Hening mengajarkanku untuk tidak terpana pada bising.
Sunyi menegaskan kepadaku tentang damai dalam ramai.
Air mata, lalu tawa, menyadarkan bahwa yang tampak oleh mata tak lebih hanya maya.
Berdirinya kita, di sudut tak tampak oleh mata, jauh dari gemerlap puja-puja bukanlah sebuah hal yang hina. Sadarkah ?
Lihatlah.. Perhatikan. Lalu renungkan.
Bahkan bangkai sekalipun di gemari oleh lalat-lalat.
Lantas, masihkah gusar bila tak tenar?
Masihkah mendung bila tak disanjung?
Akankah cemar bila tak banyak nyawa yang gemar?
Selamat sore :)









