MENGERTI ADALAH HAL YANG LANGKA SAAT INI
Kita adalah gugusan saling terpaut, perihal supportive atau tidak, kembali pada individu masing-masing, tidak boleh ada yang memaksakan kehendak, dan tidak boleh ada yang tidak menerima perbedaan. "Menerima" adalah satu kata penting saat ini karena bisa jadi di mulut iya namun di hati tidak. "Aku mengerti, paham dan tidak akan mengganggu" bisa jadi adalah kalimat yang disalahpahami sebagai kata marah padahal bentuk pengertian. Semua kita salah paham, semua ingin dimengerti, dan KEBANYAKAN orang lebih BANYAK ingin dimengertinya daripada MEMENGERTI kondisi orang lain. Manusia pada dasarnya egosentris, ingin menjadi main character bahkan banyak yang berlaku seperti TUHAN, merasa saya ini siapa sombong dan ingin disembah.
Maka dari itu manusia perlu berlatih rendah hati, memaklumi perbedaan. Memaklumi bukan berarti membenarkan, itu sangat jauh berbeda. Memaklumi itu mencoba mengerti hal-hal yang membuat ia berlaku demikian. Sedangkan jika hal ada yang salah, tentu tidak baik hanya sekedar mengerti, bentuk makrifat tertinggi dari rasa sayang adalah membenarkan hal yang kita mengerti tersebut agar menjadi LEBIH BAIK, karena boleh jadi ia TIDAK TAHU, dan butuh pengarahan.
Kita ambil contoh, Nabi Muhammad selalu sabar mendapat perlakuan seperti diludahi, namun tidak membenarkan kebatilan terjadi. Kita perlu mengerti, mengarahkan, bukan membenarkan.
Semburat Sore,
01.02.26













