Bukan Apa-Apa
Ada sebagian orang yang nyinyir ketika sosial media itu dibuat untuk ngebuka aib or untuk curhat tentang apa yang lagi dirasain. Misal aku habis diputusin doi terus kitanya bikin status 'hate mantan' atau orang tua lagi berantem terus kitanya upload status 'hate my father' or 'i hate your behaviour' and etc, ya pokonya yang sebangsa itu.
Kalo aku jujur sih, yang ngebuka aib orang lain terus inisialnya ketauan itu baru aku ga setuju, tapi kalo yang curhat dan lain2 tanpa menyertakan orang yg dimaksud sih no froblem buatku.
Hey, ada yang ngga setuju sama aku? Ya silakan.., its all up to you man..
Come on, mungkin orang2 yang sering curcol di sosmed adalah orang2 yang ngga punya teman untuk mengungkapkan keperihan hatinya, mungkin orang itu ngga bisa nahan perihnya hati sendirian, sehingga dia mencurahkan segalanya di sosmed? Pernah mikir gitu?
Rasanya menahan perih hati sendirian itu sakit banget loh, malah bisa lebih sakit daripada luka fisik. Dan lagian juga apakah ada aturan persosmedan yang melarang kita untuk mencurahkan segala isi hati? Ngga ada kan? Lah emang gunanya sosmed itu ada untuk apa sih? Nah mungkin per orang punya pikiran beda2 terkait guna sosmed itu sendiri, makanya kalo gitu mari deh saling menghormati dalam persosmedan. Dan kalau tahu ada teman sesama netizen yang mungkin sedang punya masalah, bisalah itu di support. Dengan apa? Dengan banyak hal, misal like, or komentar nyemangatin dia, suruh biar dia ngga putus asa. Gitu? Bisa? Bisa dong..
















