JANGAN MEMUPUK PERASAAN DALAM DIAM!
Banyak yang mengira, selama tidak chat dan tidak bertemu, berarti cintanya sudah aman. Padahal belum tentu.
Karena yang terus dipelihara bukan hubungannya, melainkan perasaannya. Dan justru itulah yang membuat hati tetap sibuk dengannya.
Terus memikirkannya, diam-diam melihat story-nya, membayangkan kehidupan bersamanya, menyusun harapan yang bahkan belum pernah Allah izinkan terjadi. Bukankah itu sama saja dengan sedang merawat cinta.
Semakin sering perasaan itu disiram, semakin dalam akarnya menghujam. Dan semakin sulit hati menerima ketetapan Allah ketika ternyata dia bukan jodohmu.
Jangan memupuk perasaan dalam diam!
Sebab tidak semua yang tumbuh di hati harus diperjuangkan. Ada yang justru harus diikhlaskan sebelum ia semakin menguasai hati.
Kadang yang membuat kita sulit move on bukan karena orangnya terlalu istimewa, tetapi karena kita terlalu lama memberi ruang untuk angan-angan hidup bersamanya.
Padahal Allah tidak pernah meminta kita menjaga seseorang yang belum halal. Allah hanya meminta kita menjaga hati agar tetap bersih dan percaya pada takdir-Nya.
Percayalah, jika memang dia ditakdirkan untukmu, Allah mampu mempertemukan kalian dengan cara yang paling indah, tanpa harus melanggar batas-batas yang telah Dia tetapkan.
Namun jika bukan, jangan sampai hatimu terlalu penuh olehnya hingga tidak ada lagi ruang untuk menerima ketetapan Allah dengan lapang.
Ikhlas memang tidak selalu datang dalam sehari. Tapi ia dimulai dari berhenti menyiram perasaan yang seharusnya mulai dilepaskan.
Karena cinta yang paling menenangkan bukanlah yang paling lama kita tunggu, melainkan yang paling Allah ridhai.
Dan bisa jadi, melepaskannya adalah cara Allah menyelamatkanmu dari luka yang lebih dalam, agar suatu saat nanti Dia menggantinya dengan seseorang yang tidak hanya membuatmu bahagia, tetapi juga membawamu semakin dekat kepada-Nya.