Breaded parasol mushroom, new potatoes, and homemade pickles. Simple, seasonal, and delicious.
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Poland

seen from United States
seen from Estonia
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from Saudi Arabia
seen from South Africa

seen from Poland

seen from Philippines

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Italy
Breaded parasol mushroom, new potatoes, and homemade pickles. Simple, seasonal, and delicious.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
she is so silly
KANIA
I found a lot of czubajka kania :3 im eating it 3 days in a row !
#night #noc #carlight #forest #wood #las #mashrooms #grzyby #kite #kania #trees #drzewa #enchantedforest #zaczarowanylas #uroczysko #autumn #jesień #road #droga #forestroad #drogaprzezlas #magicmashrooms #magic #atmosphere #poland #outdoor #zamiastem #nature #beautifulnature https://www.instagram.com/p/CHD6bB7pfq0/?igshid=1p5gv8uk5p1f2

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Asrul dan Kania
Kania memeluk tubuhnya sendiri dalam balutan selendang tenun. Selendang atau selimut, entahlah. Kain 1x2 meter itu selalu ia bawa setiap bepergian. Angin muson Barat memainkan rambut cokelatnya jadi berantakan, malas membingkai wajah lusuh itu. Asrul di sebelahnya. Tubuhnya yang kurus ditampar-tampar angin, ingin ikut ke manapun bertiup. Mereka duduk di bukit yang menghadap sebuah pantai berpasir putih di pesisir Selatan Jawa. Di depannya, membentang Samudera Hindia, jauh dan dalam, seperti mimpi-mimpi sejoli itu. Musim ini tidak cocok untuk bepergian ke pantai. Bukan masalah bagi Asrul, asalkan Kania yang mengajak. "Rul, kalau kamu punya kesempatan dan waktu yang buaaanyak buat jalan-jalan, mau ke mana?" Kania menarik ujung-ujung rambut yang masuk ke mulutnya sendiri. Angin sialan! "Indonesia Timur, Ya. Cari tahu, benar nggak sih, yang disebut-sebut 'Indonesia' selama ini termasuk mereka-mereka yang di sana atau jangan-jangan orang-orang itu sama sekali nggak merasa di-Indonesia-kan. Makanya aku kepingin ikutan Indonesia Mengajar. Kalau kamu?" Asrul menelengkan kepala, menusuk mata Kania lewat tatapannya. Kania buru-buru mengalihkan pandangan dan membenarkan posisi duduknya. Ia berdeham meski tenggorokannya tidak gatal. "Inggris! Biar bisa lihat kehidupan Princes and Princesses in real life. Menetap di sana aja sekalian kalau bisa. Biar nggak harus repot-repot menegur orang yang nggak bisa antre. Doain aku lolos beasiswanya ya, Rul." Asrul mengangguk. "Rul..." "Hmm?" "Kamu tahu, kan, kita--hubungan ini--nggak akan bisa selamanya?" Asrul mengangguk lagi. "So what do we do, Asrul? Satu-satunya yang sama adalah sifat keras kepala kita. Apa nggak sebaiknya kita sudahi sebelum terlalu jauh, biar nggak sakit-sakit banget gitu?" "Kania, Kania. Pergi dari kamu akan sama saja sakitnya, sekarang atau besok lusa. Kita jalani saja, sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya. Jangan mendahului takdir, ya?" Kania membuka setengah selendangnya. "Kamu nggak kedinginan? Sini..." Asrul beringsut masuk dan merangkul Kania. Selendang dirapatkan. Di depan sana, Cumulonimbus tengah bersiap melahirkan badai.
*
Chandra Wulan (2019)
Slavic Demons: Kania