seseorang yang wajahnya selalu ingin aku lihat pada setiap pagiku.
seseorang yang akan kubisikan pada telinganya "selamat pagi, sayang. bangun dong."
sedang kamu pasti tersenyum. masih dengan rambutmu yang berantakan. membelai halus wajahku, mencoba berbicara dengan suaramu yang parau "hmmmh iya, sebentar lagi dong. nyawa aku belum ngumpul nih."
sementara itu, aku membuka tirai jendela. supaya cahaya masuk melalui celah-celahnya. agar hangatnya mengenai tubuhmu, untuk membangunkanmu.
atau aku biarkan saja, sambil ku buatkan sarapan.
telur dadar dan tumis brokoli, sesuai pesanmu yang ingin dibuatkan sejak semalam.
seseorang yang siap mengantarku kemana saja, seperti menuju halte bus yang dekat dengan rumah kita.
seseorang yang sebelum berangkat tak lupa mengingatkan akan barang bawaanku yang mungkin tertinggal.
“oh iya mas, aku lupa! sebentar, sebentar.” balasku. lalu kembali ku buka pintu gerbang, mencari payung di sekitar teras; yang sengaja sudah kamu lipat untuk aku bawa. kamu selalu khawatir aku kehujanan, menunggu bus di trotoar perempatan.
ya, kamu memang paling memahami aku, si pelupa sejagat raya haha.
seseorang yang tidak pernah melewati sore hari untuk menemuiku kembali. meski lelah dan harus mengambil jalan memutar arah.
seseorang yang tiba-tiba membawakan cemilan kesukaanku, untuk dinikmati di jalan.
“biar kamu nggak bete nih. aku beli yang original. kemarin kan kamu udah pedes terus.”
“gapapa kok, tetep enak kalau makannya sama kamu. aaaaa, sini aku suapin!” memberi gurauan sambil menyodorkan satu sendok kecil penuh dengan makaroni kering asin kesukaanku, untuknya yang sedang fokus memegang kendali mobil.
terlepas dari itu, kamu memang sangat baik dan selalu baik.
kamu juga sangat sabar, membiarkan aku yang seringkali ketiduran, disela-sela obrolan selama perjalanan.
seseorang yang nantinya kan selalu setia menemani malam-malamku.
yang dahulunya terasa begitu sepi, dingin, dan aram-temaram. malam malam penyesalan, luka membiru yang mendalam, serta penuh dengan memori yang tak kunjung membenam.
seseorang yang tak pernah terlewat; menyelubungkanku dengan selimut tebal dan sebuah pelukan yang hangat.
yang meski lagi-lagi aku tertidur lebih cepat, namun tetap kamu biarkan aku dalam dekap.
kamu nyanyikan “lagu tidurku” dengan lembut dan nyaman. memandangiku dengan kedua matamu yang indah, tak lepas, sampai dirimu juga terlelap.
sedang dalam tidurku, aku mungkin membalas “kamu, memang kamu yang selalu aku mimpikan.” seandainya kamu mendengar.
seseorang yang benar akan melukiskan hari-hari sebahagia itu?
setelah segala patah dan rusak yang pernah aku rasakan.
seseorang yang menanti dengan sabar, juga ku nanti dengan sabar.
seseorang yang tak pernah terbesit sedikitpun, namun tanpa ragu Tuhan ciptakan.
seseorang yang menjadi jawaban, atas segala doa yang ku panjatkan.
senyum yang selalu kubayangkan,
jiwa yang akan melengkapkan,
hati yang akan menggenapkan.
apakah itu benar dirimu, sayang?