Setelah Lulus Kuliah
Sudah satu bulan wisuda, satu hari setelahnya saya memutuskan untuk segera kembali ke kampung halaman. meninggalkan kota Semarang tempat saya merantau selama kurang lebih lima tahun untuk belajar tentang desain. mungkin karena sudah tidak ada alasan lagi berada di kota ini juga rasanya ada banyak hal yang mesti disegerakan.
Desain, dulu mengambil kuliah ini karena ingin menghindari pelajaran matematika. lima tahun belajar tentang desain bisa dibilang waktu yang cukup lama, tapi Alhamdulillah masa kuliah sudah terlewati. menjelang wisuda saya mulai berpikir akan kemana setelahnya? bahkan mungkin jauh sebelum wisuda, seperti beberapa fresh graduate lainya yang mungkin sering bertanya-tanya akan kemana setelah lulus kuliah nanti. bekerja atau melanjutkan pendidikan lagi. pilihan bagi saya tentulah bekerja tapi ke mana? beberapa bulan sebelum mendekati wisuda saya sempat ikhtiar mencari lowongan pekerjaan di Linkind dengan harapan saat saya lulus nanti sudah tidak perlu lagi mencari pekerjaan, namun hal itu tidak membuahkan hasil.
hingga suatu hari sebuah direct message masuk ke akun Instagram saya. seorang yang saya kenal saat ini sebagai art director sekaligus teman tempat saya bekerja. dia (karena umur kami yang tidak terpaut jauh) menawarkan pekerjaan sebagai UI designer di studio barunya, Fikri studio. UI designer, hal yang sejujurnya baru saya pelajari di awal tahun ini, menyadari hal itu saya berusaha menjelaskan bahwa saya baru belajar tentang UI dan takut mengecewakanya. tapi Alhamdulilllah dia mau mengajari saya dan bahkan menunggu saya hingga lulus kuliah. Allhamdulillah saya sudah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah, pekerjaan itu menjadi salah satu alasan untuk menyegeragakan kuliah dan meninggalkan kota Semarang.
Sepulangnya dari Semarang saya kembali ke desa, menjalani kehidupan pasca kampus yang kata orang tidak lagi idealis. mencoba berbaur kembali dengan masyarakat desa pikiran tentang gaya hidup yang instagramable dan layak untuk masuk instastory sedikit mulai berubah. mungkin karena kehidupan di desa yang masih sederhana dan apa adanya. beberapa kali saya bertemu dengan teman sepermainan yang kini telah melangkah menuju pelaminan, melihat kehidupan rumah tangga mereka di desa hidup itu rasanya jadi sederhana. sesederhana bangun pagi, beribadah, bekerja dan menjalani kehidupan mereka tanpa perlu memikirkan perkataan orang lain.
baru seumur jagung bekerja di studio UI/UX saya manjadi icon designer sekaligus illustrator. Hal yang baru, mengingat dulu yang saya pelajari adalah illustrasi. tapi mungkin ini adalah kesempatan saya untuk mempelajari hal baru. sebuah tulisan yang pernah saya baca saat kita lulus kuliah kita bukan buku yang penuh dengan catatan, melainkan buku kosong yang halamanya bertambah dan siap untuk diisi. dari tulisan itu saya mulai belajar untuk tidak membatasi belajar hal-hal baru.
ini mungkin tidak semua tapi saya bersyukur saya mulai membangun portfolio semasa kuliah. jika tidak salah ingat sejak semester tiga saya mulai memanfaatkan waktu luang untuk berkarya dan menguploadnya ke situs-situs portfolio dan sosial media seperti behance, dribbble, facebook dan juga instagram. dari situ bisa jadi merupakan langkah ikhtiar saya untuk menjemput rezeki juga jalan saya mendapatkan pekerjaan. karena lewat perantara portfolio yang saya upload di Behance tawaran untuk pekerjaan ini datang.
Jika tidak salah ingat selama kuliah saya pernah mencoba berbagai pekerjaan, dari mulai jualan donat, freelancer illustrator, ilustrator di Hijab Alilla, ilustrator buku anak, dan terakhir bekerja di sebuah situs berita online. namun beberapa pekerjaan itu kurang bisa saya pertangung jawabkan karena alasan kuliah atau bisa jadi saya yang kurang bisa menghargai pekerjaan yang sudah saya dapatkan. dari hal itu sekarang saya belajar untuk lebih menghargai pekerjaan yang sudah saya dapatkan dan berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain, InsyaAllah.
Photo by Icons8 team on Unsplash











