Sebuah Proses
Kalau aku bisa bicara ke diriku sendiri 6 bulan yang lalu, aku akan bilang untuk bersabar dalam proses.
Terkadang, di dunia yang serba cepat ini, seringkali aku melupakan proses. Aku hanya terpaku pada hasil akhir dari suatu hal. Padahal untuk sampai ke hasil, mustahil untuk meniadakan proses.
Dari proses itu, apapun hasil akhir yang ingin kucapai; entah menjadi ahli di suatu bidang tertentu sampai melepaskan perasaan yang rasanya amat susah, aku belajar untuk bersabar, menghargai, dan menghormati diriku untuk berproses setiap harinya. Ada pikiran yang butuh proses untuk mencerna hal baru untuk dilakukan, ada hati yang butuh proses karena merasa tak nyaman menghadapi sesuatu yang asing, ada raga yang berusaha sekuat tenaga untuk menyesuaikan diri entah seasing apapun hal yang sedang dijalani. Karena dengan proses itu, aku jadi benar-benar menyadari tak ada yang instan dalam mencapai suatu hal. Dan sejatinya, proses setiap orang pun tak pernah sama; karena keadaan setiap orang pun juga berbeda.
Sehingga di akhir hasil setelah melewati proses yang panjang itu; akan ada rasa lega, senyum lebar, hati yang lapang, dan pikiran yang tak lagi sempit memandang sesuatu. Di penghujung hasil yang aku petik dan aku rasakan, tak ada yang lebih indah selain bersabar dalam proses.














