Mari jalani dan lihat takdirnya nanti
Walaupun waktu cepat berlalu dan jika diijinkan usiaku juga makin bertambah banyak.Β
Aku ikhlas, Aku pasrah
seen from United States
seen from Singapore

seen from Latvia

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from Lithuania
seen from Russia

seen from Mexico
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Latvia

seen from India
seen from China
seen from Mexico
seen from United States
seen from China
Mari jalani dan lihat takdirnya nanti
Walaupun waktu cepat berlalu dan jika diijinkan usiaku juga makin bertambah banyak.Β
Aku ikhlas, Aku pasrah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Bucin
Tidak perlu kamu bertanya, apakah aku akan menunggumu atau tidak.
Aku akan menunggumu hingga sudah tak sanggup lagi aku menuruti egoku.
Memang aku terlalu batu untuk diberi kenyataan.
Beribu manusia yang mengenalku bilang, aku bodoh.
Tapi itulah manusia, ia akan menjadi bodoh, keras kepala dan mungkin gila saat sedang jatuh hati.
Mengiyakan segala kehendak kekasih
Padahal semua hanyalah demi cinta semata.
- Ferhanni Hafshah
Lebih baik kamu nyerah
D, seandainya emang aku ga punya harapan buat ada di hatimu. Tolong bilang sama aku ya.
Katakan : "lebih baik kamu nyerah R."
Aku harap saat kamu bilang itu, melalui pertemuan, biar aku bisa lihat wajah kamu, biar aku beneran diyakinkan bahwa emang udah waktunya aku buat nyerah. Biar aku bisa lihat senyum kamu, buat yg terakhir. Aku bakalan gapapa, meski sakit, tapi itu cara terbaik buat bikin aku berhenti. Aku ga bakal ganggu kamu setelah itu.
D, aku sayang kamu. Maaf ya kalo karena itu kamu jadi ga nyaman sama aku.
Semoga D selalu bahagia, penuh berkah hidupnya, dilancarkan rezekinya, dipanjangkan umurnya. Salah doa yg selalu kupanjatkan untukmu :)
Ditulis 25 Januari lalu, dan tak pernah mampu tersampaikan.
-08.23 @trashati
Knut Hamsun adalah penulis buku Lapar dan pemenang nobel sastra 1920. Buku di tangan Anda ini adalah buku kumpulan cerita pendek Knut Hamsun yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jerman. Persoalan-persoalan antarindividu dalam dunia global diperasnya menjadi dunia kecil untuk mewakilinya dalam bentuk kumpulan cerita pendek. Konflik batin para tokohnya ditulis dengan apik, halus, dan mengalir tanpa kehilangan daya tarik sebagai cebuah cerita. Knut Hamsun, Budak Cinta, Novel, Yogyakarta, Basabasi, Jan 2023, 124 hlm, 55.000 #KnutHamsun #BudakCinta #SastraNobel #SastraKlasik #bukusastra (di Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/CoV8X8GBLeR/?igshid=NGJjMDIxMWI=
[Proses Pendewasaan Hati]
Pontianak, 30 September 2022
Seseorang yang hatinya dewasa akan cenderung lebih bersikap biasa saja. Bukan karena hilang gairahnya. Ia hanya tidak mau begitu peduli tentang sesuatu yang diluar kemampuannya, terlebih hal tersebut tidak berpengaruh padanya. Ia lebih fokus pada tujuan. Menepikan banyak gangguan, dan melihat jauh ke depan.
Dalam soal asmara, fokusnya tidak lagi perihal beradu mesra, pamer kekasih dan drama percintaannya ke sosial media, atau sekedar validasi tentang eksistensinya dalam hati sang kekasih. Ia lebih senang merasionalkan hati yang kerap kali mengganggu, membelenggu, dan akhirnya mati. Menurutnya, kekasih itu adalah sahabatnya dalam meraih tujuan yang hendak ia gapai, bukan malah menjadi beban sehingga tujuan itu hanya sebatas angan yang tak tergapai. Oleh karena itu, sepasang kekasih yang telah dewasa hatinya akan lebih senang fokus pada tujuan masing-masing dan saat bertemu akan saling menguatkan serta berbagi cerita. Ia sadar, kelak sosok itu akan menua, namun gagasan dan buah pikirnya tidak akan usang termakan usia. Sehingga satu-satunya jalan untuk terus mesra bahkan saat uban dan keriput membubuhi wajah dan kepala ialah saling bicara dan bertukar cerita. Bayangkan anda hidup bersama seseorang yang hanya anda cintai saat muda belia, cantik dan mempesona, namun saat anda bertanya perihal ingin makan apa jawabannya "terserah". Sudah dipastikan masa tua anda akan sedikit tidak baik-baik saja. Banyak hal yang berputar di kepala anda tapi tidak ada sosok yang bisa anda ajak bicara dan bertukar cerita.
Lalu, bagaimana cara agar kita lebih dekat menuju pendewasaan hati?
Khusus perihal asmara, aku ingin sedikit bercerita tentang bagaimana akhirnya aku tiba di titik ini. Titik dimana aku tidak begitu memiliki ekspetasi tinggi perihal kisah cintaku. Aku hanya fokus membangun diri, menjadikan kekasih sebagai sosok sahabat dan teman berjuang, serta aku akan sangat rela melepasnya pergi kala memang ia ingin pergi dan aku merasa ia tidak lagi mendukung tujuan yang ingin aku gapai.
Berkaca ke belakang, saat SMP, aku pernah sangat mengagumi sesosok wanita yang ku anggap istimewa. Ia cantik dan juga pintar. Menurutku kecantikannya menurun dari ibunya dan pintar itu menurun dari ayahnya yang juga merupakan Kepala Sekolah SMP pada saat itu. Demi memperoleh perhatiannya, aku kerap menjadi "badut" agar ia senang jika berada di sekitarku. Namun sayang, sosokku hanya sebatas teman baginya. Mungkin alasannya bukan aku yang lebih tepat menjadi sosok teman, tapi lebih kepada fisikku yang tidak menarik menurutnya. Aku cukup sadar itu. Selama SMP, aku hanya mengagumi 1 sosok wanita, dan itu tadi dia. Perasaan ini kemudian memudar saat aku masuk SMA. Awalnya kami direncanakan akan satu SMA, namun ternyata ia masuk SMA yang berbeda walau berada di Kabupaten rantau yang sama, Kubu Raya. Lantaran terpisah jarak yang cukup jauh, perasaanku padanya perlahan memudar.
Kini tibalah aku pada jenjang SMA. Semasa kelas 1, aku pernah dekat dan berujung menjalin hubungan dengan wanita yang ia merupakan senior 1 tingkat di atasku. Aku kelas 1 sedangkan dia kelas 2. Cerita ini sangat unik dan sangat membekas. Sosoknya menjadi sangat spesial karena ia adalah wanita pertama yang menerimaku dengan sangat apa adanya.
Biar ku ceritakan sedikit sosok ku di sana saat awal menjadi seorang siswa SMA. Tubuhku tidak terlalu tinggi, serta tidak begitu rendah. Tinggi 165 Cm dengan berat 60 Kg. Ukuran itu dapat dikategorikan menengah ke bawah saat banyak anak yang bersekolah di sana memiliki postur besar tinggi. Berat badanku menyusut habis di SMA, bahkan hingga meninggalkan sosok anak yang berkulit hitam sawo, dengan rangka badan sedang. Aku tidak begitu terkenal di angkatanku. Aku cenderung membuat sekat dengan angkatanku lantaran aku yang memang individualis pada saat itu. Aku juga sadar tampangku tidak begitu tampan nan mempesona. Senjata andalanku hanya 1, kepercayaan diri dan semangat yang tinggi. Dua hal itu menjadi senjataku untuk menuntaskan rasa keingintahuanku dalam berbagai kegiatan, seperti lomba, ekskul, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, agak aneh jika ada orang yang tertarik dan suka kepadaku. Eh, ternyata ada. Orang aneh itu adalah seniorku. Saat itu juga ia adalah sosok yang spesial bagiku.
Aku yang saat itu tidak memiliki pengalaman apa-apa tentang cinta dan berpacaran, akhirnya membuat hubungan kami sangat kaku dan renggang. Komunikasi yang kami bangun hanya menggunakan sepucuk surat, bahkan bertemu saja aku malu dan grogi. Padahal dalam hati rinduku padanya sangat besar. Yah, hubungan itu akhirnya kandas dan menyisakan pembelajaran besar dan pengalaman yang sangat sederhana.
Saat kelas 2, aku kembali membuka hati pada juniorku yang baru masuk SMA. Kebetulan saat itu aku dipercayakan sebagai pembina siswa baru sehingga banyak kesempatan bagiku untuk lebih mendekatkan diri padanya. Saat kelas 2 aku sudah memiliki sedikit keberanian untuk mengajaknya ngobrol. Walaupun masih menggunakan surat, kali ini sudah ada kemajuan.
Berangkat dari pengalamanku saat berbuhungan dengan seniorku dulu, aku berupaya untuk menjadi sosok lelaki yang mengerti apa yang ia inginkan. Aku menjadikannya sebagai sosok ratu dalam hidupku, ia adalah obsesi tersendiri dalam tujuan hidupku. Aku sangat mencintainya. Selain karena ia pintar, ia juga sosok yang ulet menurutku. Ia cantik, tapi bukan itu poin pentingnya. Gara-gara dia, aku seolah sangat mengagumi sosok wanita dengan postur minimalis, dan memiliki gigi gingsul. Entah mengapa, indah saja kelihatannya.
Singkat cerita. Saat aku memutuskan untuk menanyakan kepadanya bahwa apakah dia mau berpacaran denganku, di selesai sholat subuh di depan asramanya, ia berkata:
"Saya juga sayang sama kakak. Tapi saat ini saya mau dengerin kata orang tua saya bahwa jangan pacaran dulu. Abang mau ndak nunggu saya sampai kelas 2? ".
Aku pun dengan pasti menjawab:
"Bisa. Asalkan kamu pastikan bahwa kakak adalah sosok yang benar-benar ada dihatimu dan kamu menjaga ruang itu hanya untuk kakak".
Percakapan subuh itupun berakhir dengan kami yang saling berpamitan.
Selama masa penantian itu aku selalu berupaya membangun komunikasi yang baik padanya. Bahkan saat pulang kampung, aku terus berupaya untuk tetap mengabarinya walau sinyal di kampungku sulit diajak bekerja sama.
Upaya ku yang besar dalam menjaga hubungan ini agar terus dapat berjalan membuat aku tidak sadar bahwa aku telah ditinggalkan. Ya, aku ditinggalkan saat masing sayang-sayangnya. Ia beralasan bahwa ia ingin fokus belajar sehingga menyudahi hubungan tanpa status yang kami jalankan. Aku yang masing sayang hanya bisa pasrah dan percaya saja dengan apa yang ia katakan, bahkan aku pun mendukungnya. Namun setelah beberapa saat kami berpisah, ia kini telah menjalin hubungan baru dengan orang lain. Kali ini ia benar-benar berpacaran. Ia lupa perkataannya sendiri pada ku beberapa bulan yang lalu beberapa hari yang lalu pula. Kesedihan hatiku terlukis jelas pada lagu Yovie n Nuno yang berjudul "Tanpa Cinta". Lagu itu bukan lagi sekedar hiburan, tapi lebih kepada lagu yang mengisahkan perjalanan cintaku.
Kini aku telah naik kelas 3 SMA. Kami menyebutnya dengan istilah "Singa Kampus". Pengalaman asmara yang tidak mengenakkan kala aku kelas 2 membuat aku malas untuk kembali membuka hati. Hari-hari ku jalani dan isi dengan hanya menuntaskan ego dan rasa ingin diakui yang tinggi. Rasanya saat itu naik turun podium adalah hal biasa. Lomba ke lomba aku jejali. Hotel ke hotel aku singgahi untuk mengikuti serangkaian lomba. Aku merasa hebat, tapi padahal aku hanya sedikit kesepian dan butuh pengakuan.
Saat momen tak terduga, aku melihat sesosok wanita kecil dengan gigi gingsul menghiasi wajahnya yang chubby. Padahal saat itu aku adalah pembina siswa baru dari unsur kelas 3, tapi selama proses pembinaan itu rasanya aku tak pernah melihat sosok wanita itu. Perangai dan sosoknya membuat aku jadi lebih penasaran. Aku coba dekati dia namun kali ini dengan cara yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Kesan senior tegas aku terapkan pada pribadi yang ku bangun. Alhasil, aku bisa menggapainya namun disaat yang bersamaan aku ciptakan sekat agar kala sewaktu-waktu ia pergi, hatiku tidak begitu hancur seperti yang telah lalu.
Singkat cerita akhirnya kami dapat berpacaran. Walaupun menjalin hubungan, kami juga jarang bertemu. Aku menghargai ia yang merupakan junior kelas 1 yang tentunya masih banyak kegiatan. Entah itu kegiatan sekolah ataupun masalah hubungan adik dan kakak di asrama. Pada cerita cinta ini, aku tetap menjadi aktor utamanya. Aku yang terus berusaha untuk menggerakkan roda hubungan kami agar tetap berjalan. Aku pernah berkata padanya yang kira-kira isinya seperti ini:
"Kamu tidak perlu berbuat hal yang luar biasa. Kamu cukup temani saya berjuang, menjadi penopang saat saya jatuh, serta alasan saya untuk pulang".
Belakangan aku sadar bahwa kalimat ini adalah kalimat yang sangat naif. Bahkan tidak akan berjalan suatu hubungan jika tidak diperjuangkan secara bersama-sama. Benar saja, akhirnya aku lelah sendiri berjuang sendirian. Kami resmi menyudahi hubungan pada penghujung tahun 2017. Aku lepaskan dia walau ku tahu, aku akan sangat menderita.
Setelah cukup lama aku putuskan untuk sendiri, aku kembali takjub dengan sesosok wanita yang kutemui di kedai kopi kekinian. Kali ini sosoknya tidak minimalis ataupun memiliki gigi yang gingsul. Kali ini berbeda, sangat berbeda. Kedekatan kami diawali dengan obsesi untuk memenangkan sebuah lomba. Walau sadar bahwa peluang menang tidak besar, karena masing-masing sibuk di ranahnya masing-masing, kami tetap berupaya yang terbaik. Kala selesai mendiskusikan lomba, kami memulai obrolan umum untuk saling mengenal. Niatnya hanya untuk saling berkenalan satu sama lain. Terlebih ia juga sama-sama orang Sintang, makanya aku senang mengobrol dengannya. Seolah ngobrol dengan teman satu kampung saja. Namun setelah lama berbincang, aku terpesona dengan gagasan yang ia miliki. Ia ingin membangun sebuah peradaban yang indah, dimana ia yang akan menjadi ibunya.
Gagasan itu berhasil membuatku terpukau. Sangat jarang menemukan sosok yang seperti ini pikirku. Hati goyah, dan singkat cerita kami semakin dekat dan menjalani hubungan tanpa harus ada kata tembak-menembak. Bagiku, ritual tembak-menembak adalah hal usang yang tidak perlu dilakukan. Bukankah saat dua insan telah sepakat untuk sama-sama menyayangi sudah cukup?
Perjalanan baru ini pun kami lalui. Banyak hal yang kami temukan dan lalu kami diskusikan. Pola pikirnya membuat aku tak pernah bosan berlama-lama untuk ngobrol dan bertukar cerita bersamanya. Kala itu pula, untuk pertama kalinya aku tidak lagi menjadi peran utama dalam cerita cintaku. Kami membangun secara bersama-sama. Intinya saat itu aku merasa bahwa ia adalah sosok yang ideal untuk menemaniku hingga hari tua.
Setelah lama berjalan, sikapnya mulai berubah. Sosok yang dulu ku pikir sangat terbuka ternyata hanyalah pencemburu akut. Ia hampir cemburu dengan semua teman wanitaku. Di awal-awal aku ikuti maunya. Aku sempitkan lingkaran pertemananku agar ia merasa nyaman. Aku sadar bahwa hal itu perlahan menjadi sebab jatuhnya aku, namun ku pikir sudahlah, harus ada yang dikorbankan untuk hal yang istimewa, dan ku harap itu dia.
Namun semakin ke sini sifat pencemburu nya semakin membabi buta. Ada suatu momen saat aku mendapat telepon dari adik sepupuku yang mengabari bahwa ayahnya telah wafat, dan saat ia sedang ada disampingku. Ia lantas cemburu karena adik sepupuku itu adalah wanita dan nada bicaranya dianggap menggoda. Dengan nada marah aku bentak dia. Aku bilang bahwa yang menelepon adalah anak kecil usia sekitaran kelas 4 SD, dan adik sepupuku mengabari bahwa ayahnya meninggal. Setelah aku jelaskan, aku lantas pergi tanpa peduli lagi dengan dia. Saat itu aku sudah ilfeel terhadap sosok yang aku anggap akan menjadi ibu peradaban ku kelak.
Setelah kejadian itu ia berusaha untuk minta maaf. Mengingat kebaikan hatinya dan percaya bahwa sifatnya akan berubah, aku maafkan dia. Kami kembali bersatu kembali. Namun ternyata penyakitnya tidak hilang. Ia terus cemburu yang akhirnya membuatku lelah sendiri. Kini aku tidak lagi peduli dengan cemburuannya. Bahkan sering aku bilang:
"Aku adalah aku. Aku tidak pernah berubah bahkan sejak pertama kali kita bertemu. Aku sudah bilang bahwa aku punya berbagai aktivitas dan lingkaran pertemanan yang beragam. Jika sekiranya aku tidak dapat memuaskan ekspetasimu, maka silahkan pergi".
Kini aku bertahan bersamanya karena aku sangat menghargai kebaikannya dan orang tuanya. Aku juga masih percaya bahwa setiap orang bisa berubah, termasuk sikapnya. Namun yang pasti, aku tidak lagi begitu peduli saat ia cemburu atau marah dengan apa yang ku perbuat. Prinsip yang tetap ku jaga ialah, hubungan hanya akan tercipta jika ada dua orang yang saling mencintai, maka jika salah satunya tidak cinta, maka hubungan itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun aku memiliki teman wanita, selama aku tidak membuka hati maka mau segenit apapun wanita itu hubungan tidak akan pernah terjadi. Begitu pula sebaliknya.
Karena sangat melelahkan saat terus dicurigai berselingkuh saat kita memberi cinta yang penuh. Cinta yang bukan hanya dengan kata indah pujangga namun dibuktikan dengan aksi nyata. Sangat lelah. Bahkan sekedar membuat diksi puitis yang dulu kerap ku tulis untuknya pun kini sudah tidak mampu. Aku lelah.
Berdasarkan pada beberapa rentetan perjalanan asmara yang pernah ku lalui, hal ini kemudian mendewasakan hatiku. Aku kini sadar bahwa cinta bukan perihal gombal belaka. Cinta bukan sekedar pajang foto mesra bersama. Cinta juga bukan sekedar buaian, belaian, dan peraduan. Aku juga kini lebih menghargai dan mencintai diriku sendiri, baru orang lain. Makanya, saat ia marah atau cemburu tidak jelas, aku cenderung acuh. Nanti setelah hatinya berdamai baru ku ajak ia kembali berbicara. Kini juga, aku tak ingin begitu dibatasi dalam bercengkrama bersama para sahabatku. Aku kini sadar bahwa mereka yang saat ini masih tinggal dan tetap ada adalah harta yang sangat berharga. Oleh karenanya, saat ia melarangku untuk dekat dengan mereka, sama juga ia merampas harta yang sangat aku cintai. Sehingga, aku tak segan-segan menunjukkan pintu keluar lagi padanya.
Akhirnya semua pasti pernah bucin pada masanya. Hanya saja mungkin perlakuannya saja yang berbeda. Lalu pendewasaan hati akan terbentuk seiring dengan hati yang telah tertempa rasa sakit dan pengalaman pahit, serta memahami makna cinta itu sendiri. Mungkin aku belum berada pada fase hati yang dewasa, namun setidaknya aku telah mendekati.
Aku sadar aku pernah bucin, makanya aku berani berkata bahwa bucin adalah sosok manusia yang menjijikan. Buta akal logika, dan hanya meraba menggunakan hati yang telah terpasung. Alih-alih menjadi raja dalam kerajaan cintanya, ia malah diperbudak oleh cintanya sendiri.
...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
[Bagian kedua]
Pontianak, 30 September 2022
Setelah waktu yang singkat berada di Sintang, akhirnya aku kembali lagi ke Pontianak. Kota perjuangan dan miniatur rantauan.
Melanjutkan keresahanku terhadap sahabatku yang kini berada di Sintang. Dahulu kami berdua adalah dua sosok yang sulit terpisahkan. Ada yang menjuluki kami "Dwi Tunggal", lantaran kemana-mana selalu bersama. Bahkan saat silaturahim kala momentum lebaran, kami memutuskan hanya jalan berdua alih-alih jalan beramai-ramai layaknya muda-mudi pada umumnya. Alasannya sederhana, agar kami bisa mengatur tempo kami sendiri dan menghindari rasa tidak enakan dari orang lain yang mungkin tidak paham gaya dan modelan kami ini.
Namun setelah ia terkena virus merah jambu, ia menjadi sesosok budak cinta atas sang pujaan hatinya sendiri. Seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru, kini ia asyik menghabiskan waktu bersama kekasihnya dalam setiap kesempatan. Seringkali kini saat aku mengajaknya jalan sambil diskusi aku harus antri reguler dulu takut tiba-tiba tamu VVIP nya datang dan hendak membuat janji. Ya, kamu tahu kan maksudku tamu VVIP nya? Yup, kekasihnya itu.
Bukan aku cemburu dengan kekasihnya yang kini menjadi obsesi tersendiri baginya. Hanya saja menurutku ini sudah keterlaluan. Ia sudah buta logika dan hanya meraba menggunakan hati yang telah terkendali, dan yang memegang talinya ialah kekasihnya sendiri. Asumsi ini pun tervalidasi dari penyataan salah seorang wanita yang juga sahabat kami. Ia berkata bahwa sahabatku yang pria ini pernah menegur mereka (sahabatku yang perempuan dan teman-teman seper-organisasiannya) karena kekasih sahabatku yang memblokir kontaknya. Alasannya sangat sederhana, kekasih sahabatku merasa terganggu oleh teman-teman sahabatku saat sahabatku ini dan kekasihnya sedang ngobrol. Ini tentu sudah tidak sehat dan sangat toxic.
Berangkat dari cerita ini, dan beberapa sosok bucin yang pernah aku kenal, inilah dasar mengapa aku menganggap orang yang sedang bucin adalah sesosok makhluk yang menjijikan. Aku sadar pernah diposisi ini, makanya aku tahu bahwa aku pernah sangat menjijikan dan buta akal, serta menjadikan sosok yang kucintai adalah ratu dalam hidupku. Alih-alih menjadi raja dalam kerajaan cintaku, aku malah diperbudak oleh kerajaanku sendiri.
Topik ini menarik dan akan menyisakan tanda tanya,
"mengapa seseorang bisa sebegitu bucinnya hingga hilang akal dan menuhankan emosional?"
Menurutku jawabannya berada pada proses pendewasaan hati.
...
Gak ada foto baru π jadi upload foto lama. Harap dimaklumi ya. #oldnormal #fotolama #museumrokoksampoerna #budakcinta #sampurna (di Museum Sampoerna Surabaya) https://www.instagram.com/p/CCgeVJAhPs9/?igshid=1l5yexu2rzvx1
Itu tangan siapa dibelakang? Buat yang tahu mohon dijawab. #bucin #newnormal #oldnormal #tanganorang #budakcinta (di Museum Sampoerna Surabaya) https://www.instagram.com/p/CCgbrxZhEab/?igshid=13pshn95jcgvd