it is such a beautiful view in my mind.
we’re walking in the evening when the orange sun ray showers our faces
we are joking and laughing
the time stops
and there are a lot of stars in your eyes
it is.... just beautiful
NASA
Today's Document

blake kathryn
Color Me Curious

Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Jar Jar Binks Fan Club

Origami Around
Sade Olutola
todays bird
Not today Justin

pixel skylines

@theartofmadeline
The Stonewall Inn
almost home
taylor price
Fai_Ryy
seen from Puerto Rico

seen from United States
seen from T1

seen from France
seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Uruguay
seen from Malaysia

seen from Ecuador

seen from Canada

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from France
seen from Canada
seen from United States

seen from Poland
seen from Panama
@sedikit-rindu
it is such a beautiful view in my mind.
we’re walking in the evening when the orange sun ray showers our faces
we are joking and laughing
the time stops
and there are a lot of stars in your eyes
it is.... just beautiful

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Like a morning star fading into blue air.”
— Vahan Terian, from Coming to Terms: Poems; “Taking Leave” (via autumnalsonata)
“I am hopelessly a lover, and a dreamer, and that will be the death of me.”
— Rupi Kaur
https://www.instagram.com/thepersonalquotes/
https://www.instagram.com/thepersonalquotes/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Accessing Tumblr in Indonesia needs an effort.
Segalanya terasa begitu menyenangkan denganmu!
Aku tahu kamu bukanlah seorang pangeran tampan berkuda putih. Kamu hanyalah seorang pria jangkung berkulit coklat. Kamu adalah hal yang jauh dari seorang pangeran tampan berkuda putih. Namun, denganmu segala sesuatu terasa begitu menyenangkan.
Ketahuilah, yang kucintai darimu bukan parasmu melainkan perangaimu. Yang kucintai darimu bukanlah bentuk tubuhmu melainkan pikiranmu. Yang kucintai darimu bukanlah apa yang kau punya melainkan pandanganmu akan masa depan. Aku begitu jatuh cinta dengan pemikiran-pemikiranmu yang berani.
Hari ini, langit sedang sangat bersemangat. Mungkin karena kemaren langit sudah lelah berduka. Matahari terasa lebih dari hangat. Panas! Tapi kamu datang dengan senyum yang sejuk. Ku buka pintu dan ku peluk! Ah rindu! Lelah rasanya menanti pada cinta yang berjarak. Ku kecup beberapa kali bibirmu, begitu juga kau membalasku. Matahari tak lebih dari hangat, karena senyummu menyejukkan hatiku. Lucu. Ini hanya kencan kecil setelah beberapa hari tak bertemu. Aku begitu merasa bahagia. Apakah mungkin karena aku mengenakan baju dan parfum yang bagus hari ini? Hmm kurasa bukan. Anehnya, tak juga kita berhenti saling memandang di kaca spion. Ku memelukmu di atas sepeda motor. Mungkin orang yang melihat kami, akan berpikir kami ini gila dan menggelikan. Tanpa berbicara namun saling cekikikan. Aku tahu! Hatimu pun sedang berbahagia. Kita kencan seperti biasanya; makan siang, mencari tempat mengobrol yang enak (kemudian kita mampir di kedai kopi favorit kita di kota kelahiran), mengobrol tentang banyak hal, dan mengambil beberapa foto.
Kemudian, hujan mulai mengguyur ketika kita harus pulang. (Kamu harus menjemput adikmu. Kakak yang sangat bertanggungjawab. Aku suka itu!) Kamu menggunakan jas hujan, begitu juga diriku. Jas hujan murahan berwarna kuning. Aku tahu kamu sangat menyukaiku mengenakan hal-hal berwarna kuning. Katamu aku sangat cocok dengan jas hujan ini.
Ku memang menyukai hujan, tapi kali ini hujan turun begitu deras. Tapi, aku tetap menyukainya, karena tentu saja aku menikmatinya bersamamu.
“Suka deh sama kamu” katamu sayup-sayup “Kenapa?” Kau menjawabnya dengan senyuman.
Aku begitu menikmati hujan. Aku sangat menikmati tetesan-tetesan air membasahi wajahku sementara tanganku memelukmu. Kita berbicara banyak hal, tertawa, dan saling berbalas senyum. Kamu tahu, bagiku itu begitu indah. Sangat indah. Setelah sampai di depan rumah. Kamu mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Kamu tahu, aku begitu suka senyummu. Senyum yang tanpa kamu sadari. Aku melihatmu saja sambil melepas jas hujan kuning murahan itu. Ku mendatangimu perlahan. “Hey! Hujan!” Tapi, sepertinya kamu tahu niatku. Menciummu di bawah hujan membuat memori indah ini mengakar di pikiranku. Sampai-sampai tidak ingin aku melupakannya. Aku sangat berterima kasih kepada semesta telah memertemukanku dengan dirimu dengan ketidakmungkinan-ketidakmungkinan.
Kak, kamu tahu? Kamu seharusnya tahu. Dan kamu pasti tahu, Segalanya terasa begitu menyenangkan bersamamu!
Aku merasa beruntung dan bersyukur bertemu denganmu! Terima kasih.
Solo, 18 Februari 2018 01.05 a.m.
Aku menulis karena aku mudah lupa. Dan apa yang paling sering kutulis, adalah apa yang kuingin tak lekang dalam ingatan. Sekarang kau pasti tahu, mengapa sebagian besar puisiku adalah tentangmu.
đź“– #PerempuanPenggenggamRindu
it's funny how we could meetđź’•
All that my heart longs for, Â Â Â Â Â Â fulfill.
Sappho, excerpt of “Immortal Aphrodite”(tr. by Julia Dubnoff)
❤

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
but, you are dealing with hell, darling
Sna: i will kill you if you leave me
you are dealing with hell
al: ok. accepted!
Sna: so, will you kill me if i leave you?
al: no, darl. i will kill my self
al: you don't need to believe
you just need to wait and see
Izinkan aku menjadi rumahmu; hangat, nyaman, yang selalu ingin membuatmu kembali pulang setelah berpergian.
Rumah yang selalu ada walau aku telah tiada.
Cinta Bukan Permainan Tarik dan Ulur
Kata mereka, ketika menyukai seseorang, jangan mudah memperlihatkan rasa suka itu.
Jangan dengan mudah memberikan nomor telepon. Jangan terlalu ramah dan menunjukkan ketertarikan kita. Jangan langsung membalas pesannya, biarkan ia menunggu beberapa belas menit. Jangan ini dan jangan itu. Tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Semua hal yang menurutku masih dalam batas wajar.
Aku bosan mendengar cara-cara yang kata mereka seharusnya dilakukan pada ia yang benar kusukai. Apa memang ada yang demikian? Apa memang aku perlu menjadi orang lain saat menyukai seseorang? Apa aku perlu bermain tarik dan ulur saat tahu bahwa aku benar telah jatuh cinta?
Bukankah cinta bukan permainan? Bukankah cinta adalah apa yang hati kita sendiri rasakan? Bukan mereka. Cinta kita rasakan sendiri. Cinta membuat getar di dada kita sendiri. Lalu, mengapa harus berpura-pura? Mengapa harus menuruti apa kata mereka. Mengapa?
Aku akan dengan senang hati tersenyum padanya. Aku akan senang hati berbicara lama dengannya, semua hal yang memang ia ingin tahu. Aku akan memberikan nomor teleponku. Aku akan segera membalas pesannya ketika aku membacanya. Aku tidak akan berpura-pura menjadi orang lain, meski kata mereka, aku harus bersikap demikian.
: Perempuan ini hanya sedang jatuh cinta. Bukan hendak menghancurkan hidupnya dengan gila.
—
© Tia Setiawati | Palembang, 16 Oktober 2017

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yogyakarta, 14 Oktober 2017
Fine lines, Aurore de La Morinerie