Jangan Takut Pada Depresi!
Seperti yang sudah sempat saya singgung di tulisan saya sebelumnya bahwa berjuang dari depresi itu tidaklah mudah. Maka pada postingan kali ini saya mau mencoba memberikan sedikit gambaran kepada teman-teman semua tentang apa itu depresi dan bagaimana cara menanganinya. Saya berharap melalui postingan ini, teman-teman sedikit lebih bisa menghargai teman kita yang lain yang tengah berjuang melawan depresi. Juga bagi teman-teman yang mungkin sedang mengalaminya, semoga tulisan ini bisa membantu memberikan kalian semangat untuk kembali โhidupโ.
Gagal dalam ujian, mengalami peristiwa traumatis, atau ditinggalkan orang terkasih seringkali membuat kita sedih, marah atau kecewa. Kondisi ini merupakan sesuatu yang wajar karena manusia membutuhkan pengalaman untuk merasakan berbagai emosi. Tapi jika sedih, marah, atau kecewamu terus berlanjut untuk waktu yang lama maka ini sudah tidak bisa dikatakan bahwa tubuhmu baik-baik saja. Perubahan mood yang ekstrim seperti ini bisa membuatmu memiliki berbagai macam permasalahan psikologis, seperti misalnya depresi.
Nah apa sih depresi itu? Depresi merupakan sebuah kondisi emosional dimana individu mengalami kekurangan kegembiraan dalam jangka waktu yang lama. Individu dengan depresi sering merasa kehilangan semangat hidup, kelelahan yang berlebihan, dan sering memiliki keinginan untuk bunuh diri. Tingkat keparahan depresi ini bisa bervariasi, tergantung dari banyaknya simptom (gejala) yang muncul dan jangka waktu episode (masa waktu) depresi berlangsung. Depresi dapat dialami oleh semua orang dari segala tingkat usia, ekonomi, dan sosial. Perempuan biasanya memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami depresi dibandingkan laki-laki, namun juga memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Berdasarkan DSM-IV-TR (panduan resmi tentang berbagai gangguan psikologis), depresi memiliki beberapa kriteria, yaitu:
1. Mood sedih dan tertekan, hampir sepanjang hari, hampir setiap hari selama dua minggu atau kehilangan minat dan kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan.
2. Sulit tidur (insomnia); pada awalnya tidak dapat tidur; tidak dapat kembali tidur bila terbangun di tengah malam, dan bangun pada dini hari; atau, pada beberapa pasien, keinginan untuk tidur selama mungkin.
3. Perubahan kadar aktivitas, menjadi lemas atau terlalu bersemangat.
4. Nafsu makan sangat berkurang dan berat badan turun, atau nafsu makan meningkat dan berat badan bertambah.
5. Kehilangan energi, sering merasa kelelahan.
6. Konsep diri negatif, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berarti dan bersalah.
7. Mengeluh sulit berkonsentrasi atau terlihat sulit berkonsentrasi, seperti lambat berpikir dan tidak dapat mengambil keputusan.
8. Pikiran tentang kematian atau bunuh diri yang terus menerus timbul.
Apakah kamu memiliki kriteria-kriteria di atas? Jika kamu menemukan sekurang-kurangnya 3 kriteria tersebut pada dirimu, maka kamu perlu menaruh perhatian lebih pada dirimu sendiri. Bukan berarti bahwa kamu pasti mengalami depresi. Tidak, jangan khawatir dulu. Diagnosis akhir apakah kamu memang mengalami depresi tidak bisa ditentukan hanya dengan membaca gejala-gejala ini saja. Hanya saja kamu memiliki kemungkinan lebih besar terhadap depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kriteria-kriteria tersebut.
Untuk memastikan apakah kamu memang benar memiliki depresi, kamu bisa datang kepada psikiater atau psikolog untuk memeriksakan dirimu lebih lanjut. Tidak usah takut dan ragu, kamu tidak salah dan kamu tidak buruk. Kamu hanya perlu bantuan untuk bisa kembali melihat hidup dengan lebih cerah seperti sebelumnya. Dan kamu berhak mendapatkannya.
Depresi bisa disebabkan berbagai macam hal. Misalnya, peristiwa yang menyakitkan di masa kanak-kanak, atau kegagalan yang amat besar di masa sekarang. Orang yang mengalami depresi dan pernah mengalami pengalaman menyakitkan di masa kanak-kanak, biasanya memendam kemarahan/emosi yang mendalam terhadap peristiwa tersebut. Perasaan itu terus-menerus dipendam dan berkembang menjadi proses menyalahkan diri sendiri, menyiksa diri sendiri, dan memandang rendah diri sendiri. Pada akhirnya, ini bisa berakibat munculnya depresi di masa dewasa.
Penyebab lainnya misalnya, penolakan dan keputusasaan. Beberapa temuan mengungkapkan bahwa orang dengan depresi menganggap bahwa dirinya tidak layak untuk dicintai dan memiliki keyakinan bahwa tidak ada seorang pun yang menyukainya. Atau misalnya, penolakan dari orang tua terhadap anak dapat membuat anak tersebut memiliki keyakinan bahwa orang lain juga menganggapnya sama. Orang dengan depresi cenderung memiliki pandangan pesimistik tentang dunia dan masa depan. Mereka menganggap bahwa masa depan tidak lebih baik dari sekarang, dan hal ini bisa mengakibatkan timbulnya sikap bunuh diriโyang akan saya bahas di postingan selanjutnya.
Cukup banyak orang-orang depresiโdan orang-orang di sekitar mereka beranggapan bahwa depresi bisa โdisingkirkanโ dengan sendirinya. Tapi sebenarnya, depresi adalah sebuah gangguan yang cukup serius sehingga tidak dapat dibiarkan berakhir sendiri tanpa mendapatkan penanganan yang benar. Periode depresi umumnya cenderung berulang dan bunuh diri merupakan ancaman serius yang membayangi individu dengan depresi. Maka dari itu, penting untuk menangani depresi secara profesional supaya mereka tidak perlu lagi menderita.
Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan seandainya orang terdekat kita mengalami depresi?
1. Pastikan kita hadir untuknya. Orang dengan depresi cenderung menghindari hubungan sosial karena menurut mereka itu tidak akan membantu. Namun kita bisa meyakinkan mereka bahwa kita bisa menjadi โtempat sampahโ buat mereka. Biarkan mereka berbagi cerita dan keluh kesah tentang apa yang mereka rasakan. Karena bercerita merupakan salah satu cara yang cukup ampuh untuk mengatasi beberapa permasalahan psikologis seperti depresi.
2. Bantu mereka mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya. Orang dengan depresi cenderung merasa dikejar waktu dan tidak bisa memusatkan perhatiannya pada hal-hal penting sehingga bagi mereka terkadang menyapu halaman saja merupakan pekerjaan yang sangat berat. Disini, kita bisa membantu mereka menyelesaikan beberapa pekerjaannya dan membantunya mengorganisir beberapa hal yang harus mereka lakukan.
3. Ajak mereka berjalan-jalan di luar dan melakukan aktivitas fisik. Sinar matahari dan panorama alam bisa membantu memberikan energi-energi positif kepada manusia. Jadi, ajaklah dia berjalan-jalan dan meninggalkan sejenak aktivitasnya.
4. Temani mereka mengunjungi psikolog/psikiater. Pendampingan ini bisa memberikan kemungkinan sembuh menjadi lebih besar karena adanya dukungan sosial. Karena itu, temani mereka dan berikan mereka semangat untuk kembali pulih.ย
Nah itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan seandainya orang terdekat kita mengalami depresi. Jangan tinggalkan mereka, karena mereka butuh genggaman dan โpelukan hangatโ kita supaya mereka tahu bahwa mereka berharga dan mereka dicintai. Dan buat kamu yang sedang berjuang melawan depresi, youโre not alone dear. Kamu berharga, dan kamu telah melakukan yang terbaik. Jangan pernah menyerah, karena bumi masih membutuhkanmu untuk membuatnya tetap indah. So, keep fighting, Warrior!!!