It's my 3 year anniversary on Tumblr 🥳
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
I'd rather be in outer space 🛸
Not today Justin

Product Placement
RMH

pixel skylines
cherry valley forever
Jules of Nature
$LAYYYTER
styofa doing anything
art blog(derogatory)
ojovivo

blake kathryn

@theartofmadeline
Xuebing Du

❣ Chile in a Photography ❣
Acquired Stardust
Game of Thrones Daily
occasionally subtle
seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Germany

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Hong Kong SAR China
seen from Norway
seen from United States
seen from United States

seen from Norway
@rizanuary
It's my 3 year anniversary on Tumblr 🥳

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Takdir Allah meliputi hal baik dan buruk sesuai dengan kehendakNYA terhadap makhluk. Dan kita manusia cuma perlu berupaya menjalani dan tanpa perlu mengetahui lebih jauh.
Upayakan setiap hari kita untuk berharap dan berdoa mendapatkan takdir yang baik, bisa secara khusus memang kita sampaikan dalam shalat maupun doa ketika santai sebelum memulai aktivitas, kalimat sederhana seperti; yang sering kita biasa katakan "Ya Allah, semoga hari ini segalanya berjalan baik" maka ucapan seperti itu sudah cukup sebagai tanda bahwa kita meminta Allah untuk senantiasa memberikan takdir yg baik, dan serta merta sistem dan alam jagat raya ikut menarik hal yg baik ke dalam diri kita.
Ketika Allah ingin berkehendak mentakdirkan sesuatu kejadian yg tidak mengenakkan/buruk terhadap seseorang, maka doa yang baik di awal hari sanggup menjadi pengubah yang sebelumnya Allah berkehendak buruk menjadi takdir yang baik.
Sebagaimana dalam hadist :
"Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta'aala selain Do'a," (HR Tirmidzi 2065).
Wallahu a'lam...
di Malioboro https://www.instagram.com/p/CYJhWvgP8pu/?utm_medium=tumblr
Memberi dan menerima, mengasah rasa... (di Balai Kota Surakarta) https://www.instagram.com/p/CYJgdlvPrO-/?utm_medium=tumblr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bagaimana pun anak-anak yang paling bisa merasakan artinya "Merdeka" https://www.instagram.com/p/CSszPDPBdWi/?utm_medium=tumblr
شجرة https://www.instagram.com/p/CQkDTKhhxpE1ngt6tUx4g2ooH8gwPSY6Ki2qBg0/?utm_medium=tumblr
DAPAT PAHALA HAJI MABRUR, TAPI TIDAK HAJI
Sa'id Ibnu Muhafah, Tukang Sol sepatu yang mendapatkan pahala haji mabrur, padahal ia tidak haji, suatu ketika Hasan Al-Basyri menunaikan ibadah haji. Ketika beliau sedang istirahat, beliau bermimpi. Dalam mimpinya beliau melihat dua Malaikat sedang membicarakan sesuatu.
"Rasannya orang yang menunaikan haji tahun ini, banyak sekali" Komentar salah satu Malaikat
"Betul" Jawab yang lainya.
"Berapa kira - kira jumlah keseluruhan?"
"Tujuh ratus ribu"
"Pantas"
"Eh, kamu tahu nggak, dari jumlah tersebut berapa kira - kira yang mabrur",
Selidik Malaikat yang mengetahui jumlah orang - orang haji tahun itu
"Wah, itu sih urusan Allah"
"Dari jumlah itu, tak satupun yang mendapatkan haji Mabrur"
"Kenapa?"
"Macam - macam, ada yang karena riya, ada yang tetangganya lebih memerlukan uang tapi tidak dibantu dan dia malah haji, ada yang hajinya sudah berkali-kali, sementara masih banyak orang yang tidak mampu, dan berbagai sebab lainnya'
"Terus?"
"Tapi Masih ada, orang yang mendapatkan Pahala haji mabrur tahun ini"
"Lho katannya tidak ada"
"Ya, karena orangnya tidak naik haji"
"Kok bisa"
"Begitulah"
"Siapa orang tersebut?"
"Sa'id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq"
Mendengar ucapan itu, Hasan Al-Basyri langsung terbangun. Sepulang dari Makkah, ia tidak langsung ke Mesir, Tapi langsung menuju kota Damsyiq (Siria). Sesampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa'id bin Muhafah.
"Ada, ditepi kota" Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana Hasan Al-Basyri menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
"Benarkah anda bernama Sa'id bin Muhafah?" tanya Hasan Al-Basyri
"Betul, kenapa?"
Sejenak Hasan Al-Basyri kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya. "Sekarang saya tanya, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur, barang kali mimpi itu benar" selidik Hasan Al-Basyri sambil mengakhiri ceritanya.
"Saya sendiri tidak tahu, yang pasti sejak puluhan tahun yang lalu saya memang sangat rindu Makkah, untuk menunaikan ibadah haji. Mulai saat itu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Dan pada tahun ini biaya itu sebenarnya telah terkumpul"
"Tapi anda tidak berangkat haji"
"Benar"
"Kenapa?"
"Waktu saya hendak berangkat ternyata istri saya hamil, dan saat itu dia ngidam berat"
"Terus?"
"Ngidamnya aneh, saya disuruh membelikan daging yang dia cium, saya cari sumber daging itu, ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh, disitu ada seorang janda dan enam anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin daging yang ia masak, meskipun secuil. Ia bilang tidak boleh, hingga saya bilang bahwa dijual berapapun akan saya beli, dia tetap mengelak.
Akhirnya saya tanya kenapa?.. "daging ini halal intuk kami dan haram untuk tuan" katanya
"Kenapa?" tanyaku lagi ,
"Karena daging ini adalah bangkai keledai, bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakanya tentulah kami akan mati kelaparan,"
Jawabnya sambil menahan air mata.
Mendengar ucapan tersebut sepontan saya menangis, lalu saya pulang, saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, akhirnya uang bekal hajiku kuberikan semuanya untuk dia"
Mendengar cerita tersebut Hasan Al-Basyripun tak bisa menahan air mata."Kalau begitu engkau memang patut mendapatkanya" Ucapnya.
Kisah ini diceritakan oleh Imam dan Khotib Masjid Rohmah, Cairo Egypt Shahih tidaknya tidak disebutkan. Meski demikian kisah ini perlu menjadi renungan.
Dari Gembala ke Manajer
Dalam tradisi keluarga terhormat Arab masa itu, bayi tidak disusui sendiri oleh Sang Ibu. Ia diserahkan pada orang lain yang menjadi Ibu susu. Demikian pula Muhammad. Beberapa hari, ia disusui oleh Tsuaiba -budak paman Muhammad, Abu Lahab, yang juga tengah menyusui Hamzah -paman lainnya yang seusia Muhammad. Kemudian ia diserahkan pada Halimah, perempuan miskin dari Bani Saad yang mencari pekerjaan sebagai Ibu susu.
Semula Halimah menolak Muhammad. Ia menginginkan bayi yang bukan seorang yatim, dan keluarganya sanggup membayar lebih mahal. Tak ada bayi lain yang bisa disusui, Halimah pun membawa Muhammad ke kampungnya. Suasana perkampungan Bani Saad disebut lebih baik bagi pertumbuhan anak dibanding 'kota' Mekah. Udara di sana disebut lebih bersih, bahasa Arab-nya pun lebih asli. Di masa bersama Halimah itulah tersiar kisah mengenai Muhammad kecil.
Menurut kisah itu, Halimah menjumpai Muhammad dalam keadaan pucat. Disebutkan bahwa Muhammad baru didatangi dua orang -yang diyakini banyak kalangan sebagai malaikat. Orang tersebut kemudian membelah dada Muhammad. Banyak orang percaya, itu adalah proses malaikat "mencuci hati Muhammad'' sehingga bersih. Namun Haekal menyebut bahwa kisah tersebut lemah. Saat itu Muhammad dan anak Halimah yang menyertainya masih balita, sehingga kesaksiannya diragukan.
Pada usia lima tahun, Muhammad dikembalikan ke Mekah. Konon Halimah khawatir atas keselamatan Muhammad. Dalam perjalanan ke Mekah, Muhammad sempat terpisah dari Halimah dan tersesat sebelum ditemukan secara tak sengaja oleh orang yang kemudian mengantarkan ke rumah Abdul Muthalib. Saat Muhammad berusia enam tahun, Aminah sang ibu membawanya ke Madinah menengok keluarga dan makam Abdullah, sang ayah. Mereka ditemani budak Abdullah, Ummu Aiman, menempuh jarak sekitar 600 km bersama kafilah dagang yang menuju Syam.
Saat pulang, setiba di Abwa -37 km dari Madinah-Aminah jatuh sakit dan meninggal. Muhammad pun yatim piatu. Ia dipelihara Abdul Muthalib. Namun, sang kakek juga meninggal saat Muhammad berusia 8 tahun. Muhammad lalu tinggal di rumah Abu Thalib -anak bungsu Abdul Muthalib yang hidup miskin. Kehidupan sehari-hari Muhammad adalah menggembala kambing. Pada usia 12 tahun, Muhammad diajak pamannya berdagang ke Syam.
Terkisahkan, dalam perjalanan itu Abu Thalib bertemu pendeta Nasrani bernama Buhaira di Bushra. Sang pendeta memberi tahu bahwa Muhammad bakal menjadi Nabi besar. Maka, ia menyarankan Abu Thalib segera membawa pulang Muhammad agar tidak celaka olah ulah orang-orang yang tak suka. Perjalanan ke negeri asing untuk berbisnis pada usia semuda itu tentu memberi kesan kuat pada Muhammad.
Berkat ketulusan dan kelurusan hatinya, Muhammad remaja mendapat sebutan Al-Amien, "yang dapat dipercaya", dari orang-orang Mekah. Ia juga disebut-sebut terhindar dari berbagai bentuk kemaksiatan yang acap timbul dari pesta. Setiap kali hendak menyaksikan pesta bersama kawan-kawannya, Muhammad selalu tertidur. Sedangkan ketajaman intelektual serta nuraninya terasah melalui hobinya mendengarkan para penyair.
Pada bulan-bulan suci, di beberapa tempat di dekat Mekah, selalu muncul pasar. Terutama di Ukaz yang berada di antara Thaif dan Nakhla, serta di Majanna dan Dzul-Majaz. Di hari pasar, para penyair membacakan sajak-sajaknya. Sebagian penyair itu beragama Nasrani maupun Yahudi. Mereka umumnya mengeritik bangsa Arab yang menyembah berhala. Peristiwa tersebut menambah sikap kritis Muhammad atas perilaku masyarakatnya.
Persoalan pasar di Ukaz itu menyeret Muhammad pada realita manusia: perang. Berawal dari pelanggaran kesepakatan sistem dagang yang dilakukan Barradz bin Qais dari kabilah Kinana yang memicu pelanggaran serupa 'Urwa bin 'Uthba dari kabilah Hawazin. Barradz lalu membunuh 'Urwa di bulan suci yang diharamkan terjadi pertumpahan darah. Kabilah Hawazin lalu mengangkat senjata terhadap kabilah Kinana. Karena kekerabatan, kaum Quraish seperti Muhammad membela kabilah Kinana.
Selama empat tahun, pertempuran berlangsung pada hari-hari tertentu setiap tahun. Itu terjadi saat Muhammad berusia sekitar 16 hingga 20 tahun. Disebutkan pula, di pertempuran itu Muhammad hanya bertugas mengumpulkan anak panah lawan. Ada juga yang menyebut dia pernah memanah lawan. Perang Fijar itu pun berakhir dengan kesepakatan damai.
Satu peristiwa penting yang jarang dikisahkan adalah bergabungnya Muhammad pada Gerakan Hilfil Fudzul. Sebuah gerakan untuk memberantas kesewenangan di masyarakat dan melindungi yang teraniaya. Peristiwa itu terpicu oleh perampasan barang milik pedagang asing yang tiba di Mekah oleh Wail bin Ash. Zubair bin Abdul Muthalib mengajak keluarga Hasyim, Zuhra dan Taym untuk menegakkan kembali kehormatan kota Mekah. Mereka berikrar di rumah Abdullah bin Jud'an untuk membentuk gerakan tersebut. Pada usia 20-an tahun, Muhammad aktif dalam Hilfil Fudzul itu. Ia ikut menyelamatkan gadis dari Bani Khais'am yang diculik Nabih bin Hajaj dan kawan-kawan.
Kematangan Muhammad semakin tumbuh seiring dengan meningkatnya usia. Saat Muhammad berusia 25 tahun, Abu Thalib melihat peluang usaha bagi keponakannya. Ia tahu pengusaha terkaya di Mekah saat itu, Khadijah, tengah mencari manajer bagi tim ekspedisi bisnisnya ke Syam. Khadijah menawarkan gaji berupa dua ekor unta muda bagi manajer itu. Atas sepersetujuan Muhammad, Abu Thalib menemui Khadijah meminta pekerjaan tersebut buat keponakannya itu serta minta gaji dinaikkan menjadi empat ekor unta. Khadijah setuju.
Untuk pertama kalinya Muhammad memimpin kafilah, atau misi dagang, menyusuri jalur perdagangan utama Yaman - Syam melalui Madyan, Wadil Qura dan banyak tempat lain yang pernah ditempuhnya saat kecil. Di kafilah itu Muhammad dibantu oleh perempuan budak Khadijah, Maisarah. Bisnis tersebut sukses besar. Dikabarkan tim dagang Muhammad meraup keuntungan yang belum pernah mampu diraih misi-misi dagang sebelumnya. Dalam perjalanannya tersebut, ia juga banyak berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain. Termasuk para pendeta Yahudi maupun Nasrani yang terus mengajarkan keesaan Allah. Muhammad juga semakin memahami konstalasi politik global, termasuk menyangkut dominasi Romawi serta perlawanan Persia.
Khadijah terkesan atas keberhasilan Muhammad. Laporan Maisarah memperkuat kesan tersebut. Maka, benih cinta pun perlahan bersemi di hati pengusaha terkaya di Mekah yang hidup menjanda itu
DELAPAN DIRHAM
Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.
Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. Siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau.. ? Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau ? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau ?
Yah,… hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,… baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah.
"Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali"
Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah S.A.W .
Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan ? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad S.A.W telah memberikan contoh begitu jelas. Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.
Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.
Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang.
Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.
Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah S.A.W mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasulullah S.A.W langsung menyatakan akan mengantarkannya.
Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah S.A.W dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah S.A.W pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.
"Assalamu'alaikum warahmatullah", sapa Rasulullah S.A.W keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah S.A.W sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah S.A.W memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah S.A.W mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu'alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.
Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, " Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak".
Rasulullah melanjutkan, "Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya". Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka.
Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, "Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata". Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah S.A.W .
Rasulullah S.A.W pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata.
Akhirnya beliau berujar dengan, "Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak". Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
JUMAT BERBAGI
Februari lalu kita dikagetkan dengan adanya wabah virus corona yang menyebar di wilayah Wuhan, China. Berita pun tersebar di seantero dunia, namun informasi yang sudah cepat di era ini kalah cepat lajunya dengan penyebaran epidemi virus tersebut yang sudah terlanjur meluas dengan cepat dan senyap. Pertengahan februari status di Indonesia masih adem ayem dan terkesan santai menghadapi berita pandemi corona, meskipun saat itu saya dan keluarga sudah merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan, sempat sesak dan flu yang cukup berat namun alhamdulillah sepertinya itu hanya gejala influenza biasa dikarenakan cuaca dingin di kota Magetan selama bulan februari hampir hujan setiap hari. Saya juga bersyukur pemberitaan tentang virus itu belum sampai ke ke kota ini, sampai pada awal Maret ketika WHO menyatakan virus ini sebagai pandemi. Pemerintah sepertinya mulai bergeming namun terkesan tak’ menghiraukan bahayanya virus ini. Maka terjadilah, malapetaka pandemi virus Covid-19 atau biasa disebut corona, di Indonesia. Sampai saya tak ayal bahwa makhluk super kecil itu akhirnya bisa sampai ke kota kecil dimana saya tinggal, yaitu kota Magetan. Sampai pikiran saya sempat tergelitik, “kayaknya nih virus numpang di pesawat deh, terus nemplok di bus,..., kok bisa sampai sini ya?!!” pada akhirnya ya mungkin memang sudah qadarullah, maka terjadilah ketika pemerintah tidak sigap menghadapi pandemi ini yang mulai berekspansi ke daerah-daerah di Indonesia.
Indonesia pun mulai bergegas dengan segala “kemampuan” yang ada mengantisipasi kejadian luar biasa ini, hitungan korban mulai naik hari demi hari bak anak tangga terutama di kota-kota besar di pulau jawa, kekhawatiran mulai menyelimuti kami sekeluarga di kota Magetan ketika corona mulai memakan satu korban meninggal dan dilanjutkan dengan 8 orang positif corona tercatat selama bulan maret. Hingga akhirnya status zona merah dari kejadian luar biasa ini mampu menghentikan laju aktivitas kami di sekolah, kantor, tempat ibadah dan tempat-tempat umum lainnya dan pemerintah secara masif menginginkan semua lapisan masyarakat untuk tinggal di rumah. Setiap melihat pemberitaan di televisi saya dan istri pun miris melihat angka penambahan jumlah positif corona makin bertambah, dimana-mana diberlakukan pembatasan; physical distancing, tidak boleh bekerja dan berkumpul, tidak ada pembelajaran di sekolah, shalat berjamaah disarankan di rumah meskipun di daerah kami masih ada masjid yang mengadakan shalat berjamaah dengan shaf berjarak (tidak rapat). Imbas adanya kejadian ini, tidak hanya merubah tatanan sosial dan kesehatan di masyarakat saja, namun implikasi yang sangat besar di sektor perekonomian; baik yang sifatnya makro dan perdagangan dunia maupun mikro dan sektor riil.
Dampak dari corona mulai mengusik sektor perekonomian negeri ini, dikarenakan laju distribusi dan logistik yang mandek karena pembatasan dimana-mana, masyarakat yang tidak bisa melakukan jual-beli, secara masif bermunculan mulai dari pabrik merumahkan beberapa karyawannya, ada pabrik garmen yang menunggak gaji karyawannya, banyak PHK di beberapa perusahaan retail, pedagang yang sepi pembeli, tempat-tempat wisata pun sepi pengunjung tidak terkecuali itu pun terjadi di kota kami.
Kami melihat dan mendengar dari televisi adanya kebijakan pemerintah mengenai subsidi listrik bagi rakyat yang tidak mampu, memberi bantuan kucuran dana bagi pengusaha-pengusaha dan kebijakan menangguhkan tagihan kredit bagi usaha yang terdampak corona dan adanya bantuan pra-kerja bagi yang kena PHK karena terdampak corona. Alhamdulillah solusi dari pemerintah dirasakan mampu mengurangi beban kebutuhan masyarakat dari dampak corona di Indonesia meskipun saat ini prorgam-program tersebut ada yang sudah berjalan dan masih proses implementasinya.
Solusi bantuan secara vertical (pemerintah ke masyarakat) ini sangat baik, tapi dirasa masih belum mampu meng-cover secara keseluruhan karena saya pun mendengar beberapa tetangga saya ada yang mengalami PHK karena perusahaan melakukan efisiensi, dan menganggur karena hasil dagang sepi dan merugi dampak pembatasan dimana-mana. Akhirnya tergeraklah hati warga di lingkungan RT kami untuk membantu tetangga yang mengalami kesulitan akan kebutuhan sehari-hari karena penghasilannya hanya dari apa yang diusahakannya, tercetuslah hari jumat tanggal 17 April 2020 sebuah program “Jumat Berbagi” untuk menebar kebaikan antar sesama. Jumat berbagi adalah solidaritas warga berupa sedekah patungan tiap-tiap keluarga yang mampu untuk membantu mereka (keluarga) yang tidak mampu meski saat ini bantuan hanya berupa sembako; bahan makanan & minuman. Program ini didasari atas keprihatinan ibu-ibu di lingkungan RT kami yang terjalin via WA group untuk membantu sedikitnya perekonomian keluarga yang terdampak wabah corona bahkan output program ini tidak tersebar hanya kepada yang terkena dampak saja, saya dan keluarga pun ikut merasakannya serta sampai di luar komplek perumahan pun alhamdulillah merasakannya pula seperti abang becak, tukang parkir, dan pedagang kaki lima.
Program yang semisal “Jumat Berbagi” ini sebenarnya sudah banyak dilakukan dan mungkin kita pernah dengar di masjid manapun, biasanya sedekahnya berupa makanan & minuman siap santap yang diberikan kepada jamaah jumatan atau para musafir, dan pekerja yang melepas istirahat di masjid, namun terkadang tidak langsung terfokus kepada orang yang sangat membutuhkan misalnya; fakir dan miskin (2 dari 8 asnaf mustahik) atau yang terdampak corona.
Hakekat dari “Jumat Berbagi” tidak lain adalah sedekah atau shadaqah, amaliah yang sebenarnya sama halnya dengan zakat istilah lain dalam Al-Quran, meski zakat terdapat mekanisme dan aturannya tersendiri. Namun sedekah menurut saya itu tidak terikat waktu, jumlah, dan rupa. Apa pun bentuknya, berapan pun jumlahnya, kapan pun dikeluarkan itu bisa disebut sedekah bahkan senyum pun bisa disebut sedekah ya :-). Potensi sedekah ini mungkin bisa jadi salah satu win-win solution atas apa yang terjadi saat ini, bayangkan sedekah itu tidak hanya sifatnya horizontal (antar masyarakat) namun bisa membentuk circle (lingkaran atau memutar) karena siapapun yang mengeluarkan sedekah akan kembali (berputar) kepadanya sebab Allah yang menjamin memberi ganjarannya dengan kelipatannya, juga hebatnya lagi sedekah itu mampu menghapus, mengangkat kesulitan atau bala atau mara bahaya, Masya Allah kan tuh...!
Alhamdulillah dengan program “Jumat berbagi”, patungan sedekah kita bisa banyak menuai hikmah; mempererat tali ukhuwah, membantu sesama dan melapangkan dada, ikut membantu memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus menambah keimanan kita karena nabi pernah menjamin “Sedekah tidaklah mengurangi harta”. Sampai saya pun membayangkan suatu hari nanti, jika tiap orang yang merasa mampu untuk bersedekah pada suatu lingkungan masyarakat terkecil saja itu berkesinambungan dan dana sedekah dikelola dengan sangat baik ditambah dengan yang lainnya seperti; iuran wajib RT/RW, zakat, infaq, dan wakaf maka potensinya sangat besar sekali. Saya fikir itu akan mampu jadi solusi yang tidak hanya membentuk lingkaran kecil saja namun cluster yang lebih besar di suatu lingkup masyarakat mulai dari RT, RW, desa, keluarahan, kecamatan bahkan bisa jadi satu kota. Alhasil, kemampuan untuk membantu mereka yang terkena dampak virus corona, bencana, atau resiko kesulitan hidup lainnya bisa teratasi dan selanjutnya tidak hanya sebutan program “Jumat Berbagi” saja tapi ada senin, selasa, rabu, kamis, sabtu, dan minggu berbagi, Alhamdulillah jadinya Everyday Berbagi :-).
Dengan berbagi kebaikan sejatinya “memberi” seperti alam ini, hidup untuk memberi bukan untuk memiliki/menguasai dan bahagia itu letaknya pada berbagi bukan menguasai. Saya berupaya memberi inspirasi, motivasi dan menebar kebaikan lewat tulisan ini dengan mengikuti lomba blog yang diadakan oleh Dompet Dhuafa dengan tema “menebar kebaikan”. Saya dan kita semua yakin bahwa ada banyak kebaikan diantara kita yang bisa diejawantahkan agar hidup kita bisa lebih bermakna dan akan menjadi kebaikan yang berkali lipat jika tidak hanya berhenti pada diri kita saja.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
Ode buat Ibu
Ibu adalah segalanya
Dari selruh isi dunia
kau pemberi asa di dalam penderitaan
dan memberi berkat tanpa berkesudahan
Ibu wajahmu bagai arzak penuh bijak
Kau menumbuhkan cinta jiwa sejati
Kaulah cermin jiwaku
Kaulah doa kepada Tuhanku
Ibu kau wejangan dalam kehidupan anak – anakmu
Kau cahaya yang tidak pernah pudar
Sebagai jalan penunjuk terang
Kau sebagai sampul diriku
Kau redam perih dalam hati
Hingga ku’ terlelap
EGO
tak' perlu banyak definisi tentang keegoisan, seperti kata D'Masiv " apakah hatimu terbuat dari batu tak pernah kau hiraukan aku, perdebatan ini takkan pernah usai bila kita tak saling mengalah" representasi egois itu laksana batu. Batu akan selalu menjadi batu, perlu waktu yang sangat lama untuk melunakkannya, dengan tempaan air, tetesan hujan, guncangan, panas,
atau jika perlu dipaksa hancur dengan dentuman palu bertubi-tubi. Hati manusia bukanlah batu, maka janganlah diperlakukan keras sama seperti zatnya. Lunakkan hati bak batu dengan sentuhan kerendahan hati, belaian kasih sayang, ucapan santun nan tulus bukan yang menancap seperti paku – menikam bagai martil. Hati yang sudah keras membatu terkadang hanya bisa lunak ketika tangan Tuhan bertindak, Dia akan memecah keegoisan itu dengan mengujinya, memberinya cobaan, membuatnya menangis meneteskan air mata dari sela-sela kepadatan hatinya yang keras, membuatnya hancur remuk-redam, tak ayal yang dilakukan Tuhan sebenarnya adalah tidak sekedar melunakkan hatinya tapi bahkan mengubah batu nan keras itu menjadi intan yang bersinar melalui gemblengan.
Doa orang yang didzalimi
Guru Qur'an Hadits saya dulu pernah bilang, jangan pernah menyakiti hati orang lain karena itu akan mendzalimi, lebih baik kita yang tersakiti. maka jawablah dari hatimu yang paling dalam, bisakah kau bahagia setelah kau melukai hati org lain? Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena dilukai dengan kata atau fisik, disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita. Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini. Sabar dan berdoalah wahai orang2 yang terzalimi, perbanyaklah berdoa. Seperti sabda nabi : “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari). Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa. Tidak ada karma dalam Islam, yang ada istilah seperti ini "no need revenge, just sit back and wait. Those who hurt you will eventually screw up themselves and if u're lucky, god will let you watch." "kebajikan dibalas kebajikan, cinta dibalas cinta, kesetiaan dibalas kesetiaan, kejahatan dibalas kejahatan." Apapun dan seberapa besar sakit itu ingat satu hal, Apabila seseorang menyakiti kamu, berdoalah kepada Allah kebaikan yang besar untuk dirimu dan agar kamu tidak melakukan sedemikian kepada orang lain.
Cinta Terhalang Tradisi
Ada yang mengatakan bahwa cinta adalah perpanjangan kasih sayang Tuhan untuk semua umat-Nya.
Namun justru disaat 2 orang saling mencintai, kotak-kotak pembeda menjadi hal yang bisa membuat dada sesak. Seperti kata Bernard Batubara dalam novel “Surat Untuk Ruth” : “Satu hal yang ingin ku tanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersatu? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktu telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama?”. Tapi ada yang percaya dengan kalimat Einstein, “Selagi ada cinta, tidak perlu ada lagi pertanyaan. Jadi, lanjutkan..!!. Kata Shakespeare : “Toh, perjalanan cinta sejati tidak akan pernah berjalan mulus”. “Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada risiko?” kata Mahatma Gandhi. Jadi, jika bisikan hatimu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana, menunggumu dengan setia, menghargai apa arti cinta, tempuhlah jalan mendaki dan jemputlah cintamu. Tapi juga bersiaplah, karena “hati bisa terjatuh dan terluka, merobek malam, menoreh seribu duka, dan sayap-sayap pun patah” kata Kahlil Gibran; “retak hancur bagai serpihan cermin, berserakan, bercampur baur dengan debu, patah tertusuk duri tajam”. Bedu hanya bisa meratap, mencoba menggapai-gapai sebuah pegangan. Begitulah cinta, perjalanan cinta sejati tidak ada yg mulus. manisnya terasa karena risikonya pahit mengancam. Selagi ada cinta, tidak perlu lagi ada pertanyaan. Karena cinta sejati tidak akan pernah berakhir. Tapi, jika-pun jadi melangkah bersama, ingat! semua belum selesai. Karena memilih itu mudah, yang bertahan itu yang lebih susah. Karena pada awalnya, semua orang bangga pada pilihannya, tapi pada akhirnya, tidak semua orang setia pada pilihannya. Jadi, yang berhasil menentukan dan mendapatkan pilihan, ingat ada yang lebih tidak mudah; bertahan pada pilihan. Sementara yang kandas, ingat 1, ajarkan bibirmu untuk tidak mencemooh, karena bibir dibuat untuk mencium, bukan untuk menghina orang yang pernah kau cinta. Karena jika cinta digariskan, orang yang terpisah- pun bisa disatukan kembali. “True love never ends, cinta sejati tak pernah berakhir”.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Move on
“Saat merasakan kehilangan, kita akan tahu pentingnya arti seseorang, kata Katy Perry dalam “Thinking of You”. Dalam hal seperti ini, kata Jason Mraz ‘I won’t give up’, cara terbaik untuk move on adalah kebalikan. Jadi, muter balik-pun adalah bagian dari move on , dan tidak perlu malu, karena alasannya cuma satu, seperti kata Hoobastank‘And The Reason is You’.
Justru sebaliknya “jangan terlalu mudah move on, juga jangan asal move on kalau sebenarnya kamu masih cinta”, karena yang kamu lihat dari jauh, belum tentu lebih baik dari yang ada disisimu saat ini. Jadi jika hati masih bisa bertaut satu, setia itu indah, membagi cinta itu hanya bikin resah. Dan bila sudah terlanjur keluar rumah ke hati yang lain, tapi pintu maaf masih terbuka lebar, move on lah, kembali masuk kedalamnya, kecuali kalau kamu memang sudah bukan segalanya banginya, maka ‘hapuslah jejaknya’, kata Ariel Noah. Dan setelah itu, ‘tetap buka hatimu untuk cinta’ : Rangkullah bila cinta kembali menjemputmu. Dan Untuk kamu, ya.. Kamu nun jauh disana“di ruang rindu kita bertemu”!!! “Berusaha melupakan hanya akan memberikan rasa luka pada rasa, namun belajar memaafkan akan memberikan rasa nyaman kepada anda” Lagu shaden sebagai penutup ini cukup sesuai buat mereka yang susah move on. Kalau belum pernah dengar, ini ada lagunya : “Dunia belum berakhir, bila kau putuskan aku, masih banyak teman temanku disini menemaniku".
SETIA
Setia itu tulus, tidak ingkar atau berkhianat, perjuangan, anugerah, pengorbanan, kesabaran, istiqomah, bersyukur serta mempertahankan cinta dan menjaga janji bersama.
Istilah setia seperti "still on the right track" makanya ketika seseorang tidak berada di jalur yang lurus maka tak pelak ia akan langkah serong atau menikung atau istilahnya setia menjadi "Setiap tikungan Ada" istilah negasi kesetiaan yg sering kita dengar, yakni berkhianat. Setia itu penantian, "Sesaat malam datang Menjemput kesendirianku Dan bila pagi datang Kutahu kau tak disampingku, Deras hujan yang turun Mengingatkanku pada dirimu Aku masih disini untuk setia" , bahkan penantian itu menguatkan "Aku harus bisa menaklukan Hari hari sendirian Yang menjadi lawan tangguhku, Meski surya membenamkan tubuhku di lautan, Kutunggu sampai samudra mengering" kata Jikustik. Perumpaan setia itu terjalin bagai bumi dan bulan dalam rotasi, planet dan bintang jaga setia dalam revolusi, tumbuhan yang setia menjaga keseimbangan, bahkan cerita kucing Toldo sampai si anjing hachiko turut tercatat dengan tinta kesetiaan sejarah dunia dan setia yang paling mendalam adalah iman & ketaatan, dan itu hanya dimiliki oleh makhluk Tuhan yang paling setia; Malaikat. Sifat setia sejatinya tidak akan bercampur dengan curiga, cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain sebagainya. Bila ada pasangan berbuat salah, maka tak ada yang dilakukan oleh seorang yang setia melainkan segera melupakannya, memaafkan, dantidak mengumbarnya kepada orang lain, sembari mengingat kembali kebaikan dan kelebihannya. Setia itu melelahkan, ya... capek berpeluh perasaan, bertahan dengan langkah gontai tuk' tetapkan arah dan membuat hati remuk redam, makanya perlu bersabar taat sama Allah, bersyukur sepanjang waktu "kata opick". Dan setia menuntut keyakinan, kebahagiaan, dan kemenangan pada akhirnya karena dengan setia ia berarti belajar untuk sabar dan Tuhan selalu menjamin bersama orang-orang yang sabar.