"Jikalau ada cafe yang menyediakan menu rasa sayang dan cinta dengan harga nyawa, rasanya aku rela mati demi mendapatkan itu"
taylor price
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily
Sweet Seals For You, Always
ojovivo
Today's Document

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space 🛸

art blog(derogatory)
todays bird
Mike Driver

PR's Tumblrdome

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
YOU ARE THE REASON

Love Begins
Cosimo Galluzzi
seen from Chile

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from South Africa
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from Nepal
seen from United States
seen from United States
seen from India
seen from United States

seen from United States
seen from Nepal
@salcuts
"Jikalau ada cafe yang menyediakan menu rasa sayang dan cinta dengan harga nyawa, rasanya aku rela mati demi mendapatkan itu"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terima kasih telah membuatku mengerti apa artinya bahagia. Terima kasih juga atas luka yang kau tambahkan ketika luka lamaku baru saja mulai basah kembali. Kau bilang tak ada yang dirugikan atas keputusanmu. Mudah bagimu berkata seperti itu, jangan sampai kau merasakan ini. Kau bilang aku berhak bahagia. Kau bahkan tak menyadari bahwa selama aku bersamamu, aku selalu berharap bahwa waktu berhenti selamanya agar aku bisa bahagia selamanya.
Arti yang tak berarti
Kau tahu? Mengapa aku mau memberi segalanya padamu? Apa kau pikir aku hanya bermain main dengan perasaanmu saja? Apa kau pikir aku bercanda tentang kita? Sejujurnya, kau adalah hal yang menguatkanku untuk bertahan. Kau pikir mengapa aku tetap tegar walau dinding pembatasmu yang tebal itu membuatku luka? Kau berkata, “Satu satunya orang yang ingin kumiliki lagi adalah kamu. Kalau tak percaya, kau bisa tanyakan pada duniaku.” Dan hal itu benar benar membuatku meleleh dan berjanji akan membayar nyawaku untukmu jika itu diperlukan. Tapi waktu berjalan, rupanya ragumu makin membesar. Aku tak tahu apa yang terjadi, Tapi terakhir kali aku bertemu denganmu, kau menjauh perlahan bersama keraguanmu. Aku? aku ingat katamu bahwa semua akan baik baik saja dan kau akan bisa menghilangkan keraguan yang mengganggu itu. Tapi kenyataannya berbeda. KIni kau berhasil mendapatkan pasangan yang hebat. Lebih daripada apa yang aku punya. Jika kau memang ragu denganku, kenapa kau berkata bahwa aku adalah satu satunya yang kau mau? kau tahu betapa berartinya kata itu di hidupku? Everything!. Aku selalu berdoa semenjak hari itu. Tuhan, jika karma memang ada di duniamu ini. Jangan sampai dia merasakan apa yang aku rasa sekarang. Aku tahu ini adalah sebab akibat yang dia lakukan. Tapi tolong Tuhan, limpahkan saja karma itu kepadaku. Aku tak ingin dia sedih, aku tak ingin dia menangis tiap malam sembari berharap kematian adalah jalan keluar terakhir untuk melupakan sakit ini. Aku mencintai dia, aku menyayangi dia melebihi diriku sendiri.Buat dia bahagia dengan pilihannya sekarang walau aku tersakiti oleh pilihannya.. Aku mohon padamu Tuhan.
Hai,
Dini hari ini, sejak semalam sebenarnya.
Entah kenapa jiwaku tiba tiba kehadiran perasaan yang sama ketika hancur dulu. Tak ada sesuatu yang terjadi, pun juga tak ada sesuatu yang sedang aku lakukan atau pikirkan. Tiba tiba saja aku merasakan ini lagi.
Sudah kulakukan sebuah cara yang biasanya manjur ketika aku melakukannya. Aku biasa memposting foto random dengan caption yang secara tidak langsung, itulah yang aku pikirkan di instagramku. Tapi entah kenapa, perasaan yang harusnya mereda malahan menjadi lebih gila. Aku benar benar tak mengerti lagi apa yang terjadi kepadaku sekarang.
Rasanya aku ingin bercerita segalanya, tapi kepada siapa aku bercerita? Ada sebuah dinding besar yang menahanku untuk bercerita kepada siapapun itu. Dinding besar yang ada sekarang benar benar lebih kuat daripada dinding yang pernah kuruntuhkan dulu. Sepertinya, dinding yang sekarang akan ikut membawaku hancur kedalam jurang jika aku berusaha menghancurkannya sekecil apapun caranya.
Apakah itu satu satunya cara untuk aku tenang?
Aku masih ingin hidup lebih lama lagi, tapi rasanya hidup dengan perasaan kesakitan sebesar ini, rasanya aku sama saja seperti mayat hidup yang berjalan tanpa arah.
Aku kosong, aku bodoh.
Maaf sebesar besarnya kusampaikan kepada siapapun yang mengirimkan perasaan ini hingga membekas sedalam ini.
Pernah
Kita pernah saling mengenal. Kita pernah saling memahami. Kita pernah menjadi satu hal yang tak terpisahkan. Kita pernah menjadi sebuah esensi dari satu sama lain. Kita pernah menjadi apa yang kau dan aku sebut tentang kehidupan. Entahlah, sekarang rasanya kata "pernah" itu begitu menyiksa. Apa yang seharusnya menjadi akhir dan awal kehidupan baru yang indah malahan menjadi hal sebuah bencana bagi satu sama lain. Apakah aku menyalahkanmu? Apakah aku yang paling bersalah? Kita terbuai ego. Kita terbuai dengan sesuatu yang mereka sebut tentang "jarak". Apakah semua akan berhasil jika aku berusaha lebih baik? Apakah semua akan berhasil jika kau berusaha lebih baik? Tak ada yang tahu jawaban dari misteri itu. Yang kutahu, sekarang semua telah menjadi sebuah kepastian. Tak ada yang bisa merubah semua ini. Pun aku. Pun dirimu. Kita terlanjur menjadi pernah. Kau terlanjur berlari menjauh. Berbeda arah. Melupakan apa yang telah kita sebutkan setiap malam sembari terbaring di atas surga. Melupakan apa yang telah menjadi komitmen dan janji. Aku berharap aku mampu berlari sepertimu. Aku hanya berdiam di sini. Tak mampu berlari ataupun berjalan. Bahkan untuk berdiri pun aku butuh usaha seumur hidup. Mungkin aku akan terbaring di sini selamanya. Setidaknya, aku mampu melihat bulan yang aku cintai makin bersinar terang dan melakukan apa telah disuratkan tentang fungsi kehidupan dia.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Rumah Yang (tak lagi) Rumah
Kau yang (pernah dan masih) tercinta. Semalam aku datang dan singgah dalam sebuah ruang yang sering kusebut sebagai "rumahku" padamu. Semua masih sama. Potret pose canggungmu masih terpasang indah lengkap dengan berbagai hiasan bunga - bunga favoritmu yang sering kau foto ketika kita berjalan dan membicarakan tentang hal yang tak berkonsep. Sebuah tembok penuh dengan janji - janji yang aku dan kau tulis sebagai bentuk komitmen kita berdua dalam menghadapi jahatnya dunia tak pernah ku hapus. Sebuah ruangan khusus untukmu singgah dan beristirahat pun masih sama persis. Sudah lama semenjak kau jujur tentang keputusanmu meninggalkan rumah yang sudah ku rombak penuh demi kenyamanan dan kebahagiaanmu ini. Semuanya masih sama persis. Apakah pernah terpikirkan olehku untuk merubah ini semua agar aku merasa nyaman lagi untuk tinggal? Tentu saja pernah Bahkan bukan hanya terpikirkan, aku telah berusaha merubah semuanya agar aku mampu melupakan apa yang pernah tak terlupakan. Tapi entah mengapa, setiap aku merubah bahkan satu milimeter saja, rasanya aku seperti berada di galaksi berbeda yang benar - benar asing sampai aku merasa mati. Sejak dulu aku selalu merasa bersalah untuk merubah ini semua. Tapi kata mereka, kau tak bisa berkata kau gagal jika belum pernah mencobanya. Aku telah mencobanya, berkali - kali. Dan dari percobaan itu bisa kusimpulkan, aku telah gagal. Apakah itu artinya aku berusaha melupakanmu dan menghilangkanmu semua esensimu dari "Rumahku"? Bisa dibilang ya, namun kemungkinan besar tidak. Aku sama sekali tak ingin merubah ini. Alasanku? Jika suatu saat kau kembali, bukankah lebih mudah untukmu merasa nyaman lagi jika hal ini memang sejatinya dari awal tak kurubah? Entah aku tak mengerti, apakah hal ini adalah hal yang baik untukku atau tidak? Kau ingat juga kan kalau aku pernah mengatakan semua hal ini padamu? "Lebih baik kau rubah saja semuanya, lebih besar kemungkinan untukku tak akan kembali menetap kepadamu. Jangan sia - siakan cahaya pelitamu hanya untukku saja. Manfaatkan cahayamu sebelum cahaya itu redup dan hilang selamanya." Jawabmu. Menyakitkan memang, tapi aku sudah memperhitungkan semua konsekuensinya. Aku tahu 99% kemungkinan kau tak akan sudi untuk hadir meski hanya 2 jam. Tapi aku tetap akan selalu menyediakan "Rumah" ini untukmu. Tak akan pernah aku rubah "Rumah" ini menjadi bentuk yang berbeda dari terakhir kali kau mengatakan selamat tinggal padaku. Kembalilah jika kau ingin kembali. Tetapi jika kau tak ingin kembali, aku masih akan tetap berada di sini menunggumu. Di depan potretmu ini, setiap pagi hingga pagi lagi aku akan selalu duduk termenung tersenyum melihat semua memori yang benar - benar membuatku menjadi manusia seutuhnya. Tangan ini selalu siap untuk memelukmu lagi. Tangan ini selalu siap untuk menyambutmu kembali. Tangan ini selalu siap untuk menuruti semua permintaanmu agar kau nyaman untuk tinggal. Tertanda, sebuah cangkang kosong yang berjalan tanpa isi seumur hidupnya.
Dahulu waktu aku masih di awal - awal menjalani kehidupan sebagai orang dewasa, aku selalu memandang rendah orang yang selalu merengek ingin mendapatkan teman hidup. Entah itu teman sebagai pasangan atau hanya sebagai teman untuk berbagi cerita kehidupan, aku selalu memandang mereka sebagai manusia - manusia bodoh yang merasa tak pernah hidup jika tak ada seseorang yang seperti dia minta. Lalu sekarang tiba di mana aku sudah jauh melangkah sebagai manusia dewasa dengan segala kejadian manis dan pahit mewarnai perjalananku, sepertinya aku merasakan hal itu juga. Ternyata kita membutuhkan orang - orang seperti itu dalam kehidupan dewasa kita. Mungkin dulu aku berpikir kenapa harus berbagi kepada sesama jika kehidupanmu saja biasa saja. Namun sekarang, semakin banyak hal yang kualami telah menumpuk di belakang kepalaku dan menjadi sampah yang busuk. Aku baru sadar bahwa manusia - manusia yang mereka cari tadi adalah obat dari sampah busuk ini. Aku merindukan didengarkan seorang manusia. Aku merindukan betapa hangatnya dari kata "Tenanglah, kita lewati bersama." Atau mungkin, aku merindukan diakui sebagai manusia dengan segala emosi positif dan negatifku.
Satu hal yang selalu ada di dalam pikiranku sejak dulu. Kenapa setiap ada orang yang membuatku bahagia dan nyaman di sampingnya, lalu aku mengatakan kepadanya sejujurnya dari hatiku yang paling dalam tentang apa yang kurasakan itu, mereka pasti merasa sebaliknya? Aku kadang heran, kejahatan apa yang aku lakukan di kehidupanku yang lama. Apakah aku adalah jelmaan hitler? Atau rasputin? Mengapa aku selalu membuat canggung orang yang membuatku bahagia? Mengapa aku selalu membuat mereka tak nyaman ketika aku mengutarakan apa yang kurasa pada mereka? Apakah jujur adalah suatu larangan tak tertulis yang jika kita melakukan itu, kita akan dikutuk menjadi manusia yang tak berhak bahagia?
Aku tak pernah baik - baik saja semenjak aku berangkat pergi dari rumah. Seluruh rentetan kejadian buruk selalu terjadi berturut - turut sebaik apapun aku mencoba dan berhati - hati. Lalu sebuah kejadian terakhir membuatku benar - benar muak dengan kehidupanku. Aku tahu matahari selalu hadir setelah badai, tapi mengapa badaiku tak pernah habis? Aku sudah kedinginan kehujanan hampir setiap hari selama 5 tahun ini. Apakah aku tak berhak untuk merasakan sebuah kebahagiaan hanya 1 hari saja? Merasa bersalah setiap hari, merasa manusia sampah hampir setiap hari, merasa tak dihargai hampir setiap hari. Aku lelah. Aku juga ingin menjadi manusia penuh dukungan. Selalu dituntut menjadi lebih, selalu dituntut untuk melakukan hal yang bukan aku. Aku ingin menjadi diri sendiri. Aku tak pernah nyaman menunjukkan aku sendiri di depan manusia manapun semenjak hari itu. Mungkin itu sebabnya aku merasa tertekan terus menerus. Atau mungkin, memang aku saja yang tak bersyukur? Entahlah, aku lelah memikirkan apa yang ada disekitarku demi membuatku bersyukur dengan apa yang kupunya. Aku tak nyaman di manapun aku berada. Sepertinya dimensi ini bukanlah tempatku untuk menjadi utuh.
Memilah antara "hal yang bisa kurubah" dan "hal yang tak bisa kurubah" sudah menjadi kegiatan rutinku setiap hari. Dan anehnya, aku selalu menulis di kolom "hal yang tak bisa kurubah". Sepertinya aku memang semestinya menerima kenyataan bahwa tak ada yang bisa kurubah lagi. Mari menikmati perasaan tak berarti bersamaku. Mari bersama - sama baku hantam dengan pikiran kita sendiri.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
If I have a gun, I think I will shoot my head into pieces just to keep my head shut up for a sec. I know I will die, but its better I think.
Aku selalu mencari tahu tentang "Apa yang harus aku lakukan untuk membuat orang - orang merasa bahagia dengan keberadaanku?". Tapi aku selalu lupa tentang perasaanku sendiri bahwa aku juga ingin mendapatkan hal itu dari orang lain. Semakin lama aku hidup, aku merasa sudah tak bisa lagi menyandang predikat "Makhluk Sosial". Aku hanyalah catatan kaki di dalam buku yang hanya satu dibanding sejuta manusia yang mau membacanya atau bahkan sekedar tahu apa sebenarnya itu.
Terkadang ketika aku terlalu banyak waktu luang dan selalu bingung untuk melakukan apa. Aku akan membuka 9gag dengan kategori khusus "Wholesome". Dan tentu saja, aku akan selalu menangis karena aku selalu memimpikan afeksi dan keindahan - keindahan yang terjadi di situ.
Rasanya ada banyak hal yang ada dalam di kepalaku. 5 tahun berjalan semenjak aku beranjak dari tempat yang kubenci sekaligus selalu aku rindukan, semuanya menumpuk dan datang menyerangku sekarang. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan entah itu pada siapa atau apa. Memang banyak orang yang mungkin mau mendengarku. Tapi mereka juga termasuk salah satu dari bagian 5 tahun itu. Perasaan bersalah, selalu memikirkan apa yang akan terjadi setelah aku bercerita. Aku ingin sekali menghentikan waktu. Datang menggunakan roket bertenaga 40 juta kuda dewasa ke tempat tidurmu. Bercerita padamu semuanya yang kulewati sendiri 5 tahun ini. Begitu pula dengan waktu, kau juga pasti akan berhenti dan tak akan mendengarku. Tapi (mungkin) itulah tujuanku, aku ingin mengatakan betapa aku mencintaimu dan tak akan pernah mampu untuk menghilangkan foto - fotomu dari dinding hatiku. Setidaknya aku akan merasa lega bisa mengatakannya tepat disampingmu sambil menggenggam erat tangan mungil nan hangatmu itu. Walau sebenarnya mungkin aku sangat menginginkan belaian tanganmu itu mengusap rambut busuk ku ini. Aku rindu.
I never miss "people". I just miss their affection and their attention.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I can just gone for a month and no one is trying to reach me either its from text or from my real life. I can just sleep and turn off my phone for a month and no one worry about what happen to me. I know its suck. Its hurt like hell. But hey, at least I can do any fucking thing I want because nobody cares about me. I guess...
Beatles said, "The love you take is equal to the love you make." I said bullshit. No one loves me no matter how much I gave.