Membersamaimu.
Aku akan berusaha menerima mu dengan kemampuan dan juga ketidakmampuan diriku.
Aku akan menemani mu dalam setiap kurung waktu yang telah ditetapkan dengan suka dan dukanya.
Aku akan hidup bersama mu dalam menaungi bahtera rumah tangga dengan selalu berusaha ikhlas, sabar dan qonaah.
Aku adalah wanita itu; yang denganmu nanti ku raih mimpi; mimpi yang sama; jalan yang sama; tujuan yang sama.
Genggam erat tanggung jawab terbesarmu bukanlah prihal rumah mewah, puisi Indah ataupun bujuk rayu dikala senja. Akan tetapi bagaimana kamu bisa menuntun perjalanan ini hingga ke-Syurga Allah Azza wajalla.
Bukankah itu ikrar pertama mu?
Akulah wanita itu yang akan mendukung disetiap langkah dan juga cita.













