"Jangan menjadi asing" seperti gunting yang memutus kita dari kata saling.
Walau seingatku—kita tidak pernah benar-benar bisa menjadi asing.
Bukankah, selama ini kita hanya saling mengasingkan diri?Kalau bukan kamu yang pergi, aku sendiri yang menarik diri.
Bukan! bukan karena ingin meninggalkanmu sendiri. Justru karena hatimu sudah ada yang mengisi.
Aku menarik diri seperti yang seringkali orang lain bilang– "Sayang itu tidak harus memiliki".
Aku menarik diri seperti yang seringkali orang lain katakan– "Kalau orang yang kita sayang bahagia pasti kita juga akan ikut bahagia".
Benar adanya, meski taruhannya ada pada sakit yang barangkali tak lagi terkira. Lagipula aku sudah terbiasa dengan itu,bukan?
Dan—pada jarak yang begitu dekat, kamu bisa pulang kapan saja kamu ingin pulang.
Arah jalannya masih sama, seperti kepulanganmu yang sebelum-sebelumnya.
Jangan bilang ini perpisahan, sebagaimana kebanyakan orang bilang—Tidak bersama itu sama saja dengan perpisahan.
Heyy! Sepertinya kamu juga tahu, bahwa kata asing dan perpisahan benar-benar tidak ada dalam kamus sejarah kita.