Dengan Mengingat Allah, Hati Menjadi Tenang
Setiap dari kita pasti diuji dengan berbagai kesulitan. Entah hari ini entah kapan. Entah dalam bentuk kehilangan harta, putus cinta, ditinggal keluarga, belum mendapat kerja, maupun kesulitan-kesulitan yang lainnya.
Di setiap kesusahan, perasaan kecewa dan putus asa pasti datang. Hati dan pikiran menjadi terguncang. Sehingga kita mencari segala cara agar diri menjadi tenang.
Namun janganlah bimbang, karena Allah pasti akan memberikan ketenangan. Karena dengan mengingat Allah, kita kembali memperbarui iman. Menaikkan kembali semangat yang telah hilang.
Keimanan berarti yakin bahwa cinta Allah kepada hamba-Nya adalah nyata. Yakin bahwa setiap ujian yang Allah berikan akan meningkatkan kualitas hidup hamba-Nya.
Beriman juga merupakan sebuah proses pembelajaran. Mungkin kita sudah diajarkan bagaimana beriman. Tetapi pada kenyataannya ketika kita menghadapi sebuah kesulitan, kita masih tidak bisa menghadapinya dengan tenang.
Kita mungkin menganggap bahwa diri ini sudah beriman. Padahal ketika ujian datang, kita sering berprasangka buruk kepada Allah, berkeluh kesah, hingga menyalahkan keadaan.
Yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan jalan. Jika kita sudah mempunyai tujuan, maka munculkan Allah dalam ingatan. Hanya kepada-Nya kita percayakan segala urusan. Karena Allah Maha Tahu apa yang hamba-Nya butuhkan. Karena Allah pasti mencintai hamba-Nya yang beriman.
Keyakinan itulah yang akan menguatkan hati dan membuang segala kegelisahan sehingga terbentuklah sebuah ketenangan. Maka, teruslah perbanyak dzikir dan do'a. Konsistenkan sekarang juga.
Semoga kita bisa terus yakin bahwa setiap perkara ada hikmah yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Semoga Allah senantiasa menjaga dan merawat kehidupan kita. Menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)












