Sepetak Ruang Untuk Sebait Kata
Mampu menulis, namun tak pandai membagikan. Mampu merangkai kata, namun tak tahu di mana kata-kata tersebut akan bertengger menyapa pembacanya. Seperti itulah perumpamaan yang tepat untukku.
Pertanyaan “di mana aku akan berbagi tulisanku?’, mampu membuatku merenung sejenak. Kubuka kembali setiap sudut ruang dalam laptop usangku. Ternyata di sana terdapat tulisanku sedari dulu yang mungkin sudah berdebu. Memang sedari dulu aku menulis untuk diriku sendiri. Menulis hanya untuk mengungkapkan keluh kesah. Menulis tak pernah ada tujuan untuk berbagi. Namun saat ini aku sadar, jika aku tak menyiapkan ruang untuk berbagi kepada pembaca, maka tulisanku tak akan pernah sampai kepada mereka.
Untuk saat ini, sepertinya tak perlu susah dan gelisah untuk mencari tempat untuk berbagi tulisan. Kenapa demikian? Karena teknologi pada zaman sekarang telah mendukungmu untuk itu semua. Hampir semua orang pada zaman sekarang memiliki smartphone. Sampai-sampai seorang pemuda berceloteh di warung kopi seperti ini, ”zaman sekarang, handphone itu sama seperti kerupuk”.
Dari kondisi itulah, bagi penulis pemula seperti aku, media sosial seperti whatsapp, instagram dan tumblr merupakan tempat yang tepat jika dijadikan sebagai ruang berbagi kepada pembaca untuk setiap tulisanku. Pasti setiap hari ada orang yang berlalu lalang melintasi beranda setiap media sosial tersebut. Walaupun tak lama, namun ada saatnya mereka singgah hanya untuk sekedar membaca tulisan-tulisanku.
Mungkin berawal dari satu pembaca. Kemudian membagikan kepada pembaca yang lain, hingga menjadi empat, sepuluh, bahkan ribuan pembaca nantinya. Karena pada zaman sekarang, melalui media sosial tersebut, tulisan lebih cepat sampai ke belahan dunia lain ketimbang perjalanan kita menggunakan pesawat.
Maka dari itu, untuk membantu komitmenku menulis dan untuk tujuanku menulis, untuk saat ini aku akan menggunakan media sosial tersebut untuk dijadikan tempat memajang karya-karyaku hingga setiap orang dapat menikmatinya.
Dan dengan strategi apa yang akan aku gunakan? Aku akan terus rutin menulis setiap harinya, hingga tulisankku melekat di hati para pembaca. Dan tak lupa pula, konsisten menulis merupakan strategiku untuk mengetuk hati para penikmat tulisan.















