Bagaimana bisa, diri sebodoh ini?
Bodoh, atau se-malas ini? atau, se-egois ini?
ah, apapun itu. Yg jelas aku baru tersadar, aku berlari di atas treadmill!
Kau gunakan untuk apa 22 tahunmu?
Diluar sana, banyak orang yg telah senja namun masih berjuang berdiri di atas kakinya sendiri.Β
Saat ditanya isi dompetnya, ia pamerkan seluruh hartanya : kumpulan koin yg tak lebih dari 10 keping! Bisa kau bayangkan?
dari sebelum matahari menyingsingkan sinarnya, hingga senja kembali menyapa. Kau kira, berapa banyak lembar uang yg ia dapatkan? Kau kira cukup untuk ia makan? Tidak! Bahkan adalah hal biasa ia hanya makan satu kali selama dua hari
Pernah suatu kali dagangannya tidak laku. Hampir saja ia putus asa, akhirnya datanglah orang baik hati menghampiri lalu membeli dagangannya. Orangtua mana yg tidak bersyukur lelahnya dibayar dg selembar seratus ribu rupiah? Namun senyumnya tak berlangsung lama, ternyata uang itu adalah uang mainan:)Β Aku hanya berbaik sangka, mungkin orang baik hati itu lupa menyelipkan uang mainan anaknya di dompet. Tapi jika memang itu disengaja, mungkin orang baik hati itu lebih membutuhkan. Wahai orang baik hati, kau dapatkan yg kau butuhkan, dan semoga termasuk kebutuhan utk diperingatkan scr langsung oleh Tuhan!:)
Garis garis wajahnya yg telah senja tak bisa sembunyikan kerasnya kehidupan. Kuperhatikan lagi, kakinya dibalut kain usang. Senyum khasnya mengembang dan jawaban polos dari mulutnya terlontarΒ
βNiki keno paku pas muter dodolan.Β (Ini kena paku sewaktu keliling berjualan)βΒ
Ketika ditanya mengapa dibalut kain?Β βNek mboten diblebet niki kemeng. Mangke ndak mboten saged sadean (Kalau tidak dibalut terasa nyeri. Nanti saya tidak bisa berjualan)βΒ Β
Kenapa tidak diberi obat mbah? βKulo mboten gadah arto. (Saya tidak punya uang)β Jawabnya lagi.
Ia tinggal di sepetak ruangan yg mungkin tak lebih besar dari kamar tidurku. Ia juga harus mengeluarkan dua ribu rupiah tiap hari untuk kebutuhan mck nya. Ohiya, ia tidak tinggal sendirian. Ia ditemani anak lelakinya yg selalu membutuhkan bantuannya karena tidak bisa melihat. Bukan anak semata wayang, hanya saja ke-enam anak lainnya tidak pernah terdengar lagi kabarnya.........
Fa biayyiaalaa irabbikumaa tukadzzibaan?
Yaa Rabbii, ampuni hambamu ini.................................................
Ilmu yg terus aku tempa, doa yg terus aku panjatkan, bukan berarti sia-sia. Ibarat berlari di atas treadmill, aku tetap berkeringat bukan?
Ya, tetapi selama itu juga aku tak kan pernah melihat dunia jika tak segera turun dari atas treadmill. Wake up, Kisa! Move!