Ketika musim semi tiba, seorang guru kesenian di suatu sekolah memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan keindahan musim semi. Tak lama berselang seorang murid datang dengan gambar mushafnya. Tentu saja gurunya heran lalu berkata, "Buatlah gambarmusim semi, bukan gambar mushaf Al-quran. Apakah kamu tidak paham?" Murid itupun menjawab dengan polos, "Al-quran itu bagaikan musim semi bagi hatiku, begitu yang diajarkan ibuku." Sang guru tak mampu menjawab , lidahnya terasa kelu untuk sekadar mengucapkan sepatah kata. Ia yakin bahwa dibelakang muridnya tersebut ada seorang ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan anaknya untuk mencintai Al-quran dan menjadikannya indah bersemi dihati anak tersebut.
















