Memori : Tempat Menyimpan Hal Menyenangkan
Hari Jum'at ini dimulai seperti biasanya. Pukul 07.00 pagi mahasiswa-mahasiswi kelas A1 (kode untuk kelas jurusan Akuntansi 1) telah ramai memasuki kelas. Matakuliah satu-satunya di hari ini, Akuntansi Keuangan Menengah 1. Ini sudah saatnya dosen pengajar masuk, tapi sepertinya Pak Ahmad akan memberikan waktu kepada mahasiswa-mahasiswinya untuk sarapan atau sekadar tidur sejenak.
Beberapa dari mereka sibuk mengunyah roti atau onigiri, sarapan instan khas mahasiswa. Selebihnya mereka saling bergosip penuh semangat, membicarakan rumor yang baru beredar di fakultas ini. Namun, Tak sedikit pula yang tertidur lantaran begadang menyelesaikan tugas semalaman.
" Kenapa nggak diundur aja sih jam nya, aku tuh mager kalo kelas pagi." keluh Desi pada sahabatnya yang duduk persis disebelahnya.
" Aku tuh capek ya, semaleman begadang, cuma tidur dua jam. Lah ini dosennya malah telat. Kan kesel!" Sambung Desi dan terus nyerocos.
Anna, sahabatnya itu, tak memberikan respon apapun. Dia sibuk mencoba menelpon seseorang.
"Annaa, kamu nggak dengerin aku ?!" Protesnya setelah mengeluh panjang lebar.
Anna menyadari sahabatnya yang kesal padanya," Aku denger kok, nih telingaku terbuka lebar."
"Pokoknya hari Jum'at tuh paling nyebelin deh!"
" Sabar aja, cuma satu matkul kok. Pak Ahmad tu sengaja telat biar kita bisa sarapan dulu."
Desi terlihat tak terlalu menyetujui pandangan Anna. Baginya, jika terlambat memulai maka akan semakin lama mengakhiri semua ini.
" Kamu nelpon siapa sih? Dari tadi khawatir banget?"
" Ini biasa, si Risky belum keliatan kan? Dia pasti ketiduran."
" Cieeee, yang tiap hari ngebangunin Risky. Fix kamu istriable banget."
Tak lama kemudian seseorang masuk dengan tergopoh-gopoh. Dia seperti baru saja menyelesaikan maraton. Itulah orang yang sedari tadi dihubungi Anna. Risky duduk dibelakang Anna. Napasnya masih tersengal. Anna sengaja tak menghiraukannya.
"Naa, bagi minum dong!" Ucap Risky sembari menata napasnya.
Anna masih diam. Desi yang disebelahnya memberikan kode, kalau Anna ngambek.
Risky tak kehilangan akal, dia menendang nendang kaki kursinya Anna.
"Aiish, apa sih!" ucap Anna sembari berbalik badan.
"Bagi minum," pinta Risky sembari memasang wajah memelas.
Anna memberikan botol minumnya dengan sedikit dibanting," Kenapa nggak jawab telpon aku ?"
"Ya maaf, handphone ku mati. Aku lupa ngecas. Yaaa maafin yaaa, pleaseeee,"
" Besok pasang alarm aja, aku nggak sabar ngebangunin kamu lagi ah."
" Alarm tuh nggak mempan, besok-besok nggak bakal sampe kehabisan batre, nggak aku silent juga, okeee?"
Anna mengangguk sekilas.
Tak lama kemudian Pak Ahmad masuk kelas. Perkuliahan dimulai seperti biasanya. Menyenangkan bagi setiap orang yang suka belajar dan selebihnya terasa membosankan.
Perkuliahan hari ini selesai pukul 11.00. Mahasiswa-mahasiswi kelas A1 berhamburan keluar. Beberapa langsung pulang sendirian atau dengan teman karibnya, selebihnya asyik mengobrol memutuskan akan makan siang dimana.
Anna dan Desi memutuskan akan pergi ke kantin fakultas, mereka belum makan apapun hari ini.
" Naa, temenin ke toilet dulu yuk!"
"Okay."
Toilet cewe dan cowok dilantai itu bersebelahan. Anna menunggu di tempat cuci tangan sembari merapihkan ikatan rambutnya yang mulai berantakan.
Tiba tiba seseorang memanggilnya. Suaranya terdengar berat dan semakin mendekat, seperti hendak masuk. Anna spontan langsung berlari keluar dan mendapati temannya yang hampir melangkah ke pintu.
"Hyaa! Kamu gila!"
Bersambung....
~ Edisi Cerpen. Sebagian kecil kisah nyata dan selebihnya hanya fiksi semata.












