Menjadi pribadi yang bermanfaat tak melulu soal memberikan materi yang terlihat.
ardianti 2020

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Ireland
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
Menjadi pribadi yang bermanfaat tak melulu soal memberikan materi yang terlihat.
ardianti 2020

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perjalanan Dimulai
Setiap perjalanan dan setiap orang yang kutemui, aku selalu belajar banyak hal dalam setiap perbincangan. Mendengarkan dan saling bertukar pendapat. Berbagai kisah yang sangat menarik, menggugah hati dan tidak jarang selalu membuatku merasa sangat beruntung telah dipertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka.
Bagaimana kebaikan orang-orang ini yang tidak pernah mengharapkan balasan. Keikhlasan mereka dalam berbuat sesuatu. Serta ketulusan mereka yang bisa kurasakan secara langsung.
Aku ingin membagikannya. Pendapat mereka dalam melihat sudut pandang yang sangat jarang diperhatikan oleh orang lain. Kisah perjalanan mereka mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.
Tentang berbuat baik dan belajar menjadi sebaik-baiknya manusia yang diciptakan untuk bumi ini.
Alien
Kali ini bumi yang membosankan tetiba satang dwngan versi yang baru. Ada sekelompok manusia yang memahami kebutuhan alien swpwrtiku.
Tapi aku takut kecewa dan mengecewakan. Seperti dulu-dulunya. Ku sampaikan jika masih demikian kali ini wajah alienku harus lebibvtabah. Angkasa yang banyak terlihat menjanjikan menurutku harus ku timbang kembali.
Wahai manusia, adakah pasti. Jawabannya tidak.
Tanyalah pada pencipta...
Aku sungguh terkesima dengan orang orang baik yang ada di sekelilingku.
Barangkali kita pernah mengendarai sepeda motor ataupun mobil. Kemudian di perjalanan, kita melihat anak SD yang sedang menuju sekolah dengan seragam lengkap berjalan kaki.? Seketika hati kecil kita menyapa dan ingin memberikan tebengan pada anak tadi. Tapi sayang, motor sudah melaju cukup jauh meninggalkan sang bocah. Perlahan ada rasa sesal setitik dalam hati kita. Rasa itu muncul kerana ke-tidakjadi-an kita memenuhi panggilan kebaikan yang sangat seketika tadi. Barangkali kita pernah berniat berbuat satu kebaikan kemudian tidak jadi. Atau sudah banyak ragam kesempatan kebaikan yang telah kita lewatkan karena berbagai hal. TIDAK JADI BERBUAT BAIK adalah hal rumit yang perlu kita renungi kali ini. Kesempatan berbuat baik adalah cara Tuhan menyayangi hambaNya. Dan mengambil kesempatan itu adalah cara kita mengilustrasikan harapan tuk selalu disayangi Tuhan. Semoga kita selalu dekat dengan hal-hal baik. Kita menjadi #manusiabaik , kemudian menebar virus #manusiabaik itu kepada kawan kerabat yang lainnya. 😊 dan Saling menginspirasi ~

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sampai kapan kita terus-terus-an menilai. Tidakkah menjenuhkan kala kita selalu meremehkan manusia lain yang kita kira tidak lebih baik dari diri kita. Lebih lebih penilaian itu hanya dari subjektif lahiriah nan bisu saja. Bukankah manusia baik itu cenderung tawaduk ketimbang memelihara laku ujub dalam dirinya ? Tuhan yang maha menguasai hati. kami mohon perlindunganMu dari segala sifat ujub, riya, dengki dan sombong. Barangkali sekarang saatnya, kita musti memutuskan. Belajar menjadi #manusiabaik. Belajar menghargai ragam manusia lainnya. Belajar menjadi embun sejuk di tengah gerahnya kerumunan.
Manusia-Manusia Baik #2
Di kehidupan pasar yang katanya banyak godaan setan itu, ternyata tersimpan manusia baik dalam lapak-lapak jualannya.
Ialah Ibu Suti. Ibu sekitar 40an tahun yang berjualan baju dan mukena. -- Niat awal saya pergi ke pasar adalah ingin membeli mukena. Menyiapkan Bulan Ramadhan yang 3 mingguan lagi tiba dengan membeli mukena yang adem agar kalo Tarawih bisa nyaman.
Nah, di tempat Ibu Suti ini saya menemukan apa yang saya cari. Karena memang niat mau membeli banyak sekalian untuk orangtua dan calon mertua, akhirnya pulang dari sana tangan saya nenteng barang berat.
Akibatnya saya kehilangan fokus dengan tas hitam kecil yang ada di punggung. Bahkan pikiran-pikiran buruk itu sama sekali tidak ada. Adanya senang, lala lala yeye yeye punya mukena baru. Semua dibelikan lagi. Hehehe.
Nah, kadang musibah itu datang tiba-tiba saat kita lagi bahagia. Dan itulah!
Ada pedagang ibu-ibu bilang ke saya, “Mbak mbak, tas nya mbukak itu. Dompetnya lak ilang” (Mbak mbak, tasnya resletingnya buka. Pasti dompetnya raib)
Saya langsung cek. Benar tas udah membuka lebar. Dompet? Benar juga sudah ilang.
Saya panik! Apa yang harus dilakukan??
Saya balik ke tempat Ibu Suti, niatnya mau menanyakan dompet saya ketinggalan apa tidak.
Tapi namanya juga orang bingung, mau jalan ke tokonya Ibu Suti juga malah muter-muter karena bingung arah. -- Ialah Ibu Suti yang nganterin saya ke bagian informasi dan radio, meninggalkan lapaknya yang saat itu ada pembeli datang.
Beliau pula yang meminjami HP plus pulsanya untuk saya telfon pacar saya. Ialah Ibu Suti yang rela me-refund apa yang telah saya beli, “Barangnya saya keep disini dulu, uangnya ini tak kembalikan yaa. Nanti kalo ada apa-apa dan butuh uang”.
Iya, ialah Ibu Suti. Orang-orang baik ditengah keriuhan orang. Ditengah banyaknya godaan setan.
Terimakasih Ibu Suti:)
Manusia-Manusia Baik #Part 1
“Pakai ini saja dulu Mbak”, kata beliau sambil membuka dompet. Menyerahkan uang biru dengan angka 50.000.
Aku tersenyum, “Enggak usah mas. Makasih mas”.
“Nggak papa Mbak. Gini saja, kalo nanti di kantor polisi bayar, mbak-nya kesini saja. Saya masih di sekitar sini sampai sore”.
Aku kembali tersenyum, “Iya mas, makasih ya”.
Ingat. Aku ingat sekali akan dialog Minggu siang itu. Minggu dimana dompet beserta surat-suratku hilang. Tentu suratnya tidak lebih penting dari Surat Al-Maidah, Al-Kahfi atau surat Al-Quran lainnya. Tapi surat itu berharga bagi diakuinya saya sebagai penduduk Indonesia ataupun sekedar agar aman kalo ada cegatan.
Begitulah. Beliau dengan penuh senyum dan menyeka keringat bersimpati kepadaku yang pasti sudah meler-meler air mata sampai mana-mana.
Saya meninggalkan tempat parkir. Menuju Kantor Polisi dimana saya akan mencari surat kehilangan. Karena apabila saya meminta Pak Polisi untuk mencari dompet saya, sungguh mungkin ini bukan lagi Indonesia.
Lalu, Si Mas-mas yang tidak kutau namanya kembali fokus pada pekerjaannya. Menggeser-geser motor. Menata agar banyak motor bisa masuk.
Iya, beliau adalah tukang parkir. Yang baik hati. Semoga Allah dan alam semesta juga baik kepada mas-nya :)