Ketika nikmat sehat Allah ambil, ...
Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada makhlukNya termasuk kita, hambaNya. Sampai-sampai kita tak mampu menghitung dan menyebut semuanya. Dari nikmat iman, nikmat hidup dan kehidupan sampai nikmat lain. Bagiku, semua nikmat adalah besar nilainya karena jika bukan Allah yang beri siapa lagi.
Dari semua nikmat itu ada 2 nikmat yang seringkali para hambaNya terpedaya. Yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Terlihat remeh, bukan? Tapi sejatinya tidak. Tanpa nikmat sehat mungkin kita tak bisa melakukan apapun dan hanya terbaring di kasur. Begitu pula dengan nikmat waktu luang. Tanpa waktu luang kita tak bisa melakukan pekerjaan. Sehat dan waktu luang juga bisa saling bersinggungan. Kita memiliki kesehatan tapi tak ada waktu luang menjadikan kita tak bisa melakukan suatu hal. Kita memiliki waktu luang tapi kondisi badan sakit membuat kita hanya bisa rebahan untuk istirahat. Semua menjadi tak nyaman tanpa nikmatNya. Kedua nikmat tadi merupakan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya : ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Lalu jika sedang Allah ambil nikmat sehat, apa yang dirasakan?
Pastilah sakit dan tidak nyaman. Kita mulai benar-benar menyadari bahwa sehat itu benar-benar nikmat dan mahal. Kita menjadi lemah dan selalu minta dikuatkan dan diangkat penyakitnya. Bahkan mungkin menjadi tidak sabar dan emosional. Lalu minta juga ketenangan, kesabaran, ketabahan dan penerimaan. Baru sakit sedikit, mengeluhnya minta ampun. Dasar, manusia.
Kadangkala sakit ini juga bukan hanya ujian bagi yang mengalami tapi juga bagi orang sekitar yang turut merawat dan menemani. Mereka juga diuji atas kesabaran merawat kita saat sakit. Tak jarang kita akan merepotkan dan menyusahkan. Pekerjaan kita akan bertumpuk padanya karena kita tak mampu menyelesaikan. Bahkan mereka akan membantu kita melakukan hal kecil seperti makan dan minum. Semoga Allah juga berikah kesabaran, kebaikan dan keberkahan terhadap amal baik mereka.
Lalu saat sakit apa yang bisa kita lakukan?
Maka, baiklah doa singkat ketika menjenguk orang sakit
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Artinya : "Tidak mengapa, (semoga sakitmu ini merupakan) pembersih (dosamu), insya Allah.”
Maka, besar harapan jika kita mampu melewati sakit dengan sabar, sakit ini bukan merupakan ujian saja melainkan sebagai wasilah Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Maka, di kala sakit selain meminta untuk diangkat penyakitnya dan dijadikan sehat kembali. Perbanyaklah berdzikir, perbanyak istighfar dan memohon ampun padaNya. Semoga dengan dzikir tersebut mampu meringankan rasa sakit kita dan Allah ampuni dosa-dosa kita.
Atau di saat kita tak tahu lagi atas doa dan dzikir yang ingin kita lantukan maka mohon ampunlah. Perbanyak istighfar.

















