Ruang: Melapangkan Hati
Pagi tadi melihat sebuah video di tiktok. Seorang ibu pemilik warung, dari gelagatnya terlihat sedang memaki seorang mas-mas pengendara motor yang memarkirkan motornya di depan warung sang ibu. Mas tersebut meminggirkan motornya karena hujan deras, dia hendak berteduh. Berteduhnya pun di seberang warung tersebut, hanya saja dia butuh tempat untuk meminggirkan motornya. Motornya pun tidak mengotori warung sang ibu. Ibu tersebut lalu memanggil sambil meneriakinya dan menyuruhnya memindahkan motornya dari sana. Padahal motornya pun tetap kebasahan di tempat tanpa atap, mas tersebut hanya butuh tempat untuk meminggirkan motornya sebentar saja karena sedang hujan deras. Toh, dia juga tak akan menginap di sana.
Dari banyaknya peristiwa dan pelajaran hidup yang kusaksikan bahwa perkara kecil bisa menjadi masalah besar bagi orang-orang yang hatinya kurang lapang. Pun sebuah masalah dianggap besar atau kecil tergantung bagaimana kita memandang masalah tersebut.
Dari peristiwa yang tak sengaja terekam warga tiktok tersebut, aku teringat saat berkunjung ke rumah seorang teman. Rumahnya besar, berlantai dua, memiliki pagar-pagar pembatas dengan jalan maupun rumah di sampingnya, tetapi anehnya rumah besar tersebut memiliki pagar yang tak menutup rumah. Maksudku, rumah tersebut memiliki pagar tapi tidak berfungsi memagari. Sebuah mobil pun bisa langsung masuk ke halaman dan garasinya tanpa perlu izin pemilik rumah.
Aku bertanya padanya, "mengapa begitu?"
Beliau menjawab, "Iya, sengaja. Supaya kalau hujan, orang-orang bisa langsung minggir untuk berteduh."
Masyaa Allah, Masyaa Allah..
Sebuah kebaikan kecil yang tidak pernah terpikir sekalipun olehku. Bagaimana pundi-pundi amal baik mengalir deras seperti hujan setiap kali ada seseorang yang berteduh di halaman rumahnya. Hanya karena perkara mengizinkan seseorang untuk berteduh. Indahnya hati yang lapang. :')
_
Bdg, 11 Jan 2022 | 09.40


















