A Boy named Christmas - 8 Dec 21
âTo see something you must believe in itâ - Father Topo (A Boy named Christmas)
Film ini diadaptasi dari novel terkenal Matt Haig dengan judul yang sama, menceritakan sejarah fiksi sosok âSanta Clausâ. Dahulu kala, tidak ada yang mengetahui tentang Natal, kisah dimulai dengan kisah petualangan Nikolas yang luar biasa untuk menemukan ayahnya yang sedang dalam pencarian untuk menemukan desa dongeng Elfhelm. Film ini memberi pelajaran hidup tentang mengucap syukur, harapan, teladan kasih, pengampunan, keteguhan iman, mukjizat dan bagaimana Tuhan menggunakan hamba âkecil dan tersingkirâ untuk menunjukkan pekerjaanNya yang besar.
Ada tertulis dalam Yesaya 2:22 "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?â. Tuhan telah berjanji dalam Yesaya 46;4 bahwa "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamuâ. Karena itu jangan pernah kita menjauhkan diri dari Tuhan dan menaruh harapan pada apa pun yang ada di dunia ini. Dalam film kita melihat rakyat Finlandia yang menderita kurangnya pasokan pangan, kurangnya lapangan pekerjaan, kekurangan layanan kesehatan, kurangnya upah yang layak hingga raja mengundang perwakilan penduduk untuk hadir di istana. Raja yang bijak ini mengajarkan tentang pentingnya mengucap syukur dan sukacita tetap mencari harapan apapun masalah yang sedang dihadapi. Raja mengadakan sayembara untuk pergi keluar batas kerajaannya membawa sesuatu yang bisa menunjukkan adanya harapan dan Joel ayah Nikolas adalah salah satu yang terpilih dalam tugas itu. Dalam Roma 4;18 dikatakan â Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: âDemikianlah banyaknya nanti keturunanmuâ. Kisah Abraham yang meninggalkan tanah kelahiran menuju tanah perjanjian yang penuh resiko, lama dan sulit karena mempercayai janji Tuhan dalam Perjanjian Lama juga mengingatkan saya akan kisah Nikolas yang serupa menempuh perjalanan berbahaya seorang diri hanya ditemani seorang tikus Mika dan rusa kutub Blitzer dengan keteguhan iman yang luar biasa untuk menemukan desa dongeng Elfhelm.
Dalam 1 Tesalonika 5:15 dikatakan âPerhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang" Firman Tuhan mengajarkan bagaimana membangun relasi dengan sesama dan memberikan teladan kasih dalam hidup kita sehari-hari. Meskipun Nikolas mengalami berbagai perlakuan yang kejam dari bibinya Carlotta hingga Mother Vodol sang penguasa Elfhelm yang membenci manusia karena telah menculik little Kip, namun ia tabah menjalani semuanya dan membalas semua itu dengan pengampunan, kebaikan dan teladan kasih bahkan Nikolas mengajak raja Finland terbang berkeliling kerajaan bersama Blitzer dengan misi mulia membawa keceriaan natal dengan berbagi kebahagiaan melalui pekerjaan mainan sederhana yang dibuat oleh para elf kepada seluruh anak di kerajaan Finland.
Dalam Mazmur 86:10 dikatakan âSebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah." Mujizat itu ada dan tetap ada, sebab kuasa Tuhan itu tidak pernah berubah. Terjadi tidaknya mujizat dalam hidup seseorang sangat ditentukan oleh seberapa besar imannya kepada Tuhan. Kalau kita sendiri ragu-ragu atau bimbang, itu akan menjadi penghalang bagi Tuhan untuk menyatakan mujizat-Nya. "...sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yak 1:6-7). Berulang kali kita melihat berbagai mukjizat terjadi dalam film seperti halnya ketika Nikolas merasa sendiri dan terpuruk hampir putus asa ketika berlindung dari badai salju dalam gua, ia terkejut karena Mika sang tikus dapat berbicara kepadanya sehingga ia dikuatkan kembali, cerita pertemuannya dengan Blitzer sang rusa kutub yang membantu mempercepat perjalanannya menuju desa Elfheim serta ketika diselamatkan oleh Father Topo seorang elf ketika ia terdampar pingsan ditengah badai salju. Tuhan akan selalu mengirimkan bantuan melalui banyak cara yang kita manusia tidak dapat menyelaminya.
Dalam Yoh 20;29 mengatakan âKarena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.â banyak dari kita yang lebih mudah untuk percaya saat kita melihat. Dalam firman Tuhan dikisahkan walaupun Abraham harus menunggu lama saat menanti anak yang Tuhan janjikan, Abraham tetap menanti dengan percaya meskipun sepertinya tiada dasar untuk berharap. Imannya tidak menjadi lemah, ia tetap menaruh percaya dan pengharapannya kepada Tuhan bahwa Tuhan pasti menepati janjiNya. Ketika kita mau percaya, maka Tuhan pasti menyatakan mujizatNya bagi kita. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun kita harus belajar untuk selalu percaya kepada Tuhan. Ketika Nikolas bertemu dengan Father Topo, ia berpikir bahwa tengah berada di belantara salju dan tidak menyadari bahwa ternyata ia telah berada di desa Elfheim seperti dikatakan oleh Father Topo âTo see something you must believe in itâ Film ini mengajarkan kita untuk mau membuka hati untuk menerima kehadiran Kristus dalam diri kita agar kita dapat melihat kemuliaanNya serta seluruh anugerah yang telah Ia karuniakan dalam hidup kita.
Dalam 2 Korintus 12:9 dikatakan âCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna, sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi akuâ Yesus mengajarkan bahwa kelemahan yang ada dalam diri kita itu ada dengan tujuan agar kita belajar untuk lebih rendah hati dan supaya kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Tuhan benci kepada orang-orang yang mengganggap dirinya kuat, pintar atau mampu melakukan segalanya dengan kekuatannya sendiri, tapi Tuhan sangat tertarik kepada orang-orang yang mengakui dan menyadari keterbatasan, kelemahan atau ketidakberdayaannya. Nikolas adalah seorang anak kecil yang lemah namun Tuhan memakainya untuk menjadi terang bagi orang disekitarnya untuk mewartakan kabar keselamatan dan memberi harapan kepada seluruh kerajaan dan menjadi jembatan perdamaian antara manusia dan kaum elf.