Pada saat kotbah Jumat (17/09/21) di masjid dekat hunian kosku, khotib menjelaskan materi yang sederhana namun mendalam mengenai perlakuan terhadap Al-Qur'an. Sebagai umat muslim, apakah kita sudah meyakini dan menjalankan rukun-rukun atau dimensi dalam Islam dengan baik? Dimensi dalam Islam yang dimaksud adalah rukun Islam, rukun Iman, dan rukun Ihsan.
Salah satu rukun iman adalah beriman kepada kitab-kitab suci. Kitab suci umat Islam sebagai umat Nabi Muhammad saw. secara lebih spesifik mengacu pada Al-Qur'an. Penjelasan mengenai perlakuan kita terhadap Al-Qur'an dapat dijabarkan dalam 5 tahap, sebagai berikut:
Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman. Al-Qur'an sebagai dasar pegangan, petunjuk, panduan, dan way of life yang mampu mengarahkan kita menuju kehidupan yang lebih baik.
Membaca sesuai dengan hukum bacaan dan menghafal isi surat dalam Al-Qur'an. Setelah menjadikannya sebagai pedoman, sudah jelas kita harus membacanya. Pada ayat yang pertama kali turun dari surat Al Alaq ayat 1-5, perintah Allah SWT adalah "Iqra" atau "Bacalah". Cara membaca Al-Qur'an sudah ada hukum bacaannya agar tidak salah arti disesuaikan dengan Bahasa Arab. Keutamaan membaca Al-Qur'an seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis: âKata âAbdullah ibn Masâud, Rasulullah shallallahu âalaihi wasallam bersabda, âSiapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qurâan), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mĂŽm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mĂŽm satu huruf,â (HR. At-Tirmidzi).
Mempelajari arti dan asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur'an. Terkadang kita hanya fokus membaca Al-Qur'an tanpa mengetahui arti dalam Bahasa Indonesia apalagi penyebab kenapa ayat itu diturunkan. Arti yang terkandung dalam Al-Qur'an perlu dan wajib dipahami, karena tentu saja banyak pelajaran serta hikmah kehidupan yang dapat kita peroleh.
Mengamalkan sesuai ajaran dalam Al-Qur'an dan menjauhi segala larangan. Al-Qur'an memberikan panduan, petunjuk, pegangan, dan berbagai cara beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang bersifat wajib maupun sunnah serta segala hal menyangkut larangan sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an yang diturunkan Allah SWT dan diperinci dengan adanya Hadis Nabi Muhammad saw.
Menyampaikan atau mengajarkan Al-Qur'an semampu kita. Sebagai contoh dalam lingkungan keluarga bisa mengajarkan cara baca huruf hijaiyah, kemudian bacaan surat pendek. Tugas menyampaikan ayat Al-Qur'an ini tidak harus menunggu atau menjadikan posisi kita sebagai ustadz, ulama, dan kyai. Semua orang berhak dan mempunyai kewajiban menyampaikannya guna sebagai sarana introspeksi serta saling mengingatkan untuk kebaikan. Dari Abdillah ibn Amr ibn Ash RA, âSesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, âSampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Berkisahlah tentang Bani Israel dan tidak apa-apa. Barangsiapa berdusta atas namaku, maka bersiaplah mendapatkan kursinya dari api neraka.â (HR Bukhari).
Khotbah jumat yang hanya disampaikan kurang lebih 15 menit ini ternyata sangat bermakna bagi diriku sendiri. Tahapan-tahapan bagaimana kita memperlakukan Al-Qur'an sebagai salah satu rukum Iman memang perlu diterapkan. Salah satu keutamaan dari membaca Al Qurâan, tentunya agar kita bisa mendapatkan petunjuk serta bisa menjalani hidup di jalan yang benar. Sesuai dengan firman Allah di dalam Al Qurâan yang artinya seperti berikut:
âSesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang muâmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.â (QS. Al Isra : 9)
Semoga dengan kita memperlakukan Al-Qur'an dengan benar, mampu menjadikan kita menjadi manusia yang lebih rendah hati, mau menerima perbedaan, toleransi, menebar cinta kasih kepada seluruh umat manusia.-