Morning coffee brought to you by Konteks and thier song City Samba.
🎶☕️
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Norway
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Spain
Morning coffee brought to you by Konteks and thier song City Samba.
🎶☕️

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
And whilst we’re in a good space lets get shamed for our music taste ✌️😂
I was tagged by the loves of my life: @enchantedamusedslightlyconfused and @breezymichelle99 - thank you 🖤
Just a heads up, I have music EVERYWHERE...so this may not be wholly accurate or representative. But we’re gonna use my Spotify Favourites playlist.
I Love You, Will You Marry Me - YUNGBLUD
Breezeblocks - alt-J
Salt - B. Miles
Sex Drive - Machine Gun Kelly
Fly - Highly Suspect
Prayer in C - Lilly Wood & The Prick and Robin Schulz
Time - Pink Floyd
Golddust - DJ Fresh
England’s Dreaming (Acoustic) - Boston Manor
City Samba - Konteks
I’m tagging: @rumoured-whispers @bearsintreesofficial @xwonderlandxinxhellx and @alyssa-kaye-ak 😘
#ToucheRadioStation ♥ konteks - koffejahms
Kegagalan Memahami Konteks
Aku greget banget kalau di forum-forum evaluasi, tarikan kesimpulannya selalu aja di "miss komunikasi" padahal kasusnya nggak sesederhana yang dikira (tentang komunikasi, bisa lihat di sini)
Miss komunikasi itu cuma gejala dari sesuatu. Ada kok orang yang terus berjuang berkomunikasi melalui berbagai "qaulan" entah karima, baligha, tsaqila, layyina, hard convo, deep convo, heavy convo, dll. Tapi kalau objek yang diajak berkomunikasinya nggak punya willingness to understand, nggak akan bisa. Judging itu emang hal yang paling mudah dilakukan karena tinggal lompat ke kesimpulan.
Dari concern aja udah beda. Betapa sering sih kita kecewa karena hal yang penting bagi kita ternyata nggak penting bagi yang lain? Menularkan kepentingan tuh, sesusah itu ternyata. Rentan disalahpahami pula. That's why, sharing our excitement tuh bisa bikin kapok kalo berkali-kali mendapat feedback kurang mengenakkan.
Sangat disayangkan, kenapa terus melanjutkan perjalanan sambil mengabaikan "kebelumsamaan paradigma" atau bahasa singkatnya: masih bawa concern masing-masing. Perbedaan ini menimbulkan kerancuan dalam memahami konteks juga. Ujungnya problem solving spesifik malah dijawab pakai solusi umum. Padahal di matematika aja ada solusi khusus. Justru kan spesialisasi itu yang kita butuhkan untuk menjawab tantangan zaman, tentu sambil tidak lepas dari solusi umum. (Re: solusi umum → solusi yang apa-apanya balik lagi ke Allah)
Konteks adalah segalanya. Tanpanya, kita hanya melihat sebagian dari gambaran besar. Untuk memahami mengapa seseorang bertindak dengan cara tertentu, kita harus terlebih dahulu memahami dari mana mereka berasal. Konteks itu seperti cerita di balik cerita. Itulah yang memberi makna pada apa yang kita lihat dan dengar. Memahami konteks itu seperti memahami akar dari sebuah pohon. Semakin banyak kita mengetahui akarnya, semakin baik kita memahami pohonnya. Jangan hanya melihat orangnya, lihat juga konteks di balik orang tersebut." Context is everything. Without it, we see only a part of the picture."To understand why someone acts a certain way, you must first understand where they come from." Context is like the story behind the story. It's what gives meaning to what we see and hear. Understanding context is like understanding the roots of a tree. The more you know the roots, the better you understand the tree." Don't just look at the person, look at the context of the person"
Konteks selalu merupakan kunci bagi setiap kecerdasan apapun. Output dari pemahaman terhadap konteks adalah kemampuan problem solving yang tepat sasaran (efektif dan efisien) dan relevan menurut jenis masalah spesifik yang sedang dihadapi.
Kegagalan memahami konteks adalah awal dari kebodohan sebab mengakibatkan kegagalan struktur berfikir dan bertindak. Untuk tertib bertindak, menulis, bersikap, dan berbicara, harus dimulai dulu dari tertib logika. Kegagalan memahami konteks kayanya emang jadi kekurangan sebagian besar muslim zaman now yang merasa cukup dengan kecerdasan spiritual, namun tidak ditopang kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional.
Tidak ada yang salah dengan mengembalikan semuanya ke Allah. Hanya saja, jika tidak dibarengi dengan upaya memahami masalah secara menyeluruh (reading comprehension) dan menyelami konteksnya, kita akan berakhir mengulang kalimat yang sama tanpa arah, seperti gema yang memantul di ruang kosong. Mengembalikan segala hal kepada Allah memang langkah yang benar, namun bukan berarti itu menggugurkan tanggung jawab kita untuk berpikir, menggali, dan menemukan solusi yang spesifik.
Dalam kehidupan, Allah memberi kita akal, memberi ruang untuk ikhtiar. Dia pun menurunkan ayat-ayat kauniyah dan kauliyah agar kita mencari, bukan sekadar menerima tanpa analisis. Namun, saat kita hanya menaruh "pengembalian kepada Allah" sebagai jawaban yang serba mujarab, kita justru akan kehilangan esensi dari akal yang diberikan untuk berproses memahami. Kita lupa bahwa solusi tidak berhenti di sana; masih ada jalan, ada usaha yang harus dilalui sebelum kembali kepada Allah sebagai wujud tawakal.
Kadang, kita terjebak dalam kenyamanan solusi umum, seolah-olah semua persoalan bisa dijawab dengan cara yang sama. Tapi bukannya Allah sendiri memberikan kita akal, qalbun, fuad, dan lubb sebagai alat bantu? Artinya, untuk menjawab tantangan spesifik, kita perlu solusi yang spesifik pula yang tidak lepas dari solusi umum. Kembali kepada Allah itu mutlak, tapi kita juga diajarkan untuk menjalani prosesnya—menggunakan pemahaman, nalar, dan hikmah untuk melihat masalah dengan lebih jernih dan detail.
Seorang senior di komunitasku pernah bilang:
"Ketidakmengertian ini, bisa jadi bukan karena kebingungan melainkan pembatasan upaya berpikir yang sifatnya membuat kita jadi kikir."
Pada akhirnya, pengembalian kepada Allah adalah puncak dari segala ikhtiar, bukan pengganti bagi upaya kita memahami dan menyelesaikan permasalahan. Di situ, ada keseimbangan: tawakal yang tumbuh dari usaha nyata, dari kedalaman konteks yang kita pahami, dan dari ketepatan langkah-langkah yang kita ambil.
— Giza, so challenging being Fi dom
https://soundcloud.com/ninetofiverecords/konteks-peachtree
#NowPlaying: "Konteks - Peachtree" by Ninetofive ®

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
NctrnmFM(nctrnm.com): "Sunny Soul" by Konteks.
Mengenal Pengertian System: Apa itu Sistem dan Subsystem? Definisi, Sejarah, Tujuan, Jenis, Konteks dan Penerapan serta Contohnya!
Mengenal Pengertian System: Apa itu Sistem dan Subsystem? Definisi, Sejarah, Tujuan, Jenis, Konteks dan Penerapan serta Contohnya!
Tahukah Kalian, Pengertian System, Apa itu Sistem dan Subsystem? Definisi, Sejarah, Tujuan, Jenis, Konteks, Penerapan dan Contohnya! Sebelumnya, perlu kalian ketahui terlebih dahulu bahwa suatu sistem biasanya terdiri dari banyak sistem yang lebih kecil, atau yang lebih dikenal dengan sebutan sub-systematau subsistem. Sebagai contoh misalnya, dalam sebuah organisasi terdiri dari banyak fungsi…
View On WordPress
Belajar Inbound Marketing dari Para Filsuf
sumber: hawkseen
Di era digital dan komunikasi dua arah seperti sekarang, memang begitu banyak perubahan terjadi bahkan mengguncang eksistensi banyak pebisnis besar. Jika di masa lalu, para pemasar bisa sesuka hati melakukan framing agenda lewat iklan satu arah di media-media mainstream, lain halnya dengan masa sekarang.
Kini, di saat semua orang sudah bisa bicara apa saja lewat new mediaalias…
View On WordPress