Di usia mu saat ini yang baru menginjak 5 bulan 5 hari, mungkin Ara belum mengerti tentang apa yang kita lakukan hari ini. Berdiri, berpanas-panasan bersama ribuan orang lainnya untuk mengambil sikap: membela Rohingya.
Yah, Rohingya, etnis minoritas di Myanmar itu, kini membutuhkan dukungan dan pembelaan dari kita semua nak. Pembelaan untuk terbebas dari upaya pembersihan etnis yang hari-hari ini sedang menimpa mereka.
Mereka seperti terpenjara di rumah mereka sendiri. Di negera asalnya tidak diakui. Mencari suaka pun ditolak. Kini, mereka adalah yatim piatu Internasional.
Penderitaan ini bukan kali pertama Ara bagi Rohingya. Tragedi ini terus berulang entah sampai kapan. Dan seolah dunia internasional menutup mata akan kejahatan ini.
Bagaimana mungkin hati nurani, logika sehat dan keimanan kita tidak terketuk nak melihat semua kekejian ini?
Anak-anak seusia mu Ara harus terlunta, terusir dari rumah-rumah mereka.
Harus kehilangan Ayah, Ibu bahkan kakak-kakak mereka karena terbunuh.
Dan pastinya mereka juga terampas masa kecilnya.
Mereka tidak seberuntung kita Ara. Tinggal di negeri yang aman dan menjunjung tinggi kedamaian ini.
Mungkin keputusan Ayah dan Ibun mengajak mu ke tempat dan situasi seperti pagi tadi banyak yang tidak setuju atau bahkan memandang dengan nada sinis.
“ngapain sih bawa anak kecil ke demo-demo gitu“
“ngapain ngajarin anak-anak soal politik sih, mau jadi aktivis tukang demo gedenya?“
Kita punya hak untuk menutup kedua telinga kita dari orang-orang seperti itu nak.
Ayah dan ibun ingin membesarkan Ara dengan cara-cara seperti ini nak. Agar ketika Ara besar nanti, Ara tidak kering hatinya, logikanya dan keimanannya saat menjumpai mereka-mereka yang tertindas.
Agar ketika Ara besar nanti, Ara tidak berat untuk berdiri, berpanas-panas dan tidak ragu bersikap untuk membela mereka yang tertindas.
Karena Ara, hidup kita ini tidak hanya untuk diri kita nak. Hidup kita juga tentang hak orang lain yang melekat dalam diri kita.
Kita berdoa sama-sama yuk: Semoga konflik yang menimpa Rohingya segera mereda.
Terima kasih untuk hari ini ya nak, Ayah dan Ibun sayang Ara
Depok, 16/9/17
(c) Ahmad Mujahid