untuk pulang, tempat untuk berbincang atau bahkan tempat untuk membagi perih berulang ulang. Tapi, itu dulu sebelum hujan di pipi menghampiri. Sungguh ini tidak mudah, aku harus membiarkan hati ku terluka parah, luka menganga tanpa darah dan mata yang kerap kali memerah.
-secangkiRindu