ANOTHER ONE

seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from Japan
seen from China
seen from China
seen from China

seen from Türkiye
seen from Australia
seen from Nepal
seen from Sweden
seen from Sweden

seen from United States

seen from Brazil
seen from Sweden

seen from Brazil
seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye
ANOTHER ONE

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Found Family/Team as Family Prompts
Older mentor/team leader and the new, younger team member
1. "I wish I'd met you earlier." "Earlier? Any earlier and you'd be in diapers, kid."
2. "You alright?" "Alright? That was awesome!" "… I miss having this much enthusiasm."
3. "You weren't raised to kneel, kid. And don't dishonor yourself by turning the other cheek. Get up."
4. "Can I have a hug?" "… C'mere. You alright?"
5. "Why do you hate me?" "I don't hate you. I hate having to drag more people into this fight—no matter who."
6. "Hey, uh… There's an issue involving the new kid, and I was told to get you…" *alarmed* "What issue?" "The, uh… The arm stuck in the vending machine kind?" "… Yeah, I'll be there in a second."
7. "Why did you tell me to leave?" "What happened is nothing I haven't seen before, and nothing you should ever see."
8. "An eye for an eye makes the world go blind." "Then maybe these fuckers should stop going for the eyes of my people."
9. "Oi. You got any allergies?" "Are you making me a lunchbox?" "It's called rationing. Do you?"
10. "How'd you get that scar?" "Mauled by a dog." "And that one?" "Knife." "And the one on your face? Must've happened in a fight with some assassin, right? Were you defending some secret intel? Or protecting someone-" "I tripped up the stairs."
What about! Mentor teaching Mentee how to be a good medic or caretaker but Mentee is still a bit sloppy when suddenly, Mentor gets hurt and the roles are swapped. Mentor tries hard calming the person healing him. Imagine the absolute unserious chaos.
- "Listen... you got this." "I DON'T GOT THIS."
- "Remember what I taught you?" "Uh... Not really..." "..." "I'M SORRY."
- "Look me in the eyes and calm down." "I AM CALM. YOU CALM DOWN. YOU'RE NOT GOING TO DIE." "Mentee, I told you to calm the patient down IF THEY'RE NOT CALM." "YOU'RE NOT CALM NOW."
- "Uh uh, Mentee, no, not there! Ow!" "I'm so sorry, I can't do this." "Don't say that, I'm going to die if you don't." "I don't want that!" "Then stop looking around for a medic as a medic!"
- "It's okay, Mentee, I'm okay, you're okay." "I AM NOT OKAY."
Joan expects to see her regular patient at her office's door. What she doesn't expect is that big red book in her hands.
Posted a fic onto AO3 regarding these two for @genuaryjubilee !! The first week's prompt was "Mentor & mentee and/or parent & child," and at first I was planning to submit a long piece but since it was taking too long and my wrist was aching so I decided to go for something simple. Ended up drawing this piece for about 3 hours since I haven't seen any content regarding these two's dynamic and meant to write a little drabble to pair. This is NOT. A DRABBLE. LMAO-
So anywayssssss Hope y'all like thisssssss!!!!!!! It was really fun writing from Joan's POV and how she's realising bit by bit that she cares more about Teri than she realises!!!!!!!! <:3🤲
An Archive of Our Own, a project of the Organization for Transformative Works
Suits- Season 3 episode 15 [SPOILER: Mike gets a job offer to be an investment banker. And? An out.]
God damn Harvey loves that kid. They're friends, and they act allll casual about it, but as soon as one or the other is in trouble they lose their shit. Harvey snapped at Scottie because he found out about Mike's job offer. He nearly backed down from a fight in a case. Because? his golden retriever of an associate, his protégé, had decided to leave. Leave being his associate, leave the firm, leave being a lawyer; Leave Him.
Co-dependent? Y e s, because the proof is RIGHT THERE; the fact that they react like this to something happening to the other, and yet appear as one otherwise. Because they've become such a team to each other, "like family", no one notices while they're on track. Why would they? It's natural.
The sky is blue. The grass is green. Donna knows everything - and Harvey Specter & Mike Ross are a team. The Team.
And in contrast, the second anything between them is off kilt, it is as obvious as could be.
So, what I'm saying is this. There may not be a label fitting enough to describe what they are to each other, what they are together - but they are Something, and they are Everything.
Batman & Robin.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ep 7
omg wait... instead of langdon or even whittaker... it's mel (maybe santos) that will go under robby's wing
that mel and robby moment was cute... love how he gave her some advice
∆ Improvement
Pernah ada di fase "gini-gini aja" nggak? Suatu masa, temenku pernah takut aku ilfeel ke dia karena dia merasa gitu-gitu aja. Dia juga nanya kayak gini:
In fact, dia tuh nggak "gitu-gitu aja" alias, aku dari point of view orang kedua dan ketiga, ngeliat jelas banget perubahan dia sejauh apa. Tapi perasaan "gitu-gitu aja" tuh jelas normal kalau kita ada di posisi yang melakukan perjalanan, ditambah kalau ngebandinginnya ke orang lain.
Akhirnya kukasih rumusanku selama ini tentang ∆ improvement yang aku yakini, tentang sejauh apa perkembangan kita dengan memperhatikan 4 faktor utama.
∆ Improvement = Σ (Inherent Quality × Effort × Direction × Feedback)
Artinya, seberapa jauh perubahanmu dibandingkan dirimu yang dulu, bergantung kepada 4 hal utama ini. Tentu ada faktor lainnya, tapi 4 hal ini udah cukup representatif. Kujelasin satu-satu ya.
Pertama inherent quality, atau sumber daya awal yang kita punya. Ini tuh yang melekat di diri seseorang sejak awal, kayak bakat alami, minat, potensi, kemampuan kognitif, gaya belajar, dan learning capacity atau kapasitas adaptif. Memang sih, bukan hal yang sepenuhnya bisa dipilih, tapi tetep bisa dikembangin kalau dapet rangsangan atau latihan yang tepat. Misalnya, ada orang yang dari kecil udah kelihatan suka nulis atau gampang ngerti hal-hal teknis, atau terbiasa mengenali pola dan connecting the dots. Tapi kalau nggak dilatih terus, ya bisa-bisa kemampuannya berhenti di situ aja. Jadi tetep butuh usaha biar bisa jadi sesuatu yang maksimal.
Kedua, effort atau usaha sadar. Faktor ini paling bisa dikendalikan langsung sama diri sendiri. Mulai dari seberapa banyak waktu yang kita invest dalam prosesnya, hal-hal apa aja yang kita korbanin, dan seberapa besar kemauan (willingness) buat terus jalan, bahkan pas lagi nggak mood. Konsistensi dan kontinuitas penting banget di sini, nggak cukup cuma semangat di awal, tapi perlu dibiasakan terus-menerus. Disiplin juga jadi kunci, karena kadang kita harus tetap jalan meskipun lagi nggak ada yang nyuruh atau nggak ada hasil instan. Cara yang dipakai pun ngaruh, karena usaha yang asal-asalan beda hasilnya sama yang strategis. Dan niat, motif, serta tujuan bakal jadi fondasi. Kalau niatnya kuat, biasanya badan juga lebih nurut buat bergerak.
Ketiga, kurikulum atau arah. Yep, kamu nggak salah baca. Dalam hidup ini, kita perlu punya kurikulum pengembangan buat diri sendiri. Isinya kayak silabus, tapi mencakup struktur tujuan, tahapan, dan relevansi pembelajaran. Ga harus ribet-ribet kayak di dunia pendidikan, cuma bikin kita punya kerangka. Apa aja emang isinya?
Bangunan atau diri seperti apa yang kita harapkan? Outcome atau natijahnya apa? (Idealitas)
Kemudian merujuk ke hari ini, "legal moves" atau tahap-tahap yang memungkinkan untuk dilakukan apa aja? (Bangun peta realitas)
Kemudian, apa "best move" atau jalan paling efektif dan efisien untuk mencapainya? (Efektivitas dan efisiensi)
Apa hal-hal yang relevan? Dan apa hal-hal yang perlu dihindari untuk mencegah blunder atau kontraproduktif? (Buset udah kayak main catur aja istilah-istilahnya)
Teori atau value apa aja yang bisa diperkuat untuk menuju ke idealitas itu?
Kalau salah arah, improvement bisa meleset, meski effort tinggi. Ibarat naik kendaraan, effort itu bensinnya, tapi kurikulum ini GPS-nya. Kalau nggak ada arah yang jelas, kita bisa capek di jalan yang salah. Oiya, kurikulum bisa disusun sendiri atau dibantu mentor. Sebenarnya nggak mesti ditulis atau yang gimana-gimana, kadang di kepala atau berupa komunikasi verbal dengan mentor juga cukup. Semakin relevan dan terstruktur arah yang kita buat, semakin bermakna usaha kita buat mencapai si ∆ improvement itu.
Terakhir mentor atau feedback. Kayaknya, tiap nonton film, pasti tokoh utamanya tuh punya sosok "wise man" atau orang bijak yang jadi mentor. Bahkan di teorinya Jung tentang arketipe, kita bisa menjadi mentor untuk diri sendiri. Tapi sebelum jauh ke sana, kayaknya emang harus ada deh, orang yang memegang job sebagai mentor kehidupan orang lain.
Emang apa sih yang mentor lakukan? Sebenernya sesuatu yang so f*cking obvious sih: FEEDBACK.
Mentor tuh perannya mirip arsitek dalam proses pengembangan diri. Misal kita request pengen jadi diri yang A, nah mentor ini bantu koreksi, sebenarnya diri yang A itu cocok nggak jadi outcome dari kita yang segini? Kalo cocok, nanti dibuatin blueprint/peta pengembangan dirinya. Lagi-lagi ini tuh bukan berupa tulisan atau gambar, melainkan gambaran mental yang abstrak di kepala mentor yang akan ditransfer ke mentee.
Selain itu, mentor bantu ngelihat hal-hal yang sering kita lewatkan sendiri, entah kelemahan yang nggak kita sadari, atau potensi yang belum kepake maksimal. Feedback dari mentor bisa datang lewat obrolan, evaluasi, atau bahkan cuma dari cara mereka ngasih contoh. Sesimpel meng-counter argumen ngaco aja udah termasuk feedback.
Dan nggak selalu harus guru resmi, bisa juga temen, ortu, senior, atau orang yang udah lebih dulu buka jalan di hal yang sedang kita jalani. Kehadiran mentor bikin proses belajar jadi lebih terarah, nggak jalan sendiri-sendiri. Dan kalau beruntung, mereka juga bisa jadi pengoreksi error dan bantu ngingetin arah saat kita mulai goyah atau kehilangan motivasi. Tapi buat punya hubungan mentor-mentee yang sehat, kuncinya adalah trust. Mentee percaya akan kapasitas dan motif si mentor. Dan mentor percaya kalau mentee bisa berkembang. Sehingga nantinya, si mentee nggak akan malu membuka diri dan segala blundernya ke mentor buat ditunjukkin salah. Serta mentor pun nggak akan gampang frustrasi kalau sewaktu-waktu progress menteenya lambat.
Terus gimana kalau nggak punya mentor? Ya siap-siap aja harus punya tangki effort yang gede untuk trial and error sepertiku. Actually, I'm not mentorless at all, cuma dalam hal belajar framework secara sadar, emang beneran belajar mandiri, otodidak. Dampaknya, bakal jadi kurang bijaksana dalam prosesnya atau bakal kurang dihormati di perjalanan karena kebanyakan gegabah dalam decision making. Boros effort.
Tapi kan kita nggak ngejar bijaksana atau kehormatan dari orang lain. Kita ngejar belajarnya, kita fokus ke pertumbuhan diri di hadapan Allah, jadi chill aja kalau orang nggak respect. Toh salah dan error dalam pembelajaran mah bisa ditaubati.
Tapi ternyata, nggak semua orang bisa jadi mentor. Nggak semua orang bisa spot celah improvement dengan tepat dan akurat sehingga feedback-nya jadi sia-sia (gak relevan dengan potensi mentee yang lagi digarap). Belum lagi, kamu juga harus pertimbangin,
Orang gila mana yang mau membacaku dengan akurat, mau susah-susah mendalami hidupku cuma biar tau potensi terdalamku dan blunder-blunder kehidupanku?
Orang mana yang punya framework sehingga aku nggak cuma diajak "berteduh di bawah naungan pohon frameworknya", melainkan diajarin juga bikin tempat berteduh itu sendiri.
Orang mana yang bisa kupercaya bahwa dia nggak punya motif apapun kepadaku selain melihatku bertumbuh kembang? Dia ga minta bayaran atau balas jasa.
Sebenarnya orang kayak gitu ada, sebagaimana Al-Qur'an juga ngejelasin bahwa idealnya para penyampai pesan tuh ga punya motif/mengambil manfaat untuk dirinya dari orang lain.
Tapi kalau sejauh ini belum punya mentor, wayahna berusahanya jadi lebih banyak. Tapi Maha Adilnya Allah adalah, kalkulator pahala itu ternyata bukan berbasis ∆ improvement, melainkan Σ effort. Jadi nggak ada usaha yang sia-sia. Tentu ada juga range dampak yang bisa jadi passive income atau pahala jariyah, tapi kan seberapa berdampak perubahan kita terhadap orang lain mah di luar kendali kita.
Sebagai penutup, akan selalu ada potensi bahwa mentee bisa menyusul atau melebihi mentornya seiring waktu. Jadi mentor pun nggak boleh sombong. Dalam hal ini, seperti kata Kawaki dalam series Boruto:
"Kau tidak dalam posisi untuk bisa sombong membicarakan takdir hidup orang lain."
Aku harap semakin banyak orang yang punya kesadaran untuk "hidup bermentor", serta para mentor di dunia ini senantiasa menjaga kesucian motif dan prosesnya. Mudah-mudahan para mentee kehidupan juga dihindarkan dari perasaan "gini-gini aja" yang timbul dari membandingkan ke proses orang lain. Dan yang belum punya mentor, moga-moga dipertemukan dengan mentor yang genuine dan tepat.
— Giza, merumuskan perjalanan hidup
Should I make Beckett an acc on here. If you don’t know he’s a new Oc of mine who’s Aurora’s mentee
@multifandomwitch0 @thatone-midgardian @wannabe-cowboy-werewolf @xx-annabeth-xx @sunnybeach0716 @chaoscoordinator-13 @lupinefox2 @thechenforddaughter @effortlesslysweet @cantchooseafav