Tazkiyah: Dari yang Setetes
Jiwaku berontak mati lebih cepat, sungguhlah belum siap…
Dua puluh tiga tahun, hitam menghampar hati di mana-mana, banyak dosa. Dari yang setetes namun terbiarkan saja, lama-lama hati tertutupi noda. Ditambal-tambal, disulam-sulam, hati tak lagi murni, rombeng disana sini. Pendengarannya sudah buta, matanya sudah tuli, nyaris berkarat karena menabung fujur setiap hari. Iri salah alamat, dituju pada mereka yang bermaksiat.
Air putih bisa rusak karena setetes tinta. Kebaikan orang yang banyak bisa terlupa karena setetes khilaf dan alpa. Sudahlah mungkin, dunia dari setetesnya baka mampu lebih memikat, lalu terlupa akhirat. Sementara Sang Zuhud Abu Bakar menegaskan, “Jadikan dunia ini di tangan kami, bukan di hati kami”. Sedang Rasulullah SAW bersabda, "…hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya…“ (HR. At-Tirmidzi).
Sebelum waktu itu datang, tazkiyahkanlah diri, agar yang setetes itu suci, dan hati murni kembali…
Bandung, 12 September 2015