Serahin saja sama Allah :)
Ada sebuah pertanyaan malam itu ketika perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) di kelasnya Ust. Wido Supraha. Pembahasan malam itu terkait Islamic Worldview, ada seorang ikhwan bertanya ke ustadz yang intinya kurang lebih seperti ini: Allah menaikkan derajat orang yang berilmu beberapa derajat, beliau suka belajar Fisika, akhirnya memutuskan untuk ambil jurusan Fisika namun ketika lulus dibenturkan kenyataan sulit mencari kerja dan banyak yang pekerjaannya tidak linier. Bagaimana cara memandang dari worldview Islam?
Ust. Wido memberikan jawaban yang sangat bikin adem. Beliau menyampaikan, bahwa Allah menyuruh kita belajar yaa belajar saja, bukan untuk mencari pekerjaan. Jadi kalau mau belajar yaa belajar saja niatkan untuk mencari Ridho Allah dan mengimplementasikannya. Allah juga ngga nyuruh linier juga kok. Gak harus S1 fisika s2 fisika s3 fisika, bahkan kalau kita lihat ilmuwan Islam, Ibnu Sina misalnya, beliau tidak hanya ahli kedokteran, namun juga belajar filsafat, aqidah dll. Beliau juga menceritakan kisah hidupnya, yang kurang lebih hampir sama dengan Ust. Akmal yang berkuliah di berbagai disiplin Ilmu, S1 Teknik Elektro, S2 Kajian Timur Tengah, S3 Pemikiran Islam… Tidak ada yang salah dengan belajar, Belajar beda dengan mencari uang. Dan Islam mencontohkan mencari uang dengan menjadi pengusaha. Dan cara cepat mendapat uang yaa pengusaha. Terkait keilmuan yang kita miliki mau diimplementasikan dimana itu juga serahkan pada Allah, pasti akan ada saja dan pasti Allah tolong ilmu kita tersalurkannya lewat mana. Dan pelajari ilmu yang kita suka serta dibutuhkan ummat. Ust. Wido juga menambahkan, usia 20 an memang lagi galau2nya itu wajar tapi jangan takut… Nanti kalau usianya sudah diatas 45 kalau di refleksikan kembali di masa muda, ketika menggantungkan semuanya ke Allah tanpa sadar Allah yang tolong dan permudah semuanya.
Dari cerita diatas jadi keinget hal-hal kecil yang terjadi 2 minggu kebelakang. Kejadian pertama berawal dari dua minggu lalu, aku dan Anggit memutuskan untuk mengikuti perkuliahan SPI tiap Rabu malam. Di awal pertemuan baru tau ternyata ini kegiatan se serius itu, bukan kajian series biasa. Ada 2 tahap masing-masing tahap 10 kali pertemuan offline tiap Rabu malam, jika 3 kali tidak datang maka akan gugur dan tiap pertemuan di minta untuk membuat Karya Tulis Ilmiah Sederhana, dan nanti di akhir ada Karya Tulis Akhir (semacam skripsi). Disitu aku ada kepikiran, bisa ngga yaa yaaAllah bantuin aku :”) Takut juga kalau ada kerjaan ke luar kota gimana, karya tulisnya tiap pekan lagi bisa gak yaa? Tapi entah kenapa, rasa semangat itu kalah sama rasa takut, dan tetap sampai sekarang minta tolong ke Allah untuk dipermudah. Dan tiba-tiba esoknya di hari Kamis, di kantor ada penugasan baru dari Bu Direktur. Tugasnya apaa?? Bikin karya tulis dan review jurnal digilir tiap hari per orang gaesss dan di post di grup kantor buat di diskusikan… asli aku merinding, kayak Allah tuh kasih wadah buat belajar, lalu Allah juga kasih implementasi ladang dakwahnya dan itu cuma selang sehari. Tapi aku masih mikir sih implementasi nilai-nilai Islam di bidang Statistik Pemerintahan/Ekonomi/Perencanaan itu kayak gimana perlu banyak baca lagi, semoga Allah kasih pertolongan, petunjuk, dan bimbingan buat bisa ngerjain ini yaa…
Kejadian kedua terkait Kajian Muslimah Kantor. Aku mendapat amanah buat koordinir Kajian Muslimah di Kantor dari bulan Januari lalu, namun di bulan Mei tiba-tiba anggarannya tidak ada, dan harus nunggu revisi anggaran dahulu. Aku mengakui aku lalai siih disini, aku merasa tidak mengusahakan yang terbaik. Tau berita tidak ada anggaran itu sempat ngusahain apa talangi dulu pakai uang pribadi yaa… tapi akhirnya ngga jadi, dan 3 bulan berlalu begitu saja. Bulan Juli sempat di tanya Bu Direktur, kenapa kok pending dan tetap diminta mengadakan namun banyak ke skip nyaa… yaaAllah ampuni hamba yang kurang amanah inii.. Tiba-tiba Selasa malam kemarin kaya diingatkan kembali di semangatin lagi sama Allah, lewat mentoring online sama ibu-ibu liqo, ditanya “Kamu pernah ngadain kajian kan ya di kantor? Gimana kabarnya?” ceritalah kalau gaada uang dll… Lalu dikenalkanlah aku dan dimasukkan Grup Kajian Muslimah Kantor se-Jakarta udah kaget aja “waduh grup circle apa inii ibu ibu” tapi maasyaallah beliau-beliau supportif sekali buat diskusi bareng, sharing-sharing tentang Kajian Muslimah di tempat masing-masing. Dan besoknya hal lain yang bikin merinding adalah, di kantor tiba-tiba out of nowhere di lift ketemu Mba Ami (bagian SDM yang pegang uang kajian) bilang “Dek uangnya udah ada lagi nihhh ayo bikin kajian lagi” aku merinding gaes, lagi-lagi Allah yang bantu kasih inputan sumberdaya (berupa anggaran uang kajian) dan support system dari luar (grup perkumpulan Kajian Muslimah Perkantoran) ituuu… udah ter yaaAllah yaaAllah… Dari dua hal kecil yang bikin merinding tadi jadi keinget Ust, Wido lagi, kalau kita serahkan semua ke Allah lantas apa lagi yang kita resahkan? Kalau niatnya dakwah, Allah langsung yang kasih ladangnya… menghubungkan satu orang ke orang lainnya… yang mungkin di nalar manusia gaakan bisa sampai kesana…
Akhir-akhir ini ada dua orang yang nanya ke aku Anggit dan Wanda dengan pertanyaan hampir sama, “Kalau misalkan nih yaa kita gatau kedepan gimana, kalau kamu gak tinggal di Jakarta, apakah kamu akan kecewa ninggalin zona nyaman dengan fasilitas super lengkap kajian dimana-mana ini?”… Kalau berkaca pada kejadian, kejadian tadi aku akan dengan yakin menjawab, “Apapun itu asalkan Allah bersama gak bakalan takut, mau tinggal di desa mau di kota mau di luar negeri mau di hutan, hidayah Allah akan datang ketika kita mau mencari dan mau minta tolong ke Allah… jika pada akhirnya gak di Jakarta lagi gak bisa kajian-kajian offline yang banyak pilihannya yaudah, pasti Allah kasih pengganti, hidayah akan datang dari manapun dengan bentuk apapun…. Lah wong yang di Jakarta yang banyak kajian dan event2 juga ga semua orang mau untuk menjemput kan… semua tergantung kita mau atau ngga menjemput hidayah…”
Allah jangan tinggalin aku yaa... keinget ayah yang selalu ngulang-ngulang pengingat hadits ini ke aku
"Jika seorang hamba mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, niscaya Aku mendekatinya satu depa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, niscaya Aku mendatanginya dengan berlari kecil."
Hadis sahih - Diriwayatkan oleh Bukhari
last but not least… aku suka sama doá memohon pertolongan Allah ini
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.