10 Rekomendasi Buku yang saya baca di 2017
Tahun ini menjadi tahun petualangan bagi saya. Menjalani kehidupan nomaden alias berpindah-pindah tempat di tiap-tiap bulannya. Barangkali saya menjadi perlu membuat cerita kaleidoskop tiap kota yang saya singgahi di postingan selanjutnya. Namun, kali ini kita gak bakal bahas soal petualangan. Karena saya akan memberikan 10 buku rekomendasi yang saya baca di 2017.
1. Think like there is no box.
Buku ini berhasil membuat saya membuka cara pandang baru tentang dunia marketing, dunia yang sangat saya minati sejak dulunya. Bapak marketing Pertamina ini menceritakan kisah suksesnya selama meramu ide-ide kreatif dan inovatif di lingkungan Pertamina. Mulai dari pencarian nama produk, tips pemasaran yang kekinian, hingga cara membuat seluruh karyawan menjadi aktif sebagai peramu ide. Recommended buat kita yang ingin memulai bisnis, ataupun sedang menjalani aktivitas sebagai karyawan di perusahaan.
2. Hiduo itu harus pinyar Ngegas dan Ngerem
Di buku ini, Caknun menulis nasehat yang sangat dekat dengan keseharian. Hal-hal yang selama ini ter-framing dengan kaku di saya, buku ini berhasil memberikan cara pandang baru soal memandang perbedaan. Barangkali kita musti belajar lagi tentang menjadi baik dengan sesama, yang kita kenal dengan Habulimanannas. Tidak hanya sibuk ber-optimis-ria dengan kelompok masing-masing. Namun, terus berupaya menemukan kelompok yang benar-benar menuju jalan yang lurus. Serta menumbuhkan sifar bijak, kala ditemukan perbedaan-perbedaan.
Nasehatnya terkesan acak. Ibarat beliau menulis apa yang terlintas di pikiran. Namun, isinya cukup renyah dan berhasil menyentil saya selaku ahli maksiat.
Ini buku paling mahal yang saya baca di tahun ini. Awalnya saya sudah sering lihat buku ini di rak-rak toko buku Gramedia. Tapi saya acuh karena ngerasa ini paling cuma buku motivasi berbisnis. Karena bagi saya, bisnis itu tidak butuh motivasi, tapi semangat bisnis itu muncul yang genuine dalam diri kita.
Lalu kemudian saya iseng melihat label harga bukunya. Disana tertera sekitar 345 ribuan, dan bagi saya itu super mahal, karena jumlah halanannya tidak terlalu tebal. Dan hal itu kemudian membuat saya penasaran dan ingin membacanya. MasyaAllah ternyata buku ini memang luar biasa. Buku ini membocorkan strategi bisnis yang selama ini tidak terfikirkan bagi saya. Hanya dalam waktu dua hari, saya menyelesaikan membacanya di toko buku. Ya, saya membacanya di toko buku karena satu dan lain hal 😅
Prof Rheinald emang paling jago bahas hal beginian. Di buku ini beliau sangat lugas dan deskriptif menjelaskan soal pergantian perilaku bisnis. Bagi saya yang sangat meminati dunia startUp, buku menjadi nutrisi yang sangat bergizi. Ada banyak cerita kegagalan bisnis besar yang tidak mau berinovasi. Dan juga ada banyak bisnis kecil yang berhasil menghancurkan bisnis besar karena inovasi. Sebuah buku yang berhasil membukan mindset kita yang ingin tahu lebih dalam tentang dunia digital yang sedang kita jalani hari ini.
Buku Cak Nun yang lain yang bikin saya betah membaca di toko buku adalah buku Daur. Buku serial ini bercerita tentang perjalanan seorang yang bernama Markesot dalam mencari Tuhan. Tiap kisahnya bikin kita serasa disentil, atau ditampar. Ada banyak cerita kejadian yang menyentil saya selaku muslim. Muslim yang semakin hari menumbuhkan bunga kesombongan di tiap harinya. Muslim yang merasa sudah berada di jalan yang benar, dan hobi mencela mereka yang berseberangan. Buku ini menggiring kita untuk lebih mengenal hakikat Tuhan, dan juga mengenali diri kita sendiri.
6. Konspirasi Alam Semesta
Dulu saya tidak suka baca novel, apalagi genre romance. Namun, buku ini akhirnya memberikan cara pandang baru tentang menulis. Ada banyak selipan pelajaran yang bisa kita selipkan di tiap karya tulisan kita. Bergantung kecerdikan kita menempatkannya. Buku ini meskipun bercerita tentang kisah cinta, namun ada banyak pesan yang dititip dari sini. Ada argumen yang sedang ingin disampaikan penulis. Dari buku ini saya kembali punya semangat, ingin mencipta novel yang bisa menuai inspirasi bagi pembaca. Tidak melulu soal bersedih-sedih ataupun bergalau-galau tentang cinta, yanh yang ada di buku genre serupa.
Buku ini juga genre romance. Kisah cinta seorang anak SMU dengan latar waktu tempo lalu. Saya suka diksi yang dimainkan Pidi Baiq di buku ini. Diksi yang ringan, renyah dan sangat berkebalikan dengan novel fiksi remaja pada umumnya.
Buku ini juga berbicara tentang StartUp Digital. Ada banyak kisah sukses para creator hebat di dalamnya. Sekaligus menjelaskan tentang bahwa memulai bisnis memang butuh perjuangan, tidak instan dan perlu kesabaran. Tidak terburu-buru ingin menjadi sukses tanpa ada kerja keras yang me-latarbelakang-i-nya.
Buat saya yang lagi-lagi ingin punya usaha rintisan digital, buku ini perlu membuka wawasan buat menapaki tiap anak tangganya.h
Kisah seorang pecinta alam ini merupakan Novel fiksi yang menurut saya butuh perjuangan dalam riset ceritanya. Ada kemiripan dengan Konspirasi Alam Semesta ketika saya membaca bukunya. Ada argumen yang sedang ingin disampaikan ke kita, terutama kita yang mengaku sebagai pecinta alam atau penyuka gunung.
Buku ini adalah karya presiden jancuker Sudjiwo Tedjo. Kolaborasi dengan Dr.Mr.Kamba. Di buku ini Sudjiwo Tedjo menjadi story maker dan Dr Kamba menjadi memacam deskriptor yang menjelaskan hikmah di balik cerita hanh dikarang Tedjo.
Sudjiwo Tedjo yang mengakui bahwa Cak Njn adalah salah snak muridnya ini memang seorang story maker yang kreatif. Kalau kita membacanya, ada kemiripan dengan buku Daur dalam hal menyentil para pembaca. Sarat dengan hikmah.
Bonus. (belum kelar baca semua)
Tiga komika ini punya kisah juang masing-masing dalam menapaki tangga kesuksesan. Sangat inspiratif. Agaknya bukan genre buku motivasi, namun berhasil menumbuhkan motivasi bagi pembaca yang juga sedang berjuang menggapai kesuksesan masing-masing. Ernest Prakasa-Setengah jalan. Pandji-Persisten. Soleh Solihun-Mau jadi apa?.
Barangkali cukup. Ada rekomendasi buku lain? Boleh reply atau mention IG saya di @riohafandi. Ditunggu :))