Dengar!
Dia buat malam bergetar
Langkah baru, tanpa gentar
Rasa diputar, logika ditawar
Sukma tertukar, raga terbakar
Tinggi kasar, sadar memudar
Mata binar bak kelelawar
Mematikan bak bisa ular
Lihat!
Memar dan luka yang dia buat
Tumbuh pesat menjadi alat
Banyak penikmat menjadi sesat
Kisah penat di jalur cepat
Tuhan tahu dia kuat
Sebelum tamat terasa berat
Dalam hati dia menyemat
“Tunggu, kiamat kalian sudah dekat!”
Hirup!
Laku semakin gugup
Satu tidak pernah cukup
Nikmati lalu tiup
Jangan tunggu delusi meraup
Karena dia masih hidup
Sepi memang gemar menyusup
Malam menunggu sebuah kecup
Jangan tunggu tokonya tutup
Kecap!
Jangan tunggu dia terlelap
Dia tidak gemar menginap
Semuanya adalah trik sulap
Jangan takut untuk disuap
Jangan takut untuk meluap
Selamatkan rasa yang menguap
Selamatkan raga yang dilahap
Tanggap sikap lalu dekap
Rasakan!
Pemakaman bukan akhir mengerikan
Tolong jangan buat dia tertekan
Tolong rapikan yang berantakan
Walau riskan jangan lupa makan
Walau sibuk jangan pernah sungkan
Ingat ini bukan hanya satu pekan
Dia bukan papan iklan di jalan
Maka hajar bersamanya masa depan
Selamatkan diri dari kematian