Artist is Comicname
Sesimple itu sebenernya

⁂
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
hello vonnie
dirt enthusiast
h
NASA
trying on a metaphor
Jules of Nature
cherry valley forever

Kaledo Art
will byers stan first human second
almost home
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me
Alisa U Zemlji Chuda
occasionally subtle

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from United Kingdom
seen from Argentina
seen from Canada

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@tikasline
Artist is Comicname
Sesimple itu sebenernya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Namanya Mentoring. Aku mengenalnya saat duduk di bangku kelas 10. Berawal dari diskusi menyebalkan (karena merasa bodo gak bisa jawab pertanyaannya), aku dijebloskan ke salah satu kelompok. Darinya, aku mengenal sebuah perjuangan dan pengorbanan. Murabbi yang rela berkendara dari universitas ke SMA untuk menyampaikan ilmu ke adik-adik yang masih suka seenaknya sendiri. Murabbi yang mau nemenin, bantuin, dan men-support saat kita berniat ikut lomba. Murabbi yang membersamai dan mengarahkan saat ada acara. Yang mau mencurahkan pikiran, tenaga, waktu, bahkan uang untuk adik-adik yang masih belajar Islam. "Aku mau jadi kayak beliau." Mau. Pake banget. Karena aku yang sekarang adalah bagian dari keringat juang mereka. Karena aku yang sekarang adalah buah dari pengorbanan mereka. Karena ternyata, awanku baru mau menurunkan hujan setelah tujuh tahun lamanya. #yangkerenyangmentoring #tikapunya #tikasline #mentoring #halaqah #liqo #painttoolsai #kartunmuslimah #islamicart #umai1439H https://www.instagram.com/p/CJ4W16bloR_/?igshid=1ecb4627bglwc
[Ruh Seorang Guru] Kajian dari @bedahbuku_com bener-bener berbobot. Bersyukur kepada Allah karena telah dipertemukan dengan kajian ini. Kajian ini diisi oleh Ust Baidhawi Razi, Lc yang membahas buku yang berjudul Apa yang Madrasah Inginkan dari Rumah? karya Dr. Khalid Ahmad Asy-Syantut. Wajah dari sebuah sekolah adalah guru-gurunya. Guru adalah cerminan sekolahnya. Karena itu sekolah wajib menyiapkan guru-gurunya. Di antara program untuk guru adalah: kajian, baca buku, dan diskusi. Dan juga guru harus menghidupkan ruhnya dengan menghidupkan ibadah sunnah. Yang utama adalah sholat malam dan membaca Al-Quran. Maka jika konsisten melakukannya insyaallah ruh seorang guru akan hidup. Masyaallah.. bener-bener bahagia Allah memberikan kesempatan untuk mengikuti kajian ini. Dan lagi.. guru juga harus memiliki basyirah. Apa itu basyirah? Basyirah itu mata hati. Imam Malik ketika melihat Imam Syafii, beliau langsung mengatakan, "Sesungguhnya aku melihat padamu ada cahaya. Dan jangan kamu padamkan cahaya itu dengan kemaksiatan." Artinya, jangan padamkan cahaya ilmu dengan kemaksiatan. Masyaallah.. Imam Malik bisa melihat hal seperti itu pada diri Imam Syafii. Dan disebutkan bahwa sebenarnya dalam Islam tidak perlu tes-tes psikologi atau psikotes untuk menguji kemampuan siswa. Bukan berarti tidak boleh, boleh-boleh saja namun seorang guru harusnya juga memiliki basyirah. Basyirah itu canggih sekali. Abu Yusuf adalah salah satu murid terbaik dari Imam Abu Hanifah. Dan Abu Yusuf pun juga menjadi sahabat Imam Abu Hanifah. Ketika Abu Yusuf masih kecil, Abu Yusuf selalu membantu ayahnya mengurus pertanian. Ketika Abu Hanifah melihat Abu Yusuf, Abu Hanifah langsung menemui Ayah Abu Yusuf dan berkata, "Wahai Bapak, bolehkah saya mengajak anak bapak untuk belajar?" Ayah Abu Yusuf menjawab, "Buat apa belajar? Jika anak ini belajar maka ia tidak bisa menghasilkan uang. Biarkan dia bekerja. Jika anak ini menjadi ahli ilmu, kapan ia bisa memberikan uang untuk orangtua?" Abu Hanifah berkata, "Dalam sehari, berapa uang yang didapatkan?" Ayah Abu Yusuf menjawab, "Sekian, sekian." [Lanjut di komentar] https://www.instagram.com/p/CJ279szl_8Y/?igshid=13j0581j634
Dulu rasanya, gabisa satu haripun tanpa menulis. Kayak semua bisa menghilang, menjauh, bisa gagal, tapi nulis akan selalu jadi 'aku' akan selalu sama aku, akan selalu jadi satu satunya yang aku punya.
Sekarang, berhari - hari, bahkan berbulan bulan aku bahkan ga tau, mau menulis apa. Aku tau ada yang berubah, aku tau aku-berubah.
Me, entah dari sejak kapan.
me, entah dari sejak kapan..
Iya, ya, sampai aku memaksa diri untuk menulis.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
It's first time I draw with Ibis Paint X. Kikuk dan hasilnya masih nggak rata. Paling tidak, cara penggunaannya hampir mirip Paint Tool Sai. And I love it! Setelah sekian lama tidak bikin art, ini aplikasi yang recommended, meskipun saya belum coba aplikasi yang lain. Kuncinya: SABAR. #tikapunya #ibispaintx #ibispaintxart #winter #muslimah #muslimahwinter https://www.instagram.com/p/CJVtwjmligD/?igshid=11szs4z420oqc
[GIVEAWAY]
Assalamu'alaikum temen-temen!
Pertama. Kami ingin meminta do'a terbaik dari temen-temen supaya pernikahan kami nanti diberi kelancaran dan keberkahan. Kami tidak tau do'a mana yang bisa menembus langit-Nya. Siapa tau do'a yang terkabul ternyata muaranya bersumber dari salah satu do'a temen-temen di laman biru tua ini, kan?
Yang kedua. Dalam rangka tasyakuran pernikahan kami (saya dan Aa’ Sholah aka @sundayneverdie ) yang insyaaAllah akan dilaksanakan pada hari Ahad Legi, 10 Februari 2019 nanti, salah satu perayaan kami adalah dengan mengadakan #giveaway proyek pribadi kami dalam bentuk buku kolaborasi yang berjudul, “Untuk Kita dan Benih-benih Yang Kita Semai”
Syarat #giveaway:
Reblog postingan ini dengan menyertakan 5 nilai penting yang ingin diajarkan kepada anak-anak masa depanmu–kelak jika dianugerahi anak-anak. Beserta alasan singkatnya.
Contoh:
Jika kelak dianugerahi anak, saya ingin mengajarkan 5 nilai penting ini:
1. Kesederhanaan, supaya mudah bersyukur blablabla nanana, misalnya.
2.
3.
4.
5.
Jawaban yang paling menarik, yang bisa bikin kami senyum, akan kami beri buku kolaborasi kami. Silahkan jawab semenarik mungkin. Oh iya, jangan lupa kasih hastag #UDYTheBook ya.
Tersedia dua buku untuk dua orang yang berjodoh dengan bukunya. :) satu untuk Ikhwan, satu untuk akhwat. 😂
Semoga dua orang ini juga berjodoh. Kalau dua-duanya sama-sama joms, sih. Ehehe. Tapi, yang udah nikah dan punya dedek bayi kecil, atau yg baru nikah dan berikhtiar untuk punya anak juga bisa ikut kok😁
Dua orang yang terpilih akan kami umumkan paling telat hari Senin, 11 Februari 2019 di laman Tumblr ini.
Kami tunggu jawaban kalian, ya. Siapa tau yang lain bisa terinspirasi.
1. Jangan tinggalkan sholat 5 waktu. Kalau laki-laki sholatnya di masjid. Kalau nggak di masjid, nanti tak kasih rok. :P
2. Rezeki tidak hanya uang. Bisa jadi makanan, kesehatan, nilai bagus, bahagia, urusan dimudahkan, teman yang baik, dll. Allah memberi apa yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Jangan takut kehilangan atau pun tak punya uang. Uang bisa dicari.
3. Mengenalkan tentang Al-Aqsha dan Palestina. Ditanamkan bahwa generasi kita adalah generasi yang membebaskan Al-Aqsha dan berjuang di belakang Nabi Isa dan Imam Mahdi
4. Kebanyakan di keseharian kita menggunakan produk yahudi, mulai dari sampo, kecap, sabun, dll. Gunakan produk Islam meskipun harganya lebih mahal dari produk sejenis. Jika teman jualan barang, dibeli saja meskipun harganya lebih mahal dari harga pasar, paling nggak hal tersebut menjaga silaturahmi.
5. Kamu punya teman sejati. Namanya Al-Quran. Kalau kamu rajin baca dan menghafalkan Al-Quran, ia akan jadi teman di dunia dan akhirat. Kamu punya pendengar setia dan pemberi solusi terbaik. Ada Allah. Maka berkeluh kesahlah hanya padaNya. Manusia itu tempatnya kecewa.
Mengajarkan Ibadah yang Menyenangkan pada Anak
Sebuah Catatan Seminar bersama Bunda Elly Risman, Psikolog
Oleh: Yulinda Ashari Bidang Pemuda ASA Indonesia Divisi Riset dan Kajian
Sebagai orang tua Muslim, kita seharusnya sudah memahami bahwa tugas utama kita dalam pengasuhan anak adalah bagaimana menjadikan anak sebaik-baik hamba yang taat beribadah kepada Allah swt. Konsep ibadah dan keimanan ini harus diajarkan sejak anak masih dini, agar kelak ketika beranjak dewasa mereka sudah terbiasa untuk beribadah tanpa harus disuruh lagi. Metode pengajaran beribadah kepada anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Ibadah bagi anak-anak harus dibuat menyenangkan. Mengapa ibadah bagi anak harus menyenangkan? Karena targetnya anak-anak, maka metode harus disesuaikan dengan cara kerja otaknya. Bagian sinaps pada otak anak belum menyatu dengan sempurna sehingga ibadah harus dikemas secara menyenangkan. Orang tua tidak bisa memberikan pengasuhan dengan mengabaikan perkembangan otak anak.
Sebelum mengajarkan ibadah kepada anak, orang tua harus mengingat kembali bahwa hal ini merupakan perintah Allah yang harus diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh, karena sejatinya tujuan penciptaan manusia di dunia adalah untuk beribadah dan mengagungkan keesaan Allah swt. Mari kita buka kembali QS. Ad-Dzariyat ayat 56-58, yang artinya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
Salah satu tanggung jawab orang tua dalam hal beribadah ini adalah bagaimana cara membentuk kebiasaan yang baik serta meninggalkan kenangan yang baik pada anak. Ingatkah dahulu kala mungkin ada yang mendapat “ancaman” jika tidak salat? Barangkali hal itu dapat membentuk kebiasaan yang baik, namun kenangan yang tertinggal di ingatan adalah kenangan yang tidak baik, bukan? Kebiasaan baik dan kenangan yang baik. Ibadah harus dibuat menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani, tidak menolak, dan tentu saja agar mereka merasa senang dan bahagia ketika beribadah. Jangan pernah tinggalkan kenangan buruk untuk anak ya Ayah Bunda!
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah berbicara dengan tutur kata yang benar.“ (QS. An-Nisa ayat 9)
Tugas pengasuhan anak apalagi terkait ibadah ini memang bukanlah hal yang mudah. Namun ingatlah bahwa karakter anak apapun yang Allah anugerahkan kepada Ayah Bunda, tidak akan melampaui batas kesanggupan masing-masing orang tua. Selalu ingatlah bahwa anak kita sejatinya bukanlah milik kita. Anak hanyalah titipan Allah yang dapat diambil kapan saja. Anak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemilik-Nya. Mereka adalah kenikmatan, tantangan, sekaligus ujian, yang kemudian proses pengasuhannya membutuhkan perjuangan berupa pikiran, perasaan, jiwa, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit. Bayangkan jika kita dititipi anak presiden, mungkinkah kita berani memukul, mencubit, atau berkata kasar padanya? Tentu saja tidak. Lalu bagaimana jika kita dititipi anak langsung oleh Sang Pemilik Kekuasaan? Masih beranikah kita mendidik anak tanpa ilmu dan bersikap sewenang-wenang pada mereka? Kira-kira sudah berapa banyak kita melanggar perintah Allah terkait pengasuhan anak ini?
Didiklah anak karena Allah. Jangan pernah mengharapkan kebaikan dari anak jika orang tua tidak mendidiknya dengan baik. Anak-anak kita bukanlah pilihan kita, mereka adalah takdir pilihan Allah untuk kita. Boleh memasukan anak ke sekolah-sekolah agama, namun bukan berarti kewajiban orang tua dalam mengajarkan agama menjadi gugur begitu saja. Tugas orang tua untuk mengajarkan agama harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum memasukan anak ke pesantren. Di akhirat kelak, bukan guru-guru pesantren yang akan ditanya, tapi para orang tua masing-masing. Ayah dan Bunda, sudah siapkah mempertanggungjawabkan tugas pengasuhan ini?
Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi para orang tua dalam mengajarkan anak beribadah yang menyenangkan, antara lain: 1. Tantangan dari dalam diri sendiri dan pasangan Tantangan utama dalam hal ini adalah terkait bagaimana masalah agama ini ditanamkan pada diri Ayah dan Bunda sendiri. Selalu lihatlah ke dalam diri sendiri sebelum menyalahkan lingkungan. Seberapa pentingkah agama dalam hati dan kehidupan kita? Mungkinkah berharap anak yang salih saat kitapun tidak berusaha menjadi orang tua yang salih? Mungkinkah menginginkan anak yang rajin salat sedangkan Ayah dan Bunda tidak salat? Jadilah teladan yang terbaik bagi anak-anak kita terkait ibadah ini. Pelajarilah ilmu agama lebih banyak. Tumbuhkan kesadaran bahwa tujuan utama mendidik anak adalah menjadikan mereka penyembah Allah. Bagi yang sedang dalam proses pencarian pasangan, sepakatilah di awal pernikahan dengan pasangan untuk bersama-sama mendidik anak menjadi hamba Allah jika telah terlahir ke dunia kelak.
Tahukah Ayah dan Bunda, dalam proses pengasuhan ini, penanggung jawab utamanya ternyata adalah Ayah! Keterlibatan ayah untuk membentuk kebiasaan beribadah anak SANGAT PENTING! Anak yang mendapat keterlibatan pengasuhan ayahnya yang baik akan tumbuh memiliki harga diri yang tinggi, prestasi akademik di atas rata-rata, lebih pandai bergaul, dan saat dewasa akan menjadi pribadi yang senang menghibur orang lain. Maka wahai para ayah, kembalilah! Tugas ayah bukanlah sekadar mencari nafkah, namun juga sebagai penanggung jawab utama pengasuhan anak. Jika ayah terlalu sibuk bekerja—dengan alasan untuk kebahagiaan istri dan anak—maka tanyakanlah kembali pada diri: apa yang sebenarnya sedang ayah kejar? Apa yang ayah sebut dengan kebahagiaan anak dan istri tersebut? Tidak takutkah kelak dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah mengenai hal ini?
2. Mengasuh generasi Alfa • Gen Y lahir pada rentang tahun 1980 – 1994. • Gen Z lahir pada rentang tahun 1994 – 2009. • Gen Alfa lahir pada rentang tahun 2010 – 2025. - Mereka hidup dengan internet (belajar, bikin PR, makan olahraga, tidur). - Semua serba cepat, instan, menantang dan menyenangkan. - Mereka terbiasa multiswitching (melalui gadget). - Mereka memiliki tata nilai yang berbeda. Generasi yang akan kita didik saat ini adalah para Alfa. Jika generasi Alfa ini tidak dididik dengan metode yang tepat sesuai zamannya, maka akan sulit memasuki dunia mereka, bukan? Karenanya, Ayah dan Bunda tidak boleh abai dengan tantangan dan perkembangan zaman ya!
3. Beban pelajaran yang berat • 70% anak masuk SD sebelum usia 7 tahun. • 46% anak di sekolah 6 – 7 jam sehari. • 25% sekolah masih memberi materi pelajaran formal setelah jam 12 siang. • 52% guru di sekolah masih memberikan 1 – 2 PR. • 18% anak mengikuti les mata pelajaran setelah pulang sekolah. • 25% anak mengikuti les 2 -3 hari dalam seminggu. • Standar kelulusan Indonesia tertinggi di dunia. Dengan beban pelajaran yang berat bagi anak, kegiatan beribadah seringkali menjadi tidak diutamakan. Para orang tua mendidik anak mereka menjadi orang yang pintar secara akademik, namun hampa secara keimanan. Tanamkanlah tekad dalam diri, “Anakku harus salih dulu, baru pintar”. Jangan salahkan pula jika kemudian anak menjadi mudah emosi karena terlalu lelah di sekolah. Jangan pernah abaikan perasaan mereka. Hindari menasihati mereka saat emosinya sedang tidak baik. Orang tua juga perlu menyelesaikan emosi dengan dirinya sendiri, jangan sampai emosi kita kemudian berimbas kepada anak dan pasangan. 4. Peer Pressure 5. Ancaman dari agama dan kepercayaan lain 6. Perubahan nilai dari masyarakat kita
Mulai dari mana?
Selesaikanlan urusan dengan diri sendiri dan pasangan terkait urusan ibadah ini. Semua kebiasaan beribadah ini bermula dari Ayah dan Bundanya, jadilah role model yang baik dan idola bagi anak kita sendiri. Orang tua juga perlu mengenali keunikan serta tahapan perkembangan otak anak, sehingga metode yang disampaikan dapat sesuai dan tepat sasaran. Kenalkan ibadah pada anak dengan cara yang menyenangkan. Biarlah jika pada awalnya mereka suka sekali bermain air saat berwudhu hingga bajunya basah dan haruss diganti berkali-kali. Biarlah jika gerakan salatnya masih semaunya, suka menarik-narik sajadah, atau menganggu ayah bundanya saat sedang salat. Jangan dimarahi. Biarkan anak senang dan bahagia terlebih dahulu dengan praktik ibadah ini. Masukan target “bahagia” dalam proses pengasuhan anak. Mendidik anak memang harus disertai kesabaran yang tanpa batas. Tidak apa-apa, didiklah anak dengan cinta karena Allah semata. Jika anak senang beribadah, ia akan mau beribadah, kemudian menjadi bisa beribadah, dan terakhir menjadi terbiasa beribadah tanpa harus disuruh dan merasa dipaksa.
Untuk mengajari anak ibadah yang menyenangkan diperlukan niat baik, kejujuran, keterbukaan, serta kerjasama yang baik dari kedua orang tuanya, tidak bisa hanya salah satunya saja. Setelahnya, kombinasikan semua tekad itu dengan mengenali kepribadian anak, sesuaikan dengan cara kerja otak, bakat, serta seluruh kemampuan anak. Setiap anak kita adalah unik, otak anak baru berhubungan sempurna ketika berusia 7 tahun, sedangkan hubungan anatara sistem limbik dan corteks cerebri di otak baru sempurna pada usia 19-21 tahun. Butuh sekitar 20 tahun bagi orang tua untuk mendidik anak dengan baik, maka bersabar dan bersungguh-sungguhlah, karena Allah menyukai orang yang bersungguh-sungguh. Jangan menuntut anak untuk dewasa sebelum waktunya. Anak perlu menjadi anak untuk dapat menjadi orang dewasa, hilangnya masa kanak-kanak akan mengakibatkan masyarakat yang kekanak-kanakan. Bantulah anak-anak kita untuki mekar sesuai dengan usia dan kemampuan serta keunikannya. Ayah dan Bunda harus membuat kesepakatan dan kerjasama di awal, siapa pengambil keputusan dalam hal A dan B, buat perencanaan-pelaksanaan-evaluasi, buat target per anak, pembagian kerjasama, kontrol, dan selalu bermusyawarah dalam setiap keputusan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Ubah paradigma dan cara pandang kita, bahwa anak bukan saja harus bisa beribadah, namun juga suka beribadah.
Landasan Psikologis Anak
Anak Usia 5 – 8 tahun Ibadah untuk anak usia ini bukanlah suatu kewajiban, tapi perkenalan, latihan, dan pembiasaan. Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak untuk beribadah, namun ada kewajiban syar’i bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan anak dengan cara yang menyenangkan. Didiklah anak dengan modal, misalnya belikan mukena yang disukai anak, membelikan baju koko baru agar anak rajin ke masjid, dan lain sebagainya. Jangan ragu mengeluarkan modal untuk keperluan beribadah kepada Allah swt. Jangan juga hilang kegembiraan anak usia 5 -8 tahun, masuki dunia anak dengan metode 3B: Bercerita/Berkisah, Bermain, dan Bernyanyi. Landasan Psikologis Anak Usia 5 – 8 tahun: • Mudah dibentuk. • Daya ingat yang kuat. • “Dunianya” terbatas. • Meniru: orang tua/ situasi. • Rasa persaudaraan sedunia.
Landasan Psikologis Anak Usia 9 – 14 tahun: • Otak sudah sempurna berhubungan. • Umumnya: Mukallaf. • Emosi sering kacau. • Tugas sekolah semakin berat (ditambah les). • Banyak aktivitas, termasuk bermain internet dan games. • Peer Pressure yang sangat kuat. • Hal yang perlu diperhatikan pada usia ini antara lain: - Fokus pada target tahun ini: tanggung jawab seorang yang sudah baligh. - Perlakuan dan komunikasi sebagai teman. - Bisa menjadi pendamping/ pembimbing adik-adiknya. - Diberi tanggung jawab sosial: mengantar makanan untuk berbuka puasa, membayar zakat, dan kerja sosial yang mudah sesuai usia. - Ajari anak untuk berwirausaha/ berdagang.
Landasan Psikologis Anak Usia 15 – 20 tahun: • Prefontal Corteks hampir sempurna berhubungan. • Dewasa muda. • Semakin banyak aktivitas, games dan internet. • Mulai mengenal pacaran dan pergaulan bebas. • Orientasi semakin di luar rumah. • Hal yang perlu diperhatikan pada usia ini antara lain: - Fokus pada target tahun ini: dewasa muda, ajarkan fiqih pernikahan. - Perlakuan dan komunikasi sebagai sesama orang dewasa. - Bisa menjadi motivator dan pembimbing adik-adiknya. - Jadikan ia penggerak/ koordinator kegiatan anak dan remaja masjid/mushala.
Setelah mengetahui landasan psikologis pada rentang umur anak, maka metode pembiasaan beribadah pada anak dapat disesuaikan dengan perkembangan dan cara kerja otaknya. Ayah dan Bunda harus terus belajar untuk bisa menjelaskan pertanyaan “mengapa?” dari anak, jelaskan apa yang saja yang menjadi perintah dan larangan Allah swt., serta manfaat dan ganjaran dari beribadah. Gunakan pendekatan kognitif secara ringkas serta contoh yang kongkrit pada anak, serta selalu gunakan Al-Qur’an dan Hadis sebagai referensi utama,. Teruslah bersabar dalam mendidik anak karena waktu persiapan setiap anak tidaklah sama, proses pengasuhan harus disesuaikan dengan usia, kemampuan, kondisi fisik, dan karakter anak.
Persiapkanlah diri Ayah dan Bunda untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Gunakanlah kata-kata yang memahami perasaan anak, lebih banyak mendengar aktif, hindari kata-kata yang menghambat komunikasi dengan anak, serta biasakanlah memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir, memilih, dan mengambil keputusan. Jika saat ini anak kita dimanjakan oleh fasilitas: kamar pribadi, rumah yang luas, gadget, serta wifi dan akses internet yang tidak terbatas, jangan lupa ingatkan anak untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya, ingatkan bahwa meski Ayah dan Bunda tidak berada di rumah atau di sekolah, ada Allah yang tetap mengawasi dimanapun mereka berada. Sampaikan tips sukses pada anak yang tidak hanya berupa kemampuan akademik, namun juga berupa salat tepat waktu, sayang pada ibu, puasa Senin dan Kamis, serta mengaji setiap pagi dan sore.
Akhirnya, selamat berjuang! Miliki kekuatan kehendak, bayangkan, dan doakan anak-anak menjadi penyembah Allah yang taat. Semoga Allah karuniakan kita anak-anak yang salih dan salihah.
Simpan dulu
Wow! Simpen ah!
Ada yang pro, kontra, netral, dan ada yang menjadi pengamat-menimbang-nimbang kubu mana yang akan ia pilih.
Yang pro, meskipun kamu jejeli dengan kata-kata apapun, bakalan tetep jadi pro.
Yang kontra, kamu bilangin seribu kali pun, bakalan tetep kontra.
Yang netral, bakalan tetep ngomong, "Aku netral." Bukan berarti dia nggak punya prinsip. Bukan berarti pula dia bodoh. Mungkin dia hanya lelah dengan sikap kalian dan dia punya hal lain yang lebih penting daripada hal-hal yang sedang diperdebatkan. Bisa juga mereka orang-orang cuek bebek dengan hal-hal yang merepotkan.
Dan... mereka-mereka yang sekarang ini menjadi pengamat, sedang menimbang-nimbang, sebenarnya mana yang benar, mana jalan yang harus dipilihnya. Mereka sedang berjalan dengan pikiran mereka, belum termakan doktrin-doktrin seperti pikiranmu. Karena itu, tulisanmu, tingkahmu, pendapatmu, akan menggiring opini mereka. Karena yang pro akan tetap pro, yang kontra akan tetap kontra, yang netral akan selalu netral. Kecuali jika Allah berkehendak lain. Allahualam
Semakin ilmu kita bertambah, kita akan merasa menciut, merasa kita ini kecil... sekali dibanding ilmu-ilmu yang ada di dunia ini. Dan karena itulah, tak apa jika terus menuntut ilmu, menciutkan diri bahkan bisa sampai sebutiran debu. Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk. Saat kita melakukan ibadah dan kita punya ilmunya, kita akan semakin semangat beribadah. Contohnya saja, seperti bulan ramadhan ini. Jika kita tahu bahwa segala amal ibadah di bulan ini dilipatgandakan, diampuni dosa-dosa, dikabulkannya doa-doa, dibukanya pintu keberkahan, pasti semangat kita bertambah dong ya untuk beribadah dan beramal di bulan ini. Tilawah ditingkatin. Rajin istighfar, mengoreksi diri sendiri, soalnya mumpung dosa-dosa diampuni, dan jika kita sungguh-sungguh bertobat, bisa jadi, dosa-dosa kita luruh dan syawal besok, kita bagai bayi tanpa dosa. Lalu berdoa yang banyak untuk masa depan. Masalah jodoh, karir, IPK, dll doakan sekarang! Pikirkan masa depanmu sekarang. Mumpung ini bulan suci ramadhan. Allah dengan kuasaNya dapat mengabulkan segala macam doa. Tak ada yang tidak mungkin. Doa doa istighfar hamdalah. Bersyukur karena telah dipertemukan oleh bulan Ramadhan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di saat kamu merasa sendiri, di saat kamu merasa seluruh dunia mengabaikanmu bahkan teman terdekatmu pun begitu, percayalah. Percayalah masih ada yang diam-diam memerhatikanmu. Percayalah ada yang mau menerima keluh kesahmu. Percayalah masih ada tempatmu untuk menyandarkan kepala. Masih ada Dia. Masih ada Dia, Dia yang selalu menunggumu berserah padaNya, menjadikan Dia satu-satuNya tempat menyandarkan hati yang sedang lelah. Ada Dia yang siap menampung doa dan ratapanmu.
Kadang aku lupa, kadang aku bingung saat harapan tak sesuai realita. Diabaikan, tak didengar, dibicarakan di belakang, kepada siapakah aku harus kembali? Kepada siapakah hati ini berlabuh agar tak tersakiti lagi? Ada Dia, yang hembusan nikmatNya menyejukkan setiap ruh yang mengingatNya. Ada kalamNya, yang menjadi obat segala lara.
Terima kasih untuk pengingatnya. :)
Aku tidak tahu kapan nikmat ini akan dicabut. Apakah aku akan dimatikan dalam keadaan khusnul khatimah? Syahid? Apa hijab ini masih akan bertahan hingga malaikat maut menjemput? Aku selalu ingin dimatikan dalam keadaan khusnul khatimah. Aku ingin tersenyum ketika napas tak lagi berhembus. Aku masih saja berharap, wajahku kan bercahaya dan masih juga berharap ada kebaikan yang kutinggalkan di dunia sehingga pahalanya terus mengalir.
Yang baik belum tentu setahun lagi masih baik. Yang buruk, barangkali dua tahun lagi hijrah dan mati khusnul khatimah. Yang dulunya mabuk-mabukan pun bisa jadi ustad. Apa yang terjadi hari ini padaku adalah sebuah nikmat yang layak disyukuri. Aku benar-benar takut ketika nikmat ini dicabut. Aku takut sekali jika hijab ini lepas. Takut sekali jika biasa saja melakukan maksiat. Takut sekali jika hatiku tiba-tiba dimatikanNya, tak lagi rindu dengan Al-Quran, bahkan lupa bahwa dunia ini adalah persinggahan semata.
Hai, kau yang kurang bersyukur akan nikmat ini. Janganlah bersombong hati. Yang sekarang terlihat buruk di matamu, belum tentu buruk di mata Allah. Yang sekarang hafalannya lebih sedikit darimu, barangkali ia istiqomah dan kamu masih saja mood-mood-an. Aku tak mau terlalu berharap pada jodoh karena sejatinya ada sesuatu yang harus lebih kita persiapkan untuk semua perjuangan memantaskan diri ini. Masih ada ajal yang bisa menjemput kapan saja. Pantaskan diri untuk menghadap Allah. Pantaskan diri agar dipermudah hisabnya. Pantaskan diri agar diberi syafaat Nabi Muhammad. Pantaskan diri agar surga mau membukakan pintu selebar-lebarnya untuk kita. Pantaskan diri untuk menjadi trending topik di antara para malaikat. Pantaskan dirimu untuk langit maka dunia hanyalah ladang kecil yang mudah kau taklukan.
Maaf untuk semua orang yang pernah saya kecewakan. Maaf atas semua kesalahan saya baik yang diperbuat oleh lisan maupun perbuatan. Maaf bagi yang belum ataupun tidak terlaksanakan. Barangkali ada yang masih menyimpan dendam, saya benar-benar mohon dimaafkan.
Terima kasih semuanya yang sudah membersamai saya. Terima kasih untuk senyumnya, semangatnya, dan kesabarannya dalam menghadapi saya. Terima kasih sudah mau menerima kekurangan saya meskipun saya ‘masih sulit diluruskan’. Karena saya sadar saya adalah tulang rusuk yang masih bengkok. Hihi! Terima kasih untuk kalian yang sudah hadir di hidup saya.
Tolong jangan sungkan untuk menasehati saya. Saya masih banyak kekurangannya. Tolong ingatkan saya, ya... karena saya sering lupa dan khilaf.
Aku ingin keluar dari bulan ini dalam keadaan putih. Meskipun aku masih merasa ada bercak-bercak hitam di tubuh, bahkan di hatiku. Sering ku berpikir, apa noda ini bisa dihapus di dunia atau harus memakai api neraka? Apa ada yang bisa kulakukan, kutabung untuk mengikis dosa-dosaku? Apa niatku sudah benar? Ku mohon zat pemberi nikmat, mudahkanlah hamba-hambaMu yang sedang berjalan menujuMu. Matikanlah kami semua dalam keadaan khusnul khatimah dalam jihad di jalanMu.
Ditulis ditemani bulan purnama dan kurma. 14 Ramadhan 1438 H.
Mencintai Orang Baik
Kebaikan itu magis. Kita senang melihat perbuatan baik. Kita senang pada orang yang berbuat kebaikan. Orang baik punya daya tarik.
Kita pun boleh jadi mencintai seseorang karena dalam pandangan kita, orang tersebut baik. Tak peduli jika orang lain tak sepakat dengan kita. Kita selalu bisa melihat sisi baik dari orang yang kita cintai. Dan berharap kita bisa membuat orang lain juga melihat sisi baik tersebut.
Mencintai orang baik seperti mudah. Ada banyak hal yang bisa kita kagumi darinya secara spontan. Semua orang akan berpikir kita begitu beruntung memilikinya sebagai seseorang yang dicintai.
Tapi, pada kenyataannya tidak selalu semudah itu.
Mencintai orang baik berarti memahami bahwa kebaikannya dibutuhkan oleh banyak orang. Bukan hanya oleh kita. Sebagai konsekuensi dari menjadi orang baik, tentu ia juga disayangi oleh banyak orang. Bukan hanya oleh kita.
Kita tahu bahwa ia baik bukan hanya pada kita. Tetapi pada semua orang. Itu berarti selain ia sebagai kekasih, atau suami, istri, ayah atau ibu yang baik, ia pun seorang anak yang berbakti pada kedua orang tuanya, teman yang suka membantu, pelayan masyarakat yang mengayomi, pekerja yang profesional, atau pemimpin yang berdedikasi.
Mencintai orang baik berarti memahami bahwa di hatinya bukan hanya ada kita. Hatinya memiliki banyak ruang untuk mengasihi banyak orang. Waktunya dibagi kepada banyak orang yang membutuhkan. Akalnya digunakan untuk memikirkan banyak orang.
Mencintai orang baik juga berarti memahami bahwa kita tak bisa egois dan berpikir bahwa ia milik kita. Karena akan selalu ada celah-celah yang dimanfaatkan para penggoda untuk mengembuskan perasaan iri dan cemburu.
Sejak detik pertama, mencintai orang baik berarti rela. Rela untuk tidak selalu jadi yang utama. Rela untuk mendukung tanpa keluh kesah. Rela untuk mendoakan tanpa lelah.
Berharap dipersatukan dengan orang baik ibarat mendambakan hujan. Kita tak bisa memintanya untuk jatuh di halaman rumah kita saja.
Berharap dipersatukan dengan orang baik ibarat mendambakan hujan. Kita tak bisa memintanya untuk jatuh di halaman rumah kita saja.
*[AGRI-QURBAN]*
Tahun ini punya rencana Qurban? Ingin Qurban aman di tengah pandemi? Ingin Qurban yang tepat sasaran dan memberdayakan?
Memperkenalkan *AgriQurban*, program Qurban + Pertanian dari *AgriQuran*. Pertanyaannya, kenapa perlu ikut program *AgriQurban?* 🤔
1️⃣ *Harga Terjangkau + Memberdayakan*
Hewan Qurban dibeli langsung dari peternak lokal di pedalaman.
2️⃣ *Penyebaran Luas*
Menjangkau 34 Provinsi dan 275 Kab/Kota di seluruh Nusantara. Penyaluran diutamakan ke daerah marginal/pelosok dan muslim minoritas yang membutuhkan.
3️⃣ *Sesuai Protokol Keamanan*
Proses penyaluran hingga penyembelihan dilakukan dengan mengikuti protokol keamanan dan sesuai panduan syariah.
4️⃣ *Menyelamatkan Lingkungkan*
Pembeli hewan Qurban mendapat bonus gardening kit dalam rangka misi menyelamatkan lingkungan.
5️⃣ *Bonus Berlimpah*
✨ Gardening kit
✨ Voucher diskon @agristore_id
✨ Akses materi AgriQuran Digital Camp #1 (Kajian Pertanian Islam)
✨ E-Book kitab pertanian Al Filaha
✨ E-Book Kebun Al-Qur’an
*Informasi lebih lanjut*
🪀 Atika: bit.ly/atikachan
Jangan ragu berqurban! Sebab, _”Setiap satu helainya adalah satu kebaikan"_ (HR. Ahmad)
_____
🐑 AGRIQURBAN
Tebarkan kemenangan dengan Qurban dan Pertanian
🌿 AGRIQURAN
Makmurkan kehidupan melalui pertanian, dengan inspirasi Al-Qur'an
______
_Silakan copy paste dan forward informasi ini ke jejaring Anda. Semoga bermanfaat._
_Ingin mendapatkan tulisan GRATIS dan informasi terupdate kegiatan AgriQuran? Yuk gabung Grup WA dan telegram AgriQuran >> Klik bit.ly/whatsappAQ dan t.me/agriquran. Informasi tentang AgriQuran klik bit.ly/ProfilAQ2020_
*[AGRI-QURBAN]*
Tahun ini punya rencana Qurban? Ingin Qurban aman di tengah pandemi? Ingin Qurban yang tepat sasaran dan memberdayakan?
Memperkenalkan *AgriQurban*, program Qurban + Pertanian dari *AgriQuran*. Pertanyaannya, kenapa perlu ikut program *AgriQurban?* 🤔
1️⃣ *Harga Terjangkau + Memberdayakan*
Hewan Qurban dibeli langsung dari peternak lokal di pedalaman.
2️⃣ *Penyebaran Luas*
Menjangkau 34 Provinsi dan 275 Kab/Kota di seluruh Nusantara. Penyaluran diutamakan ke daerah marginal/pelosok dan muslim minoritas yang membutuhkan.
3️⃣ *Sesuai Protokol Keamanan*
Proses penyaluran hingga penyembelihan dilakukan dengan mengikuti protokol keamanan dan sesuai panduan syariah.
4️⃣ *Menyelamatkan Lingkungkan*
Pembeli hewan Qurban mendapat bonus gardening kit dalam rangka misi menyelamatkan lingkungan.
5️⃣ *Bonus Berlimpah*
✨ Gardening kit
✨ Voucher diskon @agristore_id
✨ Akses materi AgriQuran Digital Camp #1 (Kajian Pertanian Islam)
✨ E-Book kitab pertanian Al Filaha
✨ E-Book Kebun Al-Qur’an
*Informasi lebih lanjut*
🪀 Atika: bit.ly/atikachan
Jangan ragu berqurban! Sebab, _”Setiap satu helainya adalah satu kebaikan"_ (HR. Ahmad)
_____
🐑 AGRIQURBAN
Tebarkan kemenangan dengan Qurban dan Pertanian
🌿 AGRIQURAN
Makmurkan kehidupan melalui pertanian, dengan inspirasi Al-Qur'an
______
_Silakan copy paste dan forward informasi ini ke jejaring Anda. Semoga bermanfaat._
_Ingin mendapatkan tulisan GRATIS dan informasi terupdate kegiatan AgriQuran? Yuk gabung Grup WA dan telegram AgriQuran >> Klik bit.ly/whatsappAQ dan t.me/agriquran. Informasi tentang AgriQuran klik bit.ly/ProfilAQ2020_

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sebarangkali di wadah bumbu ada cabe atau cengek yang berwarna merah dan sudah mau membusuk.
Daripada dibuang, alangkah baiknya di semai.
Sebelum disemai, keluarkan dulu biji cabe dari kulitnya. Kemudian diangin-angin hingga kering.
Diangin-anginnya tidak terkena sinar mata hati hari langsung. Juga, bukan di tempat lembap.
Kira-kira sekitar 3 hari biasanya udah kering.
Jangan kelamaan nantinya jamuran.
Sembari menunggu kering, mari kita siapkan media tanamnya.
Mungkin kemarin kamu abis beli bubur ayam atau seblak. Nah, itu stereofoam-nya jangan dibuang. Bisa kita pake sebagai alas persemaian.
Kasih tanah, dan campur pake pupuk kandang yang udah lapuk.
Kalo nggak ada, coba keluar rumah cari toko pertanian. Beli pupuk kompos. Ini tinggal pake, nggak usah pake tanah lagi.
Kalo nggak ada juga, yaudah nggak usah ribet-ribet nanem cabe segala.
Nah, ambil biji cabe yang udah kering. Terus taburin di atas stereofoam yang udah dikasih tanah.
Kemudian, lapisi dengan tanah lagi, hingga bijinya terkubur. Tapi tipis-tipis aja.
Perciki air hingga media tanamnya lembap.
Tunggu seminggu, biasanya dah pada bertunas.
Di masa-masa menunggu jangan sampai media tanamnya kekeringan. Usahakan tetap lembap. Tapi tidak becek ya. Kira-kira sehari sekali diperciki air.
***
Nah kalo dah agak gede (kira-kira udah ada sekitar 5 helai daun, baru dipindahkan ke media tanam yang lebih besar, bisa pake polybag).
***
Mongngomong, persemaian itu sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.
Biasakan disemai terlebih dahulu. Jangan langsung di tanam bijinya ke polybag.
Salah satu fungsinya adalah agar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup ketika awal bertumbuh.
Makanya, dipersemaian diperlukan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pada persemaian.
Kalo manusia, ibaratnya supaya nggak stunting. Jadi pas masih kecil dipastukan gizinya harus mencukupi.
Tanaman juga gitu, kalo pas awal tumbuhnya kekurangan nutrisi. Jangan salahkan ia, jika kelak tumbuh kerdil.
***
Sok ah yang mau belajar bercocok tanam, bisa komen-komen. Nanti saya jawabin (kalo bisa).
Biar rada guna kitu, elmu pertnian urang teh. Haha
Tanpa Persiapan
Suatu hari, kita sedang asyik sekali membicarakan karir dan pencapaian-pencapaian hidup yang telah kita raih di beberapa tahun terakhir.
Tentang bisnis kita yang semakin berkembang pesat. Tentang promosi jabatan pada perusahaan yang kita emban. Tentang kenaikan gaji pada instansi tempat kita bekerja.
Tak hanya itu, kita juga membicarakan cita-cita yang panjang. Kapan menikah, kapan punya anak, kapan punya rumah dan semacamnya—yang jauh-jauh hari bahkan telah kita tulis dalam catatan target.
Hari itu, kita terlihat antusias dan bersemangat sekali. Tentu saja kita saling berbagi cerita sembari sesekali tertawa penuh keriangan. Sebab, ah, betapa indah dan menyenangkan masa depan kelak.
Namun. Di hari yang sama, pada jarak yang tak begitu jauh, malaikat maut ikut duduk bersama kita. Yang sejak awal hingga akhir, ia juga ikut mendengar semua percakapan yang telah kita bicarakan.
Tahu sedang apa? Ia sedang menunggu menit itu datang. Menit di mana satu nyawa dari salah satu kita, akan diambil tanpa tunda-tunda.
Semenjak itu kita baru akan menyadari. Tak ada yang lebih mengerikan dari kematian tanpa ada persiapan.