thank u @serialdivorcer for tagging me to post 6 faceless pics ! i tag @signwet @atramentumnoctis @brunetterightsactivist @ciggiebreak @cuntentcreator and literally anyone who sees this to do it xx

seen from Netherlands
seen from Indonesia
seen from Netherlands

seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from India

seen from France
seen from China
seen from United States
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
thank u @serialdivorcer for tagging me to post 6 faceless pics ! i tag @signwet @atramentumnoctis @brunetterightsactivist @ciggiebreak @cuntentcreator and literally anyone who sees this to do it xx

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
a cat ate my sandwich today
Saat Luka Jiwa Meronta-ronta.
Menata Hati Part 1.
Ada tipe manusia yang kalau di luar kelihatan sibuk senyum, upload instastory, tapi di hatinya ada badai. Mungkin karena dicaci, dikhianati, diremehkan. Lama-kelamaan hati jadi lelah. Karena hatinya dalam mode hoarding (menimbun) rasa sakit sendirian.
Akibatnya? Pikiran penuh, tidur malam berasa kayak ronda, dan jiwa perlahan kehilangan cahaya-nya.
Jujur aja, yang bikin kita nyesek setengah mati itu sebenernya bukan karena perlakuan jahat manusia lain, tapi karena ekspektasi yang ketinggian, setinggi langit ketujuh. Kita sering lupa sama pesan dari Ali bin Abi Thalib yang ini:
"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."
Nah, itu! Ketika kita naruh harapan ke manusia, ya siap-siap aja hati patah berkeping-keping.
Dari zaman purba kalau hati manusia itu nggak bakalan kuat kalau digantungin ke dunia. Manusia itu makhluk yang hobi berubah, hari ini sayang besok bisa hilang, hari ini muji besok bisa mem-bully. Makanya, para orang-orang shilih punya amalan yang sebenernya simpel banget.
Amalannya apa? Duduk diam beberapa menit, matiin notifikasi HP, lalu dzikir narik seluruh kesadaran kembali ke Allah. Napas diatur yang bener, ego diturunin—nggak usah berasa paling menderita sedunia—terus sebut nama Allah pelan-pelan di dalam hati. Di-resapi, ya!
Healing gratis ini sejalan sama janji lembut Allah dalam Al-Qur'an:
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Sederhananya: kalau nama Allah sudah full memenuhi memori batin, suara-suara sumbang manusia di luar sana otomatis silent. Hinaan orang jadi terasa kayak angin lalu, pengkhianatan nggak sampai bikin pengen kayang, dan kalau diremehkan ya tinggal senyum aja karena tahu takdir kita bukan di tangan mereka.
Kenapa amalan sepele ini efeknya bisa se-sakti itu? Soalnya spek hati manusia itu single slot, nggak bisa dipenuhin dua hal sekaligus. Kalau hati kita penuh sama urusan manusia, ya selamat, kamu bakal gampang sakit hati karena mereka. Tapi kalau hati mulai kita booking buat Allah, perlahan dunia bakal kehilangan kemampuan buat bikin jiwa gonjang-ganjing.
Saya sebutnya diet luka dengan cara berhenti "memberi makan" dendam. Caranya? Stop memutar ulang adegan buruk perlakuan orang lain di dalam kepala! Semakin sering video penderitaan itu kamu play di otak, ya lukanya makin berkembang biak. Makanya mereka buru-buru pencet tombol switch ke dzikir, tafakur, dan sadar kalau hidup ini terlalu singkat cuma buat mikirin manusia yang bahkan nggak mikirin perasaan kita.
Terakhir, kalau hari ini hati masih penuh luka gara-gara manusia, coba ngaca, terus tanya: sudah berapa jam kita sibuk mikirin kejelekan mereka? Yuk, buruan ambil wudhu, kurangi drama, perbanyak doa!
Lempar Jumrahmu!
Pernahkah kita merenungkan salah satu ritual dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah? Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah memerintahkan kita melempar setan hanya dengan menggunakan kerikil kecil? Bukan dengan batu besar, bukan dengan tombak, bukan dengan pedang.
Mengapa hanya kerikil?
Jawabannya telah Allah abadikan di dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah." (QS. An-Nisa: 76)
Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa setan itu sejatinya makhluk yang lemah. Strateginya rapuh. Kekuatannya kecil, sekecil kerikil. Kuncinya cuma satu: cukup kita tahu posisi kita dengannya, yaitu sebagai musuh abadi. Selama kita menempatkan setan sebagai musuh dan tidak menjadikannya teman dalam kelalaian, maka Allah pasti akan memberikan kemenangan dan perlindungan kepada kita.
Lalu, kalau tipu daya setan itu lemah, kenapa hari ini ketakutan kita akan masa depan terasa begitu besar? Kenapa keraguan untuk melangkah, memulai hal baru, atau mengambil keputusan besar terasa begitu berat? Kenapa godaan untuk menyerah pada keadaan atau mencari jalan pintas yang tidak rida-Nya terasa begitu sulit untuk diputuskan?
Bukan karena setannya yang bertambah kuat... Tapi karena kita yang tanpa sadar sedang mengecilkan posisi Allah di dalam hati kita.
Ketika kita membesarkan ketakutan kita, membesarkan keraguan kita, secara tidak langsung kita sedang mengecilkan kemahakuasaan Allah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Banyak orang baik memperjuangkan ekonomi yang lebih baik bukan karena meragukan Allah sebagai Pemberi rezeki, melainkan karena ingin menjadi perantara kebaikan bagi lebih banyak orang."
"Janganlah takut dan jangan bersedih"
(Al-'Ankabut: 33)
Allah Sebagai Porosnya
Perhatikan alam semesta ini. Setiap planet memiliki poros tempatnya berputar. Bintang-bintang di galaksi pun memiliki garis edarnya masing-masing. Mereka tidak pernah bertabrakan karena mereka patuh pada porosnya.
Begitu pula dengan hati dan langkah hidup kita.
Setelah membaca tulisan ini, mungkin kita akan bertemu dengan tantangan baru. Kita akan mendapatkan ilmu-ilmu baru yang lebih hebat, pengalaman yang lebih luas, atau pemahaman hidup yang lebih matang. Tapi pesan saya hanya satu: Kembalikan posisi Allah sebagai poros utama di hatimu.
Sebaik apa pun strategi yang kamu catat hari ini, setajam apa pun rencana masa depan yang kamu siapkan untuk meraih impian, semuanya tidak akan ada hebatnya, tidak akan ada efek sampingnya, dan tidak akan ada gunanya tanpa izin dan rida dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Lalu, bagaimana caranya menjadikan Allah sebagai poros dalam setiap ikhtiar dan perjuangan hidup ini?
Pahami esensinya dengan akal sehat.
Rasakan getarannya di dalam doa-doa sepertiga malam Anda.
Dan yang paling penting: Bikin Allah yakin dengan semua kesungguhan upaya kita.
Tugas kita hanya berikhtiar dengan cara yang syar'i dan elegan. Setelah usaha maksimal itu selesai, letakkan ego kita, bersujudlah, dan serahkan sisa hasilnya kepada Allah.
Teruslah bermujahadah (bersungguh-sungguh) di jalan-Nya, karena itulah bentuk pembuktian tertinggi bahwa kita adalah hamba yang butuh bimbingan-Nya.