13 tahun Lalu itu Menyapaku (bag. 2)
Entah kapan tepatnya beberapa waktu itu...
Saat aku sedang santai berbincang berdua dengan sahabatku Rima di sebuah kafe. Tetiba pembicaraan random kami terhenti olehku yang mendadak mengingat suatu ingatan tentang seorang laki-laki.
Dalam ingatan itu, lelaki itu adalah seorang pasien. Aku sedang menjenguknya. Tapi aku bahkan tidak ingat siapa namanya. Lelaki itu melihatku dengan senyum lemahnya. Dan aku membalas senyumannya dengan perasaan bahagia yang menahan tangisku untuknya.
Siapa dia?
Kenapa aku menjenguknya?
Aku menanyakannya pada Rima. Tapi dia tidak tahu juga siapa lelaki itu. Aku bingung, kenapa tiba-tiba muncul ingatan seperti itu. Dan aku gagal mengingatnya.
Lalu ada ingatan lainnya muncul. Aku berhenti di atas motorku saat menunggu seniorku di depan rumahnya sebelum akhirnya kami berangkat ke Kampus. Ponsel lipatku berdering dan menampilkan sebuah nama dan nomor. Tapi Nama dan Nomor itu tidak jelas nampak dalam ingatan itu.
Aku menjawab panggilan telepon itu. Aku tidak jelas mengingat apa yang aku dengar dalam ingatan itu dan juga apa yang aku katakan saat bercakap dalam telepon itu. Tapi ternyata panggilan telepon itu adalah alasan kenapa aku datang ke rumah sakit untuk menjenguk seorang anak laki-laki yang kurang lebih seusia denganku.
Ingatan-ingatan itu ternyata berkaitan. Tapi urutannya tertukar.
Dan kejadian munculnya ingatan-ingatan di malam itu, di tengah obrolan santaiku bersama sahabatku di kafe saat itu, berlalu begitu saja. Tanpa muncul kembali dan menjadi misteri bagiku.