Imun
Mbleer, aku mau cerita. Sudah lama aku tak menulis karena malam-malamku berisi lelah. Membuatku jadi lebih cepat tertidur.
Aku sudah memutuskan, Mblr. Gajah manja dan pemalu ini ingin mendedikasikan hidupnya di hutan. Ia tahu kehidupan hutan pastilah sangat berat. Bisa-bisa ia tersesat dan tak mendapatkan asupan makanan. Bisa-bisa ia mati. Tetapi, Mblr, gajah ini ingin bertahan, survive, dan meningkatkan imunitas.
Edgar Hamas pernah bilang, kalau alasan kenapa masih banyak maksiat adalah karena orang-orang shaleh tidak mau bergaul dengan orang-orang yang kurang sholeh. Kita harus meningkatkan imun kita. Kalo bergaul sama orang-orang sholeh doang, jelas imun kita nggak akan bertambah. Haha! Malah jadi gampang sakit begitu lingkungan berubah. Daan.. katanya Mario Teguh, jika dalam sehari kita memiliki 100 interaksi, 80%-nya gunakan untuk berinteraksi dengan orang baik, 20% untuk berinteraksi dengan orang yang tidak baik. Dan, the last, katanya Ustad Oemar Mita, jadilah Mushlih. Mushlih itu nggak cuma sholeh buat diri sendiri, tetapi juga bermanfaat buat orang lain.
Kalau gajah di kebun binatang terus, gajah nggak akan bisa tahu yang namanya survive. Gajah merasa, kebun binatang sangat menyenangkan. Makanan tersedia. Tetapi bagaimana dengan imunitas gajah? Bagaimana kalau suatu hari nanti tiba-tiba gajah tidak berguna di kebun binatang dan akhirnya dibuang ke hutan? Hehe tapi itu sih nggak mungkin.
Iya, aku tahu kalau prioritas orang yang harus kita dakwahi adalah orang yang hanif, baru setelah itu orang yang awam. Akhir-akhir ini ada yang bertanya, "Kamu nggak daftar di Bina Amal, Tik?"
Aku sama sekali nggak kepikiran mengajar di sana, bahkan di sekolahan agamis pun aku juga tak kepikiran. Iya emang enak pastinya. Kurikulum di sekolahnya mengarahkan agar semakin mencintai Allah, aku mengajar anak-anak yang sholeh, guru dan lingkungannya sholeh, orangtuanya sholeh, bagaikan mata air di tengah padang pasir. Imanku pasti akan terjaga. Tapi aku selalu ingin pergi ke luar sana. Berkumpul dengan banyak orang, meluaskan sudut pandang. Agar tak jadi tipe judging tanpa paham keadaan orang lain. Makanya itu, aku harus menjaga iman, bikin imun, serta mempertahankan prinsip-prinsip.
Aku dibesarkan di lingkungan yang tidak begitu agamis, jadi... aku ngerasain ketika dulu aku nggak tahu apa-apa soal agama, aku mulai diarahkan dengan kakak-kakak rohis. Guruku juga ikut berkontribusi agar kita sebagai siswa betah di rohis. Aku mau jadi kayak gitu. Mungkin kalo ceramah di orang-orang sholeh, orang-orang sholeh itu akan semakin meningkat iman dan pemahamannya lalu dilakukan dalam amal. Tapi kalau ceramah ke orang-orang yang kurang sholeh, belum tentu mereka semua meresapi, mungkin hanya 1 atau 2 yang mengamalkan. Tapi aku mauu.. mau mencoba menanam di padang gersang. Mau menjadi air di tengah gurun pasir. Karena aku adalah gajah yang dulu hidup di padang pasir.
Kalau kalian mulai melihat aku berubah atau melenceng, tolong nasihati aku ya! Kalau misalnya aku marah atau sebal setelah kalian nasihati, itu artinya hatiku banyak dosanya. Astaghfirullah...















