Anak Kedua
Mungkin menjadi harapan, mungkin juga tidak diharapkan. Menjadi yang tidak terlalu dinanti seperti yang pertama. "Sebelumnya emang susah, tapi yang kedua pasti mudah." Bukan menjadi cucu yang diberi warisan atau bukan menjadi anak kesayangan. Menjadi yang kadang lupa dijemput, menjadi yang kurang diprioritaskan. Sampai lahir lagi anak ketiga, keempat. Anak kedua merawat, bermain, dan menjaga.
Jika ada anak pertama yang sangat dinanti, atau anak ketiga yang sangat dimanja, anak kedua menjadi yang terlupa. Sehingga ia menjadi anak yang hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Menangis sendiri, terluka dan mengobati dirinya sendiri. Merayakan ultang tahun di tempat rantau sendiri. Menahan keinginan diri, mendapat yang sudah usang dari kakaknya, dan memberi yang dimiliki untuk adiknya.
Pada akhirnya anak kedua hanya berharap, hadirnya dinanti dan dirindu. Pada akhirnya anak kedua hanya berharap, untuk sesekali dipeluk. Pada akhirnya anak kedua hanya berharap, mendapat kasih, mendapat perhatian. Pada akhirnya anak kedua hanya berharap, mendapat yang kakak atau adiknya dapatkan.
Kepadamu anak kedua,
Jika semuanya terlalu berat sekarang, semoga kamu bisa menyandarkan pundakmu sejenak. Memaafkan dan mengikhlaskan. Jika semuanya terlalu berat sekarang, yakinlah bahwa Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Bersabarlah, Anak Kedua.
17 Nov 23










