RTM : Manajemen Duit (bagian 3)
Kalau belum baca bagian sebelumnya, saya kasih tautan ya :
Bagian 1 klik di sini, bagian 2 klik di sini.
Nah, di bagian ketiga ini saya akan singgung sedikit soal manajemen pengeluaran duit. Seperti yang kubilang sebelumnya, jangan sampai kita udah bekerja keras bagai kuda, eh duitnya gak tahu pergi ke mana karena kita tidak bisa mengelolanya dengan baik. Termasuk mengelola pengeluaran.
Sebagai orang yang menggunakan metode budgeting, ini adalah salah satu trik saya untuk membatasi pengeluaran. Misal kita hanya dibudget maksimal 4 juta per bulan untuk semua pengeluaran, pokoknya itu harus cukup. Gimanapun caranya.
Silakan gunakan cara yang paling efektif dan efisien berdasarkan kemudahan yang teman-teman miliki.
Nah biasanya, untuk menekan pengeluaran ini. Saya menggunakan beberapa cara. Yaitu memecah setiap item pengeluaran menjadi unit cost yang lebih kecil dan rinci. Terutama pengeluaran yang sifatnya wajib, pasti, dan rutin setiap bulan seperti iuran komplek, bayar PDAM, gaji ART, bayar listrik, paket internet, cicilan utang (jika punya), dll. Itu adalah pengeluaran yang tidak bisa dihindari.
Dari setiap unit cost tersebut, saya akan pikirkan darimana sumber pembiayannya. Saya kasih contoh sebagai berikut :
1. Iuran komplek : bagi hasil dari investasi A
2. Bayar listrik : margin keutungan penjualan buku B
3. Bayar ART : margin keuntungan penjualan kerudung C
4. Listrik : gaji utama (main income)
5. Paket internet : bagi hasil keuntungan investasi E
Nah, saat tahu setiap unit cost pengeluaran setiap bulan, saya menjadi semakin mudah untuk menekan penggunaan pendapatan utama. Lebih tepatnya, ini seperti bagaimana caranya menambah penghasilan agar menutup pengeluaran kita dan semakin memperkecil penggunaan gaji utama (main income).
Dan angkanya pun terlihat menjadi lebih realistis untuk dicapai. Misal iuran komplek itu Rp 200.000/bln. Nah, coba pikirkan pekerjaan apa, investasi apa, dsb yang bisa ngasih keuntungan Rp 200.000/bulan minimal.
Kita jualan donat, kalau per donat untung Rp 2000, maka kita perlu jual 100 donat dalam sebulan. Sekitar 6-7 pcs per hari. Realistis kan kalau kita jualan 6-7 pcs donat per hari, Atau coba jualan produk lain yang marginnya lebih besar, misal jadi reseller untuk barang-barang yang harga jualnya di atas Rp 500.000, biasanya akan dapat margin di 10%-20%, kalau 20% aja berarti kita cukup jual 2 unit barang untuk dapat 200rb/bulan. Dua unit produk, realistis lah ya kalau dalam 1 bulan. Investasi apa yang dapat 200k/bulan, ada surat berharga yang bisa ngasih bagi hasil 5%-6% per tahun. Kalau kita punya Surat Berharga senilai minimal 50 jt aja, setiap bulan kita udah dapat 200-an ribu.
Jadi buat pengeluaran tsb menjadi unit cost yang lebih realistis untuk dicapai. Alih-alih melihat totalnya misal harus keluar 4jt per bulan, coba dirinci dan setiap itemnya di berikan sumber pembiayaan yang jelas. Tidak hanya dari satu sumber saja.
Dalam pengeluaran ini juga perhatikan susunan skala prioritasnya agar jangan sampai hal-hal yang wajib itu terabaikan. Jangan sampai kita juga jadi orang yang serakah. Sebab dari kenapa banyak orang disekitar kita itu mudah terjebak dalam investasi bodong itu karena adanya sifat serakah. Ingin dapat keuntungan tanpa kerja keras dan risiko.
Nah, mungkin itu dulu ya teman-teman yang bisa saya share terkait menejemen duit yang saya lakukan. Mudah-mudahan bisa memberikan perspektif baru untuk teman-teman semua.
Salam hangat,
©kurniawangunadi