+
KIROKAZE
occasionally subtle
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Origami Around

izzy's playlists!

pixel skylines
Three Goblin Art

ē„ę„ / Permanent Vacation
Keni
Alisa U Zemlji Chuda
taylor price
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

Discoholic šŖ©
DEAR READER
we're not kids anymore.
RMH
wallacepolsom

seen from Belgium
seen from Morocco

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Singapore

seen from Russia
seen from India

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Estonia
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Maldives
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Canada
@taboap
+

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Penilaian Manusia
Tahukah, banyak dari manusia yang mudah menilai seseorang dari sisi buruknya saja? Padahal mereka tidak tahu, kebaikan-kebaikan seperti apa yang dilakukan seseorang dibalik itu. Begitu pula dengan kita, yang juga seringkali tak sadar berbuat demikian, yang hanya menebak-nebak lalu berburuk sangka.
Kita memang berhak menilai sesuatu, maka dari itu, nilailah yang baik-baik, berilah sedikit pengertian ketika seseorang berbuat salah, tanpa harus menghakiminya. Sadarkah, bahwa berbaiksangka akan mendatangkan maaf dan penerimaan terhadap sesama?
Jikalau kita adalah satu diantara mereka yang mudah sekali meremehkan orang lain, sebenarnya, apa yang kita butuhkan? Pengakuan dari orang lainkah bahwa dia buruk, sedang kita ini orang yang baik? Lantas, untuk siapa kebaikan yang kita lakukan itu? Untuk manusia atau Pencipta?
Namun di sisi lainnya, biarkan orang menilai kita seperti apa, tak perlu menyibukkan diri mencari ridha manusia. Jika kita berharap dan bergantung pada manusia, maka akan mudah cemas dan kecewa. Ya, kita tidak perlu menggantungkan sedih maupun bahagia kita kepada makhluk-Nya.
Seberapa keras usaha untuk menjelaskan bagaimana diri kita pada orang lain, mereka akan tetap punya penilaian sendiri. Apabila kita percaya bahwa Allah satu-satunya tempat bermuara, maka hati akan lapang dan ikhlas menerima segala hal yang menimpa.
Pena Imaji
Ikhlaskan dulu sebelum berniat dan melangkah maju, sebab hasil tidak ada yang pernah tahu. Niat dan langkahmu akan terasa lebih kuat dan yakin, karena apa yang akan terjadi setelah perjuanganmu ini sudah kamu serahkan semuanya pada pemilik hati. Benar, ikhlaskanlah dulu sebelum berniat dan melangkah maju. Untuk setiap hal yang sedang diperjuangkan, dan untuk setiap jalan yang sedang ditempuh.
Akhir pekan dan refleksi perjalanan. Sudah sejauh ini langkah dan rencanamu, sayang saja jika ternyata kamu menjalaninya dengan keraguan akan hasilnya. Jangan diterka dan dihukumi untuk sesuatu yang belum masanya tiba, tidak baik dan hanya membuat takut saja.
Dari ikhlas ini akan ada kekuatan untuk siap melangkah dan bergerak tanpa ragu, toh kamu sendiri sudah menyerahkan semuanya pada langit. Iya atau tidak bukanlah tujuanmu saat ini, tapi bagaimana mencari ridho dan keberkahan dari-Nya.
Ikhlaslah sebelum berniat dan melangkah.
@jndmmsyhd
Selembut apapun lisan kita, sebaik apapun niatan kita pada orang lain, ingatlah, bahwa tidak semua orang bisa menerima kita. Apa yang kita sampaikan, belum tentu maknanya sampai seutuhnya pada orang lain.
Di sisi yang lain, ketika kita gusar dan tidak enak hati, hal-hal yang baik akan terlihat buruk di mata dan telinga kita. Begitu sebaliknya, ketika hati kita tenang, yang burukpun bisa menjadi teguran atau pelajaran bagi diri kita sendiri.
Pena Imaji
KPMPW Jayapura Gelar MUSORMA, Pasmin Tabo Terpilih Ketua Periode 2020-2022
Suasana Kegiatan MUSORMA Ke-lll KPMPW Jayapura Di Aula Asrama Tolikara Foto : Chris N. Tabo
Jayapura, Media ToliāMahasiswa-mahasiswi Yang bergabung dalam wadah Komunitas Pelajar Mahasiswa/I Pemuda Weyarabo (KPMPW) Kota Studi Jayapura menggelar Musyawarah Organisasi Mahasiswa (MUSORMA) yang ke-lll Periode 2020-2022. Kegiatan itu berlangsung di Asrama Tolikara Bertempat di Halaman Aula Asrama diā¦
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Nyawa Orang Papua Hanya Dibayar Dengan Uang Dan Minta Maaf.
Aparat TNI/Porli selalu menang dalam menyelesaikan masalah kasus-kasus pelanggaran HAM berat di Boven Digoel.
Pemerintah Boven Digoel dan apartur negara kolonial Indonesia, Polres BvD dan Kodim 1711 BvD, punya cara penyelesaian masalah kasus-kasus pelanggaran HAM berat terhadap Orang Papua di sini dari dulu hingga saat ini masih sama. Hanya bayar dan minta maaf, sementara pelaku kejahatan kemanusiaan dibiarkan berkeliaraan.
Pola dan tindakan mengambil dan memutuskan masalah selalu berakhir dengan permintaan maaf dan bayar uang nyawa. Seakan mereka beli babi di pasar, karena bisa tawar menawar harga diri dan nyawa orang Papua.
Tinggal bunuh, siksa, tembak mati atau pukul kasih babak belur saja. Nanti kalo dong marah, ajak ketemu 4 mata lalu sogok dan bayar keluarga korban masalah beres.
Masyarakat lain yang coba memprotes kejahatan dan penipuan ini, berarti akan menimbulkan masalah baru lagi dan bukan pada masalah yang utama.
1. Kasus penganiayaan dan pembunuhan adik Vanpey Kurok, oleh orang toraja. Hanya bayar dan minta maaf. (2018)
2. Kasus penganiayaan dan pembunuhan Steven Terin, oleh orang toraja. Hanya meminta maaf saja.
3. Kasus penganiayaan dan pembunuhan bapa Marius Betera, oleh aparat kepolisian di Asiki. Hanya bayar dan meminta maaf. (2020)
4. Kasus penganiayaan adik Oktovianus Warip Betera, oleh anggota Satgas TNI. Hanya meminta maaf saja. (2020)
5. Kasus penembakan salah satu anak Muyu di jln SMA, oleh Polisi. Lalu mereka amankan dan kubur pada malam hari. (2020) kasus ini hilang dan ditutup.
6. Kasus penganiayaan dan pemukulan oleh anggota TNI. Kemarin dulu, Selasa (8/9/2020). Hanya bayar denda dan meminta maaf.
Masih banyak daftar kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang belum dihitung satu per satu. Semua kasus pelanggaran HAM ini tenggelam dan dimakan oleh waktu, bagaikan binatang yang tidak ada nilainya.
Sayang Rakyat.
Kasus Penganiayaan TNI/Porli Terhadap 3 Orang Papua Di Boven Digoel Berujung Bentrok Dan Pengrusakan Kaca-kaca Kantor Bupati
Tanah Merah, Boven Digoel. Rabu, 9 September 2020 Wp. Kasus penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI/Porli terhadap 3 orang Papua asal suku kombai 1 diantaranya perempuan. Kasus penganiayaan hingga babak belur ini, bermula dari hanya semata-mata tidak memakai masker dalam mengendarai sepeda-motor dalam melakukan aktivitas.
Pemukulan dan penganiayaan itu dilakukanā¦
View On WordPress
Tolak Otonomi Khusus, Mahasiswa Tolikara di Jayapura Bawa Peti Mati
Tolak Otonomi Khusus, Mahasiswa Tolikara di Jayapura Bawa PetiĀ Mati
FOTO : Himpunan Pelajar Mahasiswa/I Tolikara kota studi se-jayapura, saat menggelar Jumpa Pers (Media Toli/ Chris N. Tabo)
Jayapura, Media Toli ā Himpunan Mahasiswa Pelajar Tolikara Se-kota Jayapura Menolak Dengan Tegas Otonomi Khusus (OTSUS) Jilid ll di atas tanah Papua. Jumpa pers gelarĀ di Asrama Mahasiswa Tolikara putra, jln. Yoka, Jayapura, Rabu (14/7/2020).
Dalam jumpa pers ini,ā¦
View On WordPress
Saya bukan budak Republik Indonesia. Saya bukan monyet Indonesia, tetapi saya adalah seorang Papua Manusia yang lahir di tanah leluhur saya dengan ras Melanesia, dan saya memiliki hati yang berjuang melawan daya tahan otak. menghargai kebebasan hidup masyarakat Papua Barat. tinggal di Papua?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Teriak Papua Merdeka! Bintang Kejora Berkibar di Depan Istana
Teriak Papua Merdeka! Bintang Kejora Berkibar di DepanĀ Istana
Bendera Bintang Kejora berkibar di Depan Istana Merdeka
Jakarta, MT āĀ Bendera Bintang Kejora, simbol GerakanĀ Papua MerdekaĀ berkibar di depan Markas Besar TNI dan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Bendera itu dikibarkan oleh mahasiswa Papua di tengah aksi unjuk rasanya.
Berdasarkan pengamatanā¦
View On WordPress
Bentrok mahasiswa Papua dan Ormas di Malang diduga dibiarkan aparat keamanan
Bentrok mahasiswa Papua dan Ormas di Malang diduga dibiarkan aparatĀ keamanan
Mahasiswa Papua di Malang ketika melakukan aksi damai ā Dok. AMP
Malang, Media ToliĀ ā Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi keamanan, politik, hukum dan HAM, Emus Gwijangge menilai aparat keamanan di Malang, Jawa Timur terkesan membiarkan mahasiswa asal Papua yang melakukan demo pada Kamis pagi (15/8/2019), berbenturan dengan organisasi masyarakat (ormas) atau kelompok warga di wilayahā¦
View On WordPress
Bupati Tolikara Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama di Manado
Bupati saat melihat denah pembangunan asrama, saat acara peletakan batu pertama pembangunan asrama Tolikara di Kota Manado oleh Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE,M,Si, sebagai bentuk komitmennya dalam rangka memajukan sumber daya manusia di Kabupaten Tolikara, tepatnya di kelurahan winangun II, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Jumat (Pekan lalu, jumat (26/07/19). /Tabo Ap
MANADO, MediaToli āā¦
View On WordPress
tolong maafkan Ranu
kepada Tera, maaf atas ketidakjujuran Ranu selama ini. maaf karena Ranu kurang peka. maaf karena Ranu baru tahu arti kehadiranmu setelah kamu tidak ada.
kepada Meru, maaf karena Ranu mengambil Embun dengan tiba-tiba, lalu gagal menjaga perasaannya. maaf karena Ranu gagal menjaga masa depan Embun.
kepada Laksmiāmasa lalu Ranu yang lain, maafkan Ranu karena pernah menduakanmu. sekarang kamu sudah bahagia, tolong jangan mengolok-olok Ranu apalagi di sosial media.
kepada siapapun yang pernah terlukai Ranu sengaja atau tidak, tolong maafkan Ranu.
kepada Ranu, kamu sudah saya maafkan. melangkahlah dengan hati lapang.
salam, Embun yang sedang mengHujan.
Kepada Ibu Kekasih Saya
Bu, apa kabar?
sebelum menulis banyak hal yang saya bingung harus memulainya dari mana, ijinkan saya untuk memanggilmu dengan sebutan āibuā seperti yang selalu saya semogakan diam-diam kepada Tuhan dalam seuntai kalimat bernama doa. Saya cukup pemalu, bu. Tapi sepertinya lebih tepat dikatakan bahwa saya ini penakut, bagaimana tidak penakut, untuk mengungkapkan perasaan saya kepada putri ibu saja saya harus repot-repot menuliskannya lewat notes HP. Untung saja kala itu HP saya yang batrenya suka ngedrop itu kok ya ndilalah nggak tiba-tiba mati.
Saya bingung, bu, harus memulai dari mana ketika menulis surat ini. Tapi ada satu hal yang ingin sekali saya katakan kepada ibu, perihal terimakasih saya yang tak ukur jagadnya karena telah melahirkan seorang perempuan hebat pada tengah malam yang sekarang menjadi kekasih saya. Saya mencintainya dengan setulus hati saya, bu. Tapi ibu tak perlu khawatir, sebab cinta saya tak akan melebihi kasih sayang ibu, atau mungkin ayahnya, yang tentu saja menjadi laki-laki yang cintanya paling besar baginya. Posisi ibu akan selalu menjadi nomer satu di hatinya.
Bu, putri ibu adalah perempuan hebat, dia mengajari saya banyak hal. Dia mengajari saya bagaimana memanusiakan orang lain, bagaimana tetap tersenyum ketika dihantam banyak hal yang memilukan, dan yang paling penting bagi saya adalah putri ibu tak pernah lelah mengingatkan saya untuk selalu makan dengan menggunakan tangan kanan dan cuci tangan sebelum saya menyantap santapan pertama saya, sebab saya suka lupa, bu, saya suka lupa jika sehabis memasukkan ibu jari ke dalam hidung dan memutar mutarkannya kesana kemari setelah itu langsung memegang makanan. Kata putri ibu, saya bisa mati gara-gara kuman, ya begitulah putri ibu, dia terkadang suka lucu dan tidak masuk akal, namun percayalah, saya akan tetap menyayanginya dengan segala keanehannya.
Saya ingat bagaimana saya berkunjung ke rumah ibu untuk pertama kalinya, bagaimana putri ibu memperkenalkan saya kepada ibu, saya mau mati kaku rasanya sebab untuk kali pertama saya bertemu dengan ibu dari perempuan yang begitu saya sayangi. Apalagi ketika ibu saat itu mengira jika saya adalah anak seni dan bertato. Campur aduk rasanya, ingin tertawa tapi di sisi lain saya kaget setengah mati. Bu, jangankan menjadi anak seni, atau merajah badan saya dengan tinta, jam sembilan malam belum pulang ke rumah saja ibu dan ayah saya sudah marah marah seperti induk singa yang sedang mengandung bayi-bayinya yang kembar enam.
Bu, saya hanya seorang laki-laki biasa, yang mengenakan pakaian itu-itu saja ketika pergi dengan putri ibu, yang akan mengajak makan putri ibu juga ke tempat itu itu saja, yang seringkali membuat pening kepalanya di siang hari atau basah kuyup ketika turun hujan karena saya hanya memboncengkannya dengan motor butut pemberian ibu saya dulu ketika SMA dulu yang selebor depannya terkadang suka goyang-goyang sendiri sebab bautnya copot dan tak pernah saya ganti. Oh iya, saya mau minta maaf, bu. Saya sering mengabulkan permintaan putri ibu ketika dia mengajak saya makan indomie diam diam tanpa sepengetahuan ibu, katanya indomie adalah surga kedua setelah pelukan ibu. Saya tersenyum lebar ketika dia mengatakan hal itu.
Bu, terkadang putri ibu ini suka berkeluh kesah kepada saya ketika dia merasa kesal dengan ibu berkali-kali dengan hal yang sama. Namun percayalah, bu. Saya akan selalu di sampingnya untuk mendengarkan segala keluh kesahnya yang seringkali juga hanya itu-itu saja, saya juga akan selalu mendukungnya tentang apapun itu yang dirasa baik untuk ibu dan putri ibu. Namun terkadang saya sering bingung, bu, ketika menanggapi dia bercerita seputar makhluk tak kasat mata kesayangannya, doraemon. Maafkan saya, ibu.
Bu, saya bermimpi suatu saat ketika saya bisa benar-benar memanggil ibu dengan sebutan āibuā, mengucapkan janji berdua dengan putri ibu di hadapan ratusan pasang mata, kemudian mengimaminya sholat dan melihat si fafa, kucing kesayangan buah hati ibu yang baru saja ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya.
Ketika saat itu tiba, ibu tak perlu khawatir, putri kesayangan ibu ini tak akan pergi kemana mana, dia perempuan baik dan hebat, dia akan tetap memberikan tempat pertama di hatinya untuk ibu, dia akan tetap menjadi putri kesayangan ibu.
Salam hangat dari saya, bu dan putri ibu dia sedang duduk manis menonton film dan tersenyum-senyum sendiri di depan saya ketika saya menulis ini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Surat untuk Ibu
Bu, apa kabar? sebelum menulis banyak hal yang saya bingung harus memulainya dari mana, ijinkan saya sekali lagi untuk memanggilmu dengan sebutan āibuā setelah sekian lama ini, yang selalu saya sebut diam-diam kepada Tuhan dalam seuntai kalimat bernama doa. Saya sebenernya jenis manusia pemalu, bu. Tapi sepertinya lebih tepat dikatakan bahwa saya ini cengeng, bagaimana tidak cengeng, untuk menuliskan surat ini saja saya menitihkan air mata. Lemah sekali ya bu anak lelakimu ini.
Saya bingung, bu, harus memulai dari mana ketika menulis surat ini. Tapi ada satu hal yang ingin sekali saya katakan kepada ibu, perihal terimakasih saya yang tak ukur jagadnya karena telah memperkenalkan saya ke dunia. Mungkin dulu, suara saya bukanlah suara yang indah untuk engkau dengar bu, betapa tidak. Saya menjerit luar biasa bising ketika engkau melahirkan saya, pertanda saya tumbuh sehat di dalam rahimmu yang hangat oleh cinta dan kasihmu. Kaki dan tangan saya menggeliat tak sabar, merasakan kelegaan dan angin sejuk menerpa tubuh telanjang yang kecil. Lalu seketika saya berhenti menggigil saat lenganmu yang halus dan hangat mendekap dan menyambut saya dengan senyuman terindah, mungkin ditambah dengan satu dua titik airmata.
Bu, saya selalu yakin Allah pasti menjagamu dengan baik (disana). Karena Ibu sudah berhasil menjaga saya, menjaga kami -adik dan bapak- juga dengan sangat baik. Bahkan sampai sekarang saya tau Ibu selalu menjaga kami, entah dengan cara apa dan bagaimana.
Teringat jelas bu, dulu sering kali dari mulut ini membantah setiap perkataanmu, bahkan nada yang tinggi terkadang secara spontan saya lontarkan padamu, padahal setiap nasihat dan perkataan itu semata-mata untuk kebaikan saya. Meski begitu tak pernah henti pula engkau memaafkan, tak pernah letih menasehati, menghawatirkan, dan mempedulikan. Mungkin karena cintamu yang besar ya bu sehingga mampu meredam amarah dan emosi yang kerap kali mendominasi. Maafkan saya ketika emosi ini tak dapat dikendalikan, saya masih terlalu muda bu, saat itu. Emosi saya masih naik turun. Ego saya masih tinggi. Saya masih labil. Tentu untuk menjadi sepertimu saya harus belajar lebih pandai lagi mengendalikan diri.
Ibu, bagaiman caranya untuk bisa meredam amarah dan emosi yang begitu hebatnya? Kau seperti lautan tenang, bahkan tak pernah saya lihat riaknya. Saya malu bu, saya bahkan bisa meledak hebat hanya karna hal kecil. Saya malu jika suatu saat nanti mempunyai anak lalu mereka melihat bagaimana dahsyatnya ledakan emosi saya. Apa yang mereka pikirkan? Saya takut mereka menganggap saya seorang monster, bu.
Ternyata bu, dewasa tak senikmat masakan buatanmu. Bu, rasanya saya ingin berhenti untuk tumbuh setiap hari. Saya kesulitan bernafas rasanya setiap kali saya tak mampu melewati hari dengan baik. Setiap kali saya lihat jarum jam pun, dada saya semakin berat. Pertanyaan saya semakin menggunung. Mampukah saya bertahan setiap hari? Sanggupkah saya lewati? Apa yang harus saya lakukan? Sulit sekali rasanya mengatasi hal secara dewasa. Rasanya saya gagal, bu. Gagal menjadi lelaki dewasa yang tangguh nan elegan di dunia yang semakin hingar bingar ini. Saya juga lelah menggantukan harapan setinggi langit seperti yang engkau ajarkan, bu.
Bu, dalam bola matamu bisa saya lihat ketegaran yang amat hebat. Bagaimana bisa engkau setegar itu, bu? Bagaimana senyum itu dapat begitu mudah terlukis diwajahmu? Dan ketegaran hatimu, bisakah engkau mengajarkan kepada saya? Jujur saja, saya tak setegar itu, bu. Kelak , saya ingin menjadi dewasa dengan ketegaran sehebat milikmu
Aaaahhhh maafkan saya bu jika terlalu banyak mengeluh. Saya jadi malu pada angka dua puluh yang tertera di identitas saya. Tapi ya gimana lagi bu, namanya juga manusia bisa nya cuman ngeluh, ngeluh, dan ngeluh aja. Apalagi engkau adalah bentuk kenyamanan yang sulit saya temukan gantinya, bu. Engkau adalah gambaran dari ketulusan yang tidak akan ada habisnya, perhatian yang tidak pernah berjeda dan terus mengalir bahkan hingga saya sudah berumur dewasa ini. Meski kehidupan dewasa saya tak engkau temani dan hari-hari saya serasa mati, tak sedikitpun saya merasa kehilangan sosok ibu. Saya hanya perlu menyimpan namamu dalam baris-baris doa selepas lima waktu saya, kemudian membawamu dalam setiap planning kehidupan dimasa depan saya. Saya pun mempercayainya bahwa ibu tidak pernah benar-benar pergi, hanya saja berubah bentuk menjadi ākeyakinanā dan āsemangatā didalam diri saya.
Menjalani hari-hari sendiri tanpa kau disisi ternyata tak mudah untuk saya lalui, bu. Terkadang saya harus bersusah payah mengusir sepi. Tak jarang saya menghabiskan malam dengan membayangkan ibu juga disini. Tak ada lagi ibu tempat saya berkeluh kesah. Tak ada lagi pangkuanmu tempat saya menumpahkan air mata saat ada masalah. Bahkan tak ada lagi pelukan hangat yang bisa saya rasakan yang membuat saya aman dari dunia yang kejam ini. Tapi tak apa kok bu, masih ada ada ayah yang mendampingi saya. Memang si, ayah tidak memberikan kenyamanan dan pelukan hangat seperti ibu. Tapi kau tau bu, hanya dengan melihat punggung ayah saja saya bisa mendapatkan suntikan kekuatan yang luar biasa. Ayah ternyata tak kalah hebatnya dengan ibu. Tak tau kenapa hanya dengan melihat punggunya seolah-olah ada energi ki yang amat begitu besar menyelimuti punggung beliau, lalu energi ki tersebut secara spontan menular ke diri saya sehingga saya mendapat impuls positif yang cukup besar. Apa mungkin ini kekuatan magis-nya ayah, bu?
Ooooya bu, saya minta tolong, nanti jika ibu bertemu atau secara tak sengaja berpapasan dengan Allah tolong sampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya karna hingga saat ini belum bisa menjadi hamba yang baik dan taat. Dengan ibadah sering melalaikan, waktu sering terlenakan. Mengatakan sesuatu kebaikan, tapi tak melakukan. Pintar mengoreksi kesalahan orang lain, tapi lupa dengan kesalahan diri sendiri. Hobi pergi ke Coffee Shop dan membeli secangkir kopi dengan harga berpuluh-puluh ribu, namun berat hati memberi uang kepada anak kecil yang minta-minta. Bahkan tak jarang saya pura-pura tak melihatnya dan mengabaikan anak kecil yang meminta-minta. Tapi saja janji saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki semua itu. Jadi mohon bantu saya bu, tolong sampaikan kepada Allah untuk memberikan kesempatan kepada saya untuk berbenah dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hampir lupa, saya masih punya satu permintaan lagi, bu. Tolong tanyakan kepada Allah perihal tulang rusuk saya yang hilang. Iya saya tau bu, semenjak kepergianmu sosok ayah menjadi sangat penting bagi kehidupan saya. Beliau mampu memberi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang keras ini. Namun tak bisa dipungkiri juga bahwasannya saya sangat butuh āsosokā yang mampu memberikan saya kenyamanan dan kelembutan seperti ibu.. Saya butuh sosok dia, bu. Saya butuh dia yang rasa cinta nya terhadap saya sebesar engkau, bu. Saya butuh dia yang siap memberikan pelukan panjang ketika saya lelah dengan dunia yang hingar bingar ini. Saya butuh dia yang mampu memotivasi saya lewat tutur kata nya yang lembut ketika saya kehilangan semangat. Saya butuh dia yang sanggup memberi kekuatan lewat senyum manisnya ketika saya merasa tak sanggup menghadapi semua ini. Sebenarnya perihal jodoh, saya tidak terlalu terburu-buru kok, bu. Hanya saja saya butuh sedikit clue agar saya lebih muda mencarinya seiring saya memperbaiki dan memantaskan diri. Tapi akan lebih muda lagi jika Allah mau memberitahu secara detail perihal jodoh saya, namanya, nomor Whatsapp-nya, pin BBM-nya, nomor hapenya, alamat rumahnya, ukuran bra-nya. Jadi saya tak perlu repot-repot mencarinya, tapi langsung mendatangi rumahnya, bertemu ayah dan ibunya lalu saya lamar anaknya. Tapi ibu tak perlu khawatir, sebab cintanya dia tak akan sebesar kasih sayang ibu kepada saya. Lalu, dia yang kelak akan jadi ājodohkuā, ada untuk melengkapi saya bukan untuk menggantikan posisi ibu. Posisi ibu tetap menjadi nomor satu dihati saya, dan entah mengapa tidak ada satupun yang bisa menyamaimu dan menggantikan posisi ibu.
Bu, saya merindukanmu, tak ada cerita paling indah selain menceritakan kerinduan ini. Tetapi jujur, saya mungkin tak sanggup menggoreskannya menjadi untaian aksara indah. Bahkan saya bukan seorang penyair, pun pelantun puisi merdu. Memang sangat berat ketika terlalu merindukan belaian ibu, dengan memandang foto saja mungkin itu tidak cukup bagi saya. Ingin sekali rasanya setiap hari, setiap detik melihat wajah ibu, melihat lengkungan senyum ibu sebagai penawar letih saya seusai seharian kerja. Namun yang saya dapat, ibu tak berada disamping saya, ibu tak seatap lagi dengan saya. Lalu setiap tanggal 22 Desember teman-teman saya selalu berlomba-lomba untuk merayakan hari itu bersama ibunya. Hampir semua postingan socmed teman saya hari itu adalah tentang ibu, berfoto dengan ibunya, memberikan hadiah, dan hal indah lainnya.
Lalu saya apa??? Saya hanya bisa membuka galeri foto lama diponsel saya, saya pandangi foto ibu. Kemudian memilih foto mana yang bisa saya posting. Heii⦠Bu, saya mulai kesulitan memilihnya, karna ternyata stok foto bersamamu tak sebanyak yang saya kira. Bahkan saya takut karna memori saya mulai pudar menyimpan potret wajah tenangmu, bau aroma tubuhmu, senyum manismu, hangatnya pelukanmu, dan masakan khas buatanmu. Ya Allah salahkah saya iri kepada mereka? Ya Allah salahkah saya menginginkan ibu disini? Salahkan saya cemburu? Cemburu pada mereka yang bisa dengan bebas memeluk ibunya, mencium pipi ibunya, merasakan hangat pelukannya.
Mungkinkah kita bisa bertemu sekali waktu, bu? Banyak hal yang ingin saya ceritakan tentang kehidupan saya saat ini. Menceritakan bagaimana sulitnya menghadapi kejamnya hidup tanpamu. Menyampaikan gumpalan rindu yang menumpuk di relung hati saya. Melakukan hal yang belum sempat saya lakukan untukmu. Memberikan waktu saya untuk menemani dan menjagamu.
Ibu, ada milyaran maaf yang ingin saya utarakan dihadapanmu. Maafkan saya bu, sejengkalpun belum terbalas jasamu. Maaf untuk perilaku yang terkadang mengiris ulu hatimu. Maaf untuk jarak yang tak sengaja tercipta seiring umur saya bertambah. Maaf karna saya belum sempurna menghapus segala penat dan lelahmu. Serta maaf-maaf lain yang mungkin tidak akan cukup saya tulis dalam 1000 lembar kertas sekalipun.
Kini sudah tak dapat saya dengar lagi tawa renyah yang ibu miliki. Sudah tak dapat saya cium lagi aroma rempah-rempah racikan tangan ibu yang tertuang dalam sebuah masakan. Sudah tak dapat saya rasakan lagi perhatian yang tersirat disetiap omelanmu. Sudah tak dapat saya rasakan lagi hangat dan nyamannya pelukanmu. Tapi bu, kasihmu tertanam abadi di hati saya. Ciri khas perilakumu dalam memberi dan menunjukkan cinta dan kasih sayang tidak akan pernah mampu tergantikan. Ibu tetaplah ibu, wanita paling istimewa yang dianugerahkan Allah sebagai seseorang yang cintanya begitu amat besar kepada saya bahkan ketika saya belum dilahirkan kedunia ini.
Doa saya semoga Allah mebalas segala bentuk kasih sayang dan pengabdianmu seperti halnya ibu yang menghabiskan seumur hidup untuk menyayangi saya dan keluarga. Semoga Allah menempatkan ibu di tempat teristimewa. Senantiasa menjaga ibu dan suatu saat semoga Allah berkenan sekali lagi mengumpulkan kita di surga miliknya.
Saya harap ibu tetap mengawasi saya dari kejauhan sana. Merangkul saya dengan kehangatan cinta yang ibu kirim lewat pertanda. Menemui saya untuk berbincang panjang, bercerita dan tertawa lewat sebuah mimpi. Lalu kelak akan saya ceritakan pada cucu-cumumu bahwa malaikat sepertimu memang benar-benar ada. Dan di setiap pertemuan kita selanjutnya, saya pastikan saya tidak akan sungkan untuk bicara dan mengutarakan bahwa, ibu adalah wanita terhebat.
Cc : @catatanpemimpi & @yuvenil