Ujian Cinta
Sering kukatakan pada diri sendiri, jangan lah menaruh harap kepada seseorang jika kita belum siap untuk dikecewakan.
Lagi-lagi tentang perasaan, di umur yang beranjak seperempat abad ini gejolak perasaan bukan hal yang tabu. Godaan demi godaan terus menghampiri hampir di setiap lini kehidupan yang sedang saya jalani. Maraknya ghosting, perzinahan, perselingkuhan, hingga berujung dating violance terus saya dengar bahkan dari orang terdekat seperti rekan kerja atau kolega. Sangat miris ketika mendengar cerita teman-teman.
Tidak sedikit yang bertanya, bagaimana supaya dihindari dari hal semacam itu? Padahal yang ditanya belum tentu tau baik dari yang bertanya, ini pengingat untuk saya pribadi. Tetapi satu hal yang saya tekankan adalah mengenai pentingnya komitmen diri untuk memiliki batasan interaksi antara perempuan dan laki-laki. Maksudnya jika memang butuh, bekerja sama sewajarnya, berkerja sama sebatasnya.
Karena siapapun yang mengalami ujian cinta, dipengaruhi oleh banyaknya interaksi yang dilakukan. Jika terlalu banyak berinteraksi maka cinta pun akan tumbuh dengan bebas, karena kerap kali rasa nyaman menimbulkan benih-benih cinta. Dan pada akhirnya harus melewati ujian cinta yang tidak mudah itu. Saya mengambil kesimpulan bahwa, jika ingin mengurangi jatuh cintamu maka batasi interaksi sewajarnya. Maka itu juga akan mengurangi ujian cintamu.
Awalnya, ujian cinta memang begitu menyenangkan dan terlihat menjanjikan. Kita sempat berpikir bahwa dialah yang kelak akan menjadi rumah dan tempat untuk bersandar. Namun pada akhirnya dikecewakan berkeping-keping oleh sebuah perlakuan yang membuat kita kecewa. Hingga timbul trauma berkepanjangan bahkan merasakan harapan hidup yang semakin memudar.
Kegagalan dalam menyelesaikan ujian cinta selalu menyisakan luka yang begitu berat dan sesak jika patahnya dalam kemaksiatan. Pesan terkhusus untuk diriku, pikirkan lagi. jangan sampai kita tersesat olehnya, mengemis rasa, menjatuhkan harga diri, bahkan menjual kehormatan. Perkara hati, minta pertolongan Allah agar kuat dan kokoh dalam melalui ujian cinta. Semoga Allah senantiasa menjaga kita.













