seen from China
seen from China

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Albania
seen from United States

seen from Russia
seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from United Kingdom

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cerita Toilet Training
Akhir-akhir ini setelah anakku berusia 1 tahun aku mulai sering kepikiran tentang toilet training. Meski aku belum tahu pasti kapan ingin mempraktikkan ke anakku tapi aku mengawali dengan mengumpulkan pengalaman dari teman-teman sekitar maupun youtube. Karena kepikiranku itu beberapa kali sudah kumulai sounding pelan-pelan. Kali ini aku ingin menuliskan hasil tontonanku dari youtube barangkali menjadi bekal dan pengingatku ketika ingin benar-benar mempraktikkan di kemudian hari.
Berikut link yang aku tonton
Dari thumbnail jelas menjelaskan sekilas bahwa ibu ini baru berhasil menjalankan toilet training setelah 2 kali gagal. Berdasarkan kesimpulanku atas 2 kali gagalnya si ibu adalah karena anak dan ibu belum siap.
Sebenarnya kunci dari suksesnya toilet training adalah ketika anak dan ibu sudah siap.
Kapan anak dikatakan siap? Sebelumnya kembali dulu, aku ingin membahas mengapa gagal 2 kali?
Kegagalan pertama adalah ketika di usia ± 1,5 tahun. Anak si ibu sempat mengalami ISK dan alhamdulillah sembuh tanpa khitan. Namun, si ibu memiliki keinginan untuk mengkhitan anaknya. Saat itu ibu melihat perubahan pada si anak bahwa ia mulai jarang pipis terlebih ketika malam. Lalu si ibu berkeinginan untuk toilet training. Ketika luka benar-benar sembuh dan kering ternyata si anak kembali ke pola sebelumnya bahkan ketika basah pun anak tidak menyampaikan kepada ibu. Sampai akhirnya ibu menyerah.
Kegagalan kedua. Meskipun menyerah, si ibu tetap melakukan sounding kepada anak, "nanti di usia 2 tahun, adik tidak pakai popok lagi, ya. Pipis dan pupnya di kamar mandi." Lalu si ibu kembali mempraktikkan toilet training. Cuaca saat itu sedang musim hujan dan cukup terasa dingin jika anak sering terkena air. Singkat cerita akhirnya gagal.
Si anak akhirnya benar-benar lepas popok sebelum berusia 3 tahun dengan cara yang cukup mudah dan tanpa disadari oleh si ibu. Karena sounding yang terus-menerus dan tetap diajak untuk pipis dan pup di kamar mandi akhirnya si anak berhasil lepas popok dan di 3 hari pertama lulus dengan sangat memuaskan.
Lalu, apa tipsnya dan bagaimana anak dikatakan siap toilet training?
Lakukan toilet training saat anak siap, bukan hanya berpatokan dengan umur saja karena kesiapan tiap anak berbeda-beda. Jika melihat dari kesiapan anak maka semua akan terasa jauh lebih mudah. Tidak perlu dipaksakan dan diambil pusing.
1. Popok tetap kering saat bangun tidur. Selain itu, popok tetap kering setelah 1-2 jam ganti popok. Jadi, anak hanya pipis ketika ganti popok.
2. Waktu BAB yang teratur dan dapat diprediksi.
3. Mampu mengomunikasikan keinginannya meskipun secara singkat. Jika diajak pipis dan ingin pipis bilang mau dan jika tidak bilang tidak. Karena berdasarkan pengalaman ibu, ketika si anak ditanya ingin pipis atau tidak dijawab tidak padahal setelahnya ia ngompol juga.
4. Menunjukkan ekspresi tertentu saat ingin BAB atau pun BAK.
5. Anak mampu melepas dan memakai pakaiannya sendiri.
6. Menunjukkan tanda tidak nyaman ketika popoknya basah dan mampu menyampaikan untuk ganti yang baru.
7. Lebih memilih memakai celana dalam daripada popok.
8. Menghentikan aktivitasnya saat ingin BAB atau pun BAK.
Untuk poin 6-8 adalah poin umum dan tidak terjadi pada anak si ibu.
Dari pengalaman si ibu aku jadi belajar untuk menikmati proses setiap anak. Tidak perlu dipaksakan dan diambil pusing sampai stres. Kita tetap bisa menerapkan kepada anak kita tapi balik lagi kepada kesiapannya. Pun bukan hanya kesiapan anak tapi juga ibu. Maka, jika gagal coba lagi dan jangan menyerah.