Saya "dajjal" atau "rakyat biasa",cerita tahun 2005...
Saya itu "DAJJAL" ATAU "RAKYAT BIASA"?Cerita Tahun 2005
Tepatnya tahun 2005, di kelas 2 IPS 3,SMA 1 Bangil
Saya lupa persis tanggal dan bulannya, tapi saya ingat jelas teman saya yang suka banget guyon dan ngojloki nama saya.
Namanya Dwi Eri Fafan, anak Beji.
Dia teriak ke saya:
"DAJJAL...!!!"
Sambil nyanyi lagu:
"Welcome to my paradise..."
(Sampai sekarang saya masih lupa itu lagu siapa).
Saya jawab dongkol:
"Saya bilang klo saya Dajjal, kamu Dajjal Jowo!"
Dia jawab santai:
"Dajjal itu gak ada yang dari Jawa... Semua Dajjal itu dari Arab."
LALU SIAPA SEBENARNYA SAYA?
Kalau omongan Fafan bener dan saya memang Dajjal...
Entah itu Dajjal Kecil atau Dajjal Besar, seperti yang dijanjikan Hadits Nabi 1400 tahun lalu...
Apakah kalian akan membenci saya?
Tapi perlu diingat sejarah:
Dajjal itu namanya Musa Samiri, dia dari Bani Israil, BUKAN orang Arab.
Dan jelas BUKAN Jadid Hasan Al Baity.
Tapi kalau ternyata saya BUKAN Dajjal, melainkan Imam Mahdi...
Apakah kalian akan jadi fans berat saya?
Tapi lagi-lagi sejarah berkata:
Nama Imam Mahdi itu Muhammad Bin Abdullah, Keturunan Nabi....Wong saya gak tau saya turunan nabi atau bukan....
Test DNA aja gak pernah...
Imam Mahdi tentu
Jelas BUKAN Jadid Hasan Al Baity.
JADI SAYA INI SIAPA SEBENARNYA?
Saya cuma orang biasa, rakyat kecil.
Saya cuma punya pemikiran soal Energi Terbarukan dan Ketahanan Pangan.
-Mengajak menggunakan transportasi darat pake kuda onta keledai dikembangbiakkan dilestarikan padang rumput...
supaya gak bergantung nikel dan bbm yang adalah energi tak terbarukan harga minyak dunia dan kurs dollar
-Mengajak budidaya ikan dalam kolam atau ember khusus ikan dan tanam sayur hidroponik.. ditiap rumah dan kampung... warga indonesia atau segala bangsa...atau ternak burung puyuh atau ayam pedaging dan petelur dari rumah...kotorannya untuk pupuk.....atau jika lahan luas ternak sapi atau kambing...kotoran sapinya..dimanfaatkan untuk gas......kotoran kambing untuk pupuk... menanam berbagai macam jenis pohon dan tanaman buah buahan sayur biji bijian pohon kayu bakar rempah rempah ditiap rumah dan kanan kiri jalan kampung.. untuk dibarter dengan tetangga atau dibarter dengan beras listrik pulsa pakaian pajak....atau dijual kepasar....
dan mengajak pemerintah dan masyarakat dan orang banyak untuk menanam
Berbagai macam pohon dan tanaman buah buahan sayur biji bijian pohon kayu bakar rempah rempah ditiap rumah dan kanan kiri jalan kampung
kanan kiri jalan dari sabang sampai merauke kanan kiri jalan nasional sampai internasional sebagai akses pangan gratis atau barter...
Supaya gak tergantung LPG dan alat penanak nasi yang pake listrik...gak bergantung pasar uang dan inflasi deflasi dan mandiri pangan bisa hasilkan pangan mandiri...ditiap rumah kampung dusun desa/kelurahan/kecamatan/kabupaten/
Sedangkan air minum dari sumur tradisional atau sumur dengan pompa air manual...supaya sumber airnya lestari banyak pohon buah buahan...dibangun waduk...atau minum kelapa juga ditanam pohon kelapa....yang gak terlalu tinggi bahaya jika kena kepala...
Pakaian dari menenun dan menanam pohon kapas...
Sekarang terserah kalian:
Mau menerima pendapat saya?
Atau mau menolak?
Atau mau mengabaikan begitu saja?
Itu pilihan kalian, bukan saya yang memilihkan.
REALITAS DUNIA: KITA HANYA MENDENGAR "ARTIS"
Rata-rata manusia di 195 negara ini, pendengarannya itu cuma ke suara orang yang populer:
- Presiden, Menteri.
- Artis, dan Tokoh Agama.
Entah itu nama Muhammad, Yesus,Paulus, Budha, dan lainnya.
Mereka jadi populer karena didukung oleh:
Kitab Suci, Media, Buku, Internet, Penguasa, dan Orang Kaya.
Siapa saja bisa jadi "Artis Agama", asal ada yang mensponsori dan menyokong.
Termasuk saya yang dicandai jadi "Dajjal", itu juga resiko jadi artis:
Ada yang jadi Follower, ada yang jadi Haters.
Banyak yang mengaku kenal kita, padahal kita gak kenal mereka sama sekali secara pribadi.
FAKTA MENGERIKAN: KITA TIDAK PERNAH KENAL MEREKA SECARA PRIBADI
Sama halnya dengan manusia sekarang yang mengaku mengenal:
Muhammad, Yesus,Paulus, atau Budha
Mereka kenal cuma lewat buku yang dibaca, lewat cerita, lewat media.
TAPI TIDAK PERNAH KENAL SECARA PRIBADI.
Kenapa?
Karena beda Zaman, beda Tempat(geografis), beda Bahasa.
- Nabi Muhammad, di Arab 1400 tahun lalu.
- Yesus, di Yerusalem 2000 tahun lalu.
- Budha ,di India jauh sebelum Masehi.
Bagaimana mungkin bisa mengenal secara nyata?
Yang ada hanyalah gambar di buku, cerita di internet, TV, radio, majalah...
Tapi hati dan jiwa? Sama sekali asing.
KESIMPULAN:
Saya cuma Jadid Hasan Al Baity, rakyat biasa yang ngomongin soal pangan dan energi.
Terima saya atau tolak saya, itu hak kalian.
Tapi ingat, kebenaran itu gak melulu datang dari "Artis" atau orang terkenal. Kadang datang dari orang yang pernah dipanggil "Dajjal" oleh temannya sendiri di kelas 2 IPS 3